Pasang Iklan Disini!

Tampilkan postingan dengan label PerEkonomian Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PerEkonomian Indonesia. Tampilkan semua postingan

10 September 2015

5 Paket Kebijakan Ekonomi

 

Bank Indonesia (BI) mengeluarkan lima kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Lima kebijakan itu dikeluarkan setelah pemerintah mengumumkan tiga paket kebijakan yang disebut dengan paket kebijakan September 1.
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyampaikan, kebijakan BI yang pertama adalah memperkuat pengendalian inflasi dan mendorong sektor riil dari sisi suplai perekonomian. Dalam hal ini, BI akan memperkuat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi (TPI) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam rangka akselerasi implementasi roadmap pengendalian inflasi nasional dan daerah.
"Saat ini, telah terdapat lebih dari 430 TPID di seluruh Indonesia dan telah memiliki roadmap inflasi daerah. Bank Indonesia akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah untuk mengimplementasikan roadmap tersebut," kata Agus di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/9/2015).
Selanjutnya, BI juga ingin memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan daerah antara Bank Indonesia dan pemerintah pusat dan daerah. Penguatan kerja sama ini dilakukan agar ekonomi dan keuangan daerah memiliki derap langkah yang sama dengan pemerintah pusat. Kedua, kata Agus, BI juga ingin menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah. Caranya ialah dengan menjaga kepercayaan pelaku pasar di pasar valas melalui pengendalian volatitas nilai tukar rupiah dan memelihara kepercayaan pasar terhadap pasar surat berharga negara (SBN) melalui pembelian di pasar sekunder.
"Dengan tetap memperhatikan dampaknya terhadap ketersediaan SBN bagi inflow dan likuiditas pasar uang," ujarnya.
Kebijakan ketiga, lanjut Agus, BI ingin memperkuat pengelolaan likuiditas rupiah. Langkah yang ditempuh adalah mengubah mekanisme lelang reverse repo SBN dari variable rate tender menjadi fixed rate tender serta menyesuaikan pricing reverse repo SBN dan memperpanjang tenor dengan menerbitkan reverse repo SBN tiga bulan.
Selanjutnya, BI juga mengambil kebijakan mengubah mekanisme lelang sertifikat deposito Bank Indonesia (SDBI) dari variable rate tender menjadi fixed rate tender dan menyesuaikan pricing SDBI serta menerbitkan SDBI tenor enam bulan.
Selain itu, diambil juga kebijakan menerbitkan kembali sertifikat Bank Indonesia (SBI) bertenor sembilan bulan dan 12 bulan dengan mekanisme lelang fixed rate tender dan menyesuaikan pricing. Kebijakan keempat adalah memperkuat pengelolaan supply and demand valas. Dalam posisi ini, BI akan menyesuaikan frekuensi lelang Foreign Exchange Swap dari dua kali seminggu menjadi satu kali seminggu dan mengubah mekanisme lelang Term Deposit Valas dari variable rate tender menjadi fixed rate tender, menyesuaikan pricing, dan memperpanjang tenor sampai dengan tiga bulan.
Langkah menurunkan batas pembelian valas juga ditempuh BI. Caranya ialah dengan pembuktian dokumen underlying dari 100.000 dollar AS yang berlaku saat ini menjadi 25.000 dollar AS per nasabah per bulan dan mewajibkan penggunaan NPWP.
"Mempercepat proses persetujuan utang luar negeri bank dengan tetap memperhatikan asas kehati-hatian," ucap Agus.
Kebijakan kelima adalah mengenai langkah-langkah lanjutan untuk pendalaman pasar uang. BI menyediakan fasilitas swap hedging untuk mendukung investasi infrastruktur sekaligus memperkuat cadangan devisa.
"Menyempurnakan ketentuan tentang pasar uang yang mencakup seluruh komponen pengembangan pasar, instrumen, pelaku, dan infrastruktur," kata Agus.

Sumber : Kompas.com

24 Februari 2014

Bupati Banyuwangi Senang, Konflik Tambang Emas di Banyuwangi berakhir Damai

Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku lega atas adanya kesepakatan damai antara perusahaan Australia, Intrepid Mines Ltd, dan PT Bumi Suksesindo. Sebelumnya, kedua perusahaang memperebutkan pertambangan emas di daerahnya. " Pemda senang dan lega," kata Azwar Anas kepada wartawan, Ahad, 23 Februari 2014.
Menurut Azwar, kesepakatan damai itu membuat Pemerintah Banyuwangi tak perlu menghadapi gugatan Intrepid di Pengadilan Arbitrase Singapura dan Pengadilan Tata Usaha Negara. "Seluruh gugatan akan dicabut. Jadi pemda tak mengeluarkan energi banyak," katanya.
Anas mengklaim penyelesaian sengketa pertambangan yang melibatkan negara lain ini berakhir cepat lantaran pemerintah Banyuwangi mendesak PT Bumi Suksesindo untuk menyelesaikan konflik ini sebelum pemilihan presiden berlangsung. Sebab, dia khawatir presiden yang baru akan mengubah perundang-undangan tentang pertambangan.
Perusahaan tambang asal Australia, Intrepid Mines Ltd, pada 19 Februari 2014, mengumumkan telah mencapai kesepakatan penyelesaian sengketa kepemilikan saham di tambang emas dan tembaga Tujuh Bukit, Tumpang Pitu, Banyuwangi, Jawa Timur. Intrepid bersedia melepas 80 persen pemilikan sahamnya. Sebagai gantinya, mereka mendapat US$ 80 juta dalam bentuk uang tunai.
Pemimpin Intrepid, Ian McMaster, mengatakan, dalam perjanjian penyelesaian itu, perusahaannya sepakat untuk mengakhiri semua proses gugatan dan sengketa atas proyek Tujuh Bukit yang saat ini tengah diajukan. Kesepakatan itu dimediasi oleh Provident Capital dan Saratoga Capital atas nama para pihak yang bersengketa.
"Kesepakatan penyelesaian ini akan kami mintakan persetujuan dalam rapat pemegang saham pada April mendatang,” ujarnya dalam keterangan tertulis seperti dilansir lama web resmi Intrepid.

25 November 2013

Jangan Sampai Bandara Di Indonesia Dikelola Pihak Asing

 
Rencana pemerintah membuka ruang bagi investor asing untuk mengelola bandara di Indonesia menimbulkan tanggapan yang berbeda dari pihak maskapai penerbangan.
Menurut Direktur Umum Lion Air Edward Sirait rencana tersebut perlu dipikirkan secara matang. "Apakah orang-orang kita sudah tidak mampu lagi mengelola bandara?" ujarnya, Selasa (12/11/2013).
"Saya tidak dalam posisi mengatakan ya atau tidak soal kepemilikan asing tersebut," kata Edward saat dihubungi Wartakotalive.com, Selasa (12/11/2013).

Ia mengaku sudah mendengar rencana tersebut dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti dalam Rapat Umum Tahunan Anggota INACA (Indonesian National Air Carries Association).
Waktu itu, kata Edward, Herry mengatakan bandara tidak sepenuhnya pengelolaan diserahkan kepada pihak asing. Hitungannya 51:49 persen. "Jadi masih dikuasai Indonesia," ucapnya.
Selain itu, Edward menyatakan rencana pengelolaan bandara sepenuhnya oleh pihak asing juga bertentangan dengan Undang-undang penerbangan dan UU penanaman modal.
Ia mengatakan mungkin saja bandara memerlukan investor untuk membantu mengelola bandara tetapi tidak harus sampai 100 persen.

Menurut Edward, kondisi bandara di Indonesia sekarang baik-baik saja dan tidak begitu saja bisa membandingkan dengan bandara di negara lain. Hal itu dikarenakan situasi yang berbeda di Indonesia dengan negara tersebut.
Bila ingin dibandingkan, Edward menerangkan harus ada standar yang ditetapkan dulu agar tidak subyektif.
Ia pun menceritakan pengalamannya saat berada salah satu bandara di Singapura.
"Di Singapura, penumpang tidak menumpuk di satu area dan tersebar penumpangnya. Berbeda dengan Bandara di Indonesia," ucap Edward.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah masih menggodok revisi daftar negatif investasi (DNI) untuk investor asing pada sektor transportasi udara, salah satunya yaitu pengelolaan bandara.
Emirsyah Satar, Direktur Utama PT Garuda Indonesia, mengatakan bandara boleh dikelola asing tapi jangan sampai ada kenaikan biaya pengelolaan bandara.

"Investasi dan pengelolaan asing kan beda. Tapi intinya kalau yang diambil adalah pengelola bandara kami setuju saja, tetapi jangan biayanya nanti naik juga," ujarnya.
Menurut Emirsyah ada beberapa bandara yang berkembang di negara tetangga, bisa dijadikan contoh baik. Pasalnya hingga saat ini, bandara internasional dalam negeri masih dinilai belum kondusif dan melancarkan bisnis industri penerbangan.
"Peran bandara bagus sekali. Tergantung siapa, yang pengelolaannya baik seperti negara tetangga Changi (Singapura)," ungkap Emirsyah.

Mantan Ketua INACA ini menegaskan, jika memang bandara internasional dikelola pihak swasta atau asing, harus dilihat benar kualitas dan tujuan pengelolaan. Hal itu untuk mencegah terjadinya kekacauan pengoperasian yang sudah sering terjadi pada saat ini di beberapa bandara udara saat ini.
Mau tidak mau, pengelolaan bandara oleh asing memang perlu dilakukan sebab Indonesia akan menghadapi liberalisasi penerbangan di ASEAN atau ASEAN Open Sky Policy pada 1 Januari 2015.
Meski demikian, Emir berharap pemerintah juga dapat lebih menyeleksi investor-investor asing jika ingin mengelola bandara di Indonesia.

13 November 2013

BI Menaikkan Suku Bunga Indonesia, Saatnya Untuk Meningkatkan Tabungan

 
Di tengah situasi yang dianggap aman dan mulai stabil, Bank Indonesia malah menaikkan suku bunga acuan atau BI rate. Inilah hadiah manis untuk para investor di pasar keuangan.
Pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia hari ini, Selasa (12/11), BI menaikkan suku bunga acuan 0,25 persen, menjadi 7,25 persen.

Pertimbangan yang mendasari BI menaikkan BI rate menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi A Johansyah, demi mengendalikan defisit neraca transaksi berjalan. "Pertimbangannya untuk mengendalikan current account deficit ke depan," kata Difi.
 
Jadi kebijakan kenaikan suku bungan tersebut dimaksudkan sebagai langkah antisipasi, karena impor masih lebih besar ketimbang ekspor. Transaksi berjalan negatif, rupiah ikut tertekan.
Dengan kenaikan bunga ini, berarti Bank Indonesia mengharapkan rupiah yang beredar akan ditarik ke sistem perbankan. Begitu pun dengan dana asing yang mencari lahan investasi. Mereka menukarkan dolar ke dalam rupiah untuk diinvestasikan dalam jangka pendek di Indonesia. Rupiah, karena tingkat permintaan naik, akan menguat.

Namun, bayarannya tentu tidak sedikit. Suku bunga pinjaman akan mengikuti kenaikan suku bunga acuan, sehingga biaya mendapatkan dana untuk usaha akan makin besar.

15 Oktober 2013

Wirausaha Muda Mandiri 2013

  1. Apa Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri  2013?
  2. Penganugerahan Wirausaha Muda Mandiri 2013 adalah program pemberian penganugerahan persembahan Bank Mandiri kepada wirausaha muda yang berprestasi. Program ini dimulai sejak tahun 2007, sebagai wujud kepedulian Bank Mandiri terhadap pengembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang menjadi salah satu pilar perekonomian Indonesia.

  3. Apa tujuan pelaksanaan Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2013?
    1. Memberikan apresiasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa dan alumni Perguruan Tinggi yang telah berani berwirausaha. 
    2. Mencari bibit pengusaha muda yang dapat menjadi contoh dan turut berperan dalam pengembangan kewirausahaan di Indonesia. 
    3. Memberikan penghargaan sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan oleh wirausahawan muda

  4. Apakah ada pembagian kategori dari Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2013?
  5. Kategori peserta dibagi menjadi 1 yaitu :
    1. Kategori Mahasiswa Program Diploma dan Sarjana
    2. yaitu : Mahasiswa Diploma dan Sarjana dengan usia maksimum 25 tahun.
    3. Kategori Mahasiswa Program Pascasarjana dan Alumni
    4. yaitu : Alumni atau Mahasiswa Pascasarjana dengan usia maksimum 35 tahun

  6. Apa saja jenis bidang usaha yang dilombakan untuk setiap kategori tersebut ?
    1. Wirausaha Industri & Jasa 
    2. Suatu usaha yang menghasilkan produk manufaktur, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, pertambangan, pengembang properti, perhutanan, tekstil serta usaha yang memberikan nilai tambah tanpa memproduksi barang antara lain toko, ritel, keagenan, distributor, konsultan, transportasi, perawatan kesehatan, pendidikan, penerbitan dan percetakan, laundry, travel biro, Event Organizer.
    3. Wirausaha Boga 
    4. Suatu usaha yang memberikan nilai tambah dengan memproduksi dan atau memperdagangkan produk pangan antara lain industri pengolah makanan dan minuman, restoran, pemilik merk franchise makanan atau minuman, dan catering.
    5. Wirausaha Kreatif 
    6. Wirausaha berbasis pada kreativitas sesuai kategori dari Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif yaitu : Periklanan; Arsitektur; Pasar Barang Seni; Kerajinan; Desain; Fesyen; Video, Film dan Fotografi; Permainan Interaktif; Musik; Seni Pertunjukan; Penerbitan dan Percetakan; Televisi dan Radio; serta Riset dan Pengembangan.

  7. Apa kriteria peserta yang dapat mengikuti program ini?
    1. Warga Negara Indonesia 
    2. Minimal D1 
    3. Berusia 18-35 tahun (pada akhir tahun 2013) sesuai dengan kategori 
    4. Memiliki rekening Tabungan Mandiri atas nama pribadi atau badan usaha 
    5. Memiliki usaha yang telah dijalankan minimal 1 tahun.
  8. Hadiah apa yang disediakan bagi pemenang program ini?
    1. Setiap bidang usaha akan dipilih 1 (satu) orang yaitu Pemenang Pertama untuk masing-masing kategori sehingga akan terpilih 6 orang Pemenang.
    2. Pemenang Pertama akan mendapatkan :
      1. Uang Pembinaan sebesar Rp.50.000.000,-
      2. Piala WMM
      3. Sertifikat

  9. Bagaimana metode penilaian yang digunakan?
  10. Dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu :
    1. Penilaian Administratif 
    2. Survei Pertama 
    3. Survei Kedua & Ranking 
    4. Penjurian Wilayah (10 titik pelaksanaan) 
    5. Penjurian Final (Tingkat Nasional)
  11. Hal apa saja yang menjadi poin penilaian pada program ini ?
    1. Aspek Kewirausahaan : bobot 40% (daya jual, inovasi, original ide, tahan banting, potensi tumbuh dan berkembang, kepemimpinan) 
    2. Aspek Pengelolaan Bisnis : bobot 30% (manajemen bisnis, tertib administrasi) 
    3. Aspek Sosial : bobot 20% (membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya) 
    4. Aspek Personality : bobot 10% (kepribadian)

  12. Bagaimana susunan Tim Juri pada tahap Penjurian Wilayah dan penjurian FInal/Nasional?
  13. Susunan Tim Juri di setiap Tahapan Penilaian terdiri dari : 
    1. Perbankan, diwakili oleh Bank Mandiri
    2. Media 
    3. Pengusaha Senior / Pakar 
    4. Kalangan Akademisi 
    5. Pemangku Kepentingan / Pemerintah

  14. Bagaimana jadwal pelaksanaan program ini? 
    1. Update website : Agustus 2013 
    2. Roadshow : September 2013 
    3. Online campaign : Agustus-November 2013 
    4. Pendaftaran : Agustus-November 2013 
    5. Survei lokasi : September-November 2013 
    6. Penjurian Wilayah : Desember 2013
    7. Pembinaan Finalis Wilayah sebelum dikirim ke Penjurian Nasional : Desember 2013
    8. Penjurian Nasional dan Pembinaan : Januari 2014 
    9. Penganugerahan Penghargaan : 15 Januari 2014
  15. Berapa jumlah titik untuk setiap tahapan seleksi wilayah? Di mana saja?
  16. Seleksi Tahap Wilayah dilakukan di 10 titik pelaksanaan, yaitu :
    1. Wilayah Jabodetabek 
    2. Wilayah Sumatera Utara, NAD, Riau dan Kepulauan Riau 
    3. Wilayah Sumatera Selatan, Padang, Jambi, Bengkulu, Lampung & Bangka–Belitung 
    4. Wilayah Jawa Barat 
    5. Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta
    6. Wilayah Jawa Timur 
    7. Wilayah Pulau Kalimantan 
    8. Wilayah Pulau Sulawesi dan Maluku 
    9. Wilayah Pulau Bali, NTB dan NTT 
    10. Wilayah Papua

  17. Di mana saya dapat memperoleh informasi?
  18. Informasi lengkap mengenai Wirausaha Muda Mandiri dapat di peroleh di seluruh cabang Bank Mandiri atau mengakses : www.bankmandiri.co.id link mandiri csr-pkbl.

  19. Biaya apa yang harus saya keluarkan untuk mengikuti Program penghargaan?
  20. Peserta tidak dipungut biaya apapun dalam program ini

  21. Bagaimana jika saya memiliki pertanyaan lain seputar Program penghargaan ini?
  22. Silahkan menghubungi nomor 021-5245858; 52913528

09 Oktober 2013

Mobil Murah Indonesia Suzuki 77 Juta

Suzuki Wagon R

PT Suzuki Indomobil Sales akhirnya menghadirkan Wagon R sebagai "calon" mobil murah ramah lingkungan mereka. Varian dan harga pun sudah dibeberkan, yakni 3 varian GA, GL, dan GX, dengan harga mulai dari Rp 77 juta sampai Rp 99 juta.
Untuk harga termurah, yakni Rp 77 juta (varian GA), PT Suzuki Indomobil Sales akan memasangkan velg kaleng seperti halnya versi termurah dari Ayla dan Brio Satya.
"Masing-masing tipe tidak banyak perbedaannya, terutama GX dan GL. Sementara yang tipe GA masih pakai velg kaleng," papar GM Marketing Brand II 4W PT SIS, Joko Utomo.
Sebagai gambaran, Wagon R varian GX punya dimensi 3.600 x 1.475 x 1.700 mm. Jarak antar-sumbu rodanya 2.400 mm, dengan bobot bodi 1.350 kg. Sementara itu, tinggi bodi ke tanah 170 mm.
Suzuki Wagon R

Wagon R menggunakan mesin berkode K10B berkapasitas 998 cc yang terbagi dalam tiga silinder dengan susunan segaris. Tenaga maksimumnya 67 PS pada putaran mesin 6.200 rpm dengan torsi maksimum 90 Nm pada 3.500 rpm. Wagon R disediakan dengan transmisi manual 5-percepatan
Yang menarik, dia sudah menggunakan sistem pasokan bahan bakar injeksi, sedangkan kapasitas tangki bahan bakar 35 liter. Rem depannya sudah cakram, sementara rem belakang teromol. Sementara itu, suspensi depan MacPherson strut dengan per keong, dan suspensi belakang model 3-titik dengan per kong. 

08 Oktober 2013

Penghargaan Mandiri Young Technopreneur 2013

  1. Apa Program Penghargaan Mandiri Young Technopreneur 2013?
  2. Penghargaan Mandiri Young Technopreneur 2013 adalah program pemberian penghargaan persembahan Bank Mandiri kepada kaum muda Indonesia yang memiliki inovasi teknologi tepat guna yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan dapat dikembangkan menjadi wirausaha teknologi (teknopreneur) besar di masa depan.

  3. Apa tujuan pelaksanaan Program Penghargaan Mandiri Young Technopreneur 2013?
    1. Memberikan apresiasi bagi technopreneur muda yang telah menciptakan teknologi tepat guna untuk kepentingan masyarakat.
    2. Mencari bibit technopreneur muda yang dapat menjadi contoh dan turut berperan dalam pengembangan kewirausahaan di Indonesia.
    3. Mendorong generasi muda untuk terus menciptakan karya-karya inovasi teknologi untuk kemajuan bangsa Indonesia.

  4. Apa saja jenis bidang usaha yang dilombakan?
  5. Berdasarkan besarnya manfaat yang akan diterima oleh masyarakat, pemberian penghargaan akan dilakukan untuk bidang berikut:
    1. TEKNOLOGI DIGITAL: Inovasi teknologi di bidang teknologi informasi dan komunikasi, teknologi elektronika dan robotik, dan teknologi turunannya.
    2. TEKNOLOGI NON DIGITAL: Inovasi teknologi di bidang energi baru dan terbarukan, pengolahan energi, energi efisiensi dan teknologi pendukungnya teknologi pengolahan air bersih atau air minum, distribusi air, dan teknologi turunannya, serta teknologi di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan pengolahan pangan.

  6. Apa kriteria peserta yang dapat mengikuti program ini?
    1. WNI berusia maksimal 40 tahun pada saat penjurian
    2. Peserta bisa perorangan, tim, atau perusahaan
    3. Memiliki inovasi teknologi tepat guna yang sudah diujicoba dan siap diimplementasi
    4. Usulan inovasi teknologi tepat guna yang diajukan bersifat orisinal dan Hak Kekayaan Intelektual-nya merupakan milik peserta
    5. Implementasi inovasi teknologi tersebut dapat memberikan dampak sosial dan mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat
    6. Berpotensi dikembangkan menjadi industri berbasis inovasi teknologi
    7. Belum pernah mendapatkan penghargaan dari pihak manapun
    8. Memiliki rekening Tabungan Mandiri atas nama pribadi atau badan usaha

  7. Hadiah apa yang disediakan bagi pemenang penghargaan ini?
  8. Setiap kategori akan dipilih 2 orang pemenang yaitu Pemenang Pertama dan Pemenang Kedua, sehingga total akan terpilih 4 (empat) orang pemenang, yaitu :
    1. Pemenang Pertama akan mendapatkan :
      1. Uang Pembinaan sebesar Rp.50 Juta
      2. Piala MYT
      3. Sertifikat
    2. Pemenang Kedua akan mendapatkan :
      1. Uang Pembinaan sebesar Rp. 40 Juta
      2. Piala MYT
      3. Sertifikat
    3. Project Capital (hibah) untuk mengimplementasikan inovasi teknologinya di masyarakat suatu kawasan, maksimal sebesar Rp 500 juta pada 1 orang pemenang terbaik.
    4. Seluruh pemenang dan finalis mendapatkan pelatihan dari lembaga pelatih bisnis yang profesional dan pendampingan dalam mengimplementasikan karyanya serta diikutkan dalam pameran serta dimasukkan dalam media massa yang tentunya akan membantu promosi usaha mereka.
  9. Bagaimanakah metode penilaian yang digunakan?
  10. Dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu :
    1. Screening inovasi teknologi
    2. Penjurian proposal administratif
    3. Validasi
    4. Penjurian final (presentasi langsung)

  11. Hal apa saja yang menjadi poin penilaian pada program ini?
    1. Aspek Sosial : Dampak sosial yang dihasilkan dari pemanfaatan inovasi teknologi tersebut, secara kualitatif dan kuantitatif.
    2. Aspek Inovasi : Originalitas dan kualitas inovasi, termasuk status kesiapannya sebagai sebuah produk teknologi.
    3. Aspek Bisnis : Potensi inovasi teknologi tersebut untuk dikembangkan menjadi sebuah bisnis teknologi.
    4. Aspek Implementasi : Kejelasan rencana implementasi inovasi tersebut, termasuk perencanaan target, waktu dan anggaran.

  12. Bagaimana jadwal pelaksanaan program ini?
    1. Update website : Agustus 2013
    2. Roadshow : September 2013
    3. Online Campaign: Agustus-November 2013
    4. Pendaftaran : Agustus-November 2013
    5. Screening Proposal : Desember 2013
    6. Penjurian Proposal dan Validasi : Desember 2013
    7. Penjurian Final : Januari 2014
    8. Pembekalan : Januari 2014
    9. Penganugerahan : 15 Januari 2014

  13. Biaya apa yang harus saya keluarkan untuk mengikuti program Penghargaan?
  14. Peserta tidak dipungut biaya apapun dalam program ini


  15. Bagaimana cara mengikuti program Penghargaan MYT 2013?
  16. Peserta dapat melakukan proses pendaftaran secara online melalui situs Bank Mandiri (www.bankmandiri.co.id) link mandiri csr-pkbl

  17. Siapa yang terlibat dalam program ini?
    1. Teknopreneur Indonesia (www.teknopreneur.com)
    2. Perguruan Tinggi dan Lembaga Riset
    3. Lembaga Pemerintah
    4. Media
    5. Dunia Industri

  18. Bagaimana jika saya memiliki pertanyaan lain seputar program Penghargaan ini?
    1. Menghubungi Nomor Hotline : 0813-112-933-13
    2. Email ke : myta@teknopreneur.com atau teknopreneur@wirausahamandiri.co.id

28 September 2013

Pemerintah Indonesia Mendukung 100% Mobil Nasional (Mobnas) Buatan Indonesia

Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan mobil nasional meskipun beberapa waktu lalu telah mengeluarkan kebijakan terkait mobil murah ramah lingkungan atau low cost and green car. 
"Untuk mobnas akan kami bantu terus dalam penggunaan teknologi, mereka masih terus disiapkan," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat seusai melakukan rapat Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Perindustrian di Gedung DPR, Jakarta, Senin. 
Menurut Hidayat, terkait pengembangan teknologi untuk mobnas tersebut, phaknya melibatkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). 
"Anggaran kami limpahkan ke BPPT, agar mereka bisa langsung membantu, nanti apabila sudah menuju pada industri komersial, Kemenperin akan terlibat," ujar Hidayat. 
Hidayat menjelaskan, dengan dikeluarkannya kebijakan pemerintah terkait mobil murah yang akan menggunakan 85 persen komponen lokal tersebut, nantinya akan diadopsikan ke mobnas namun memang harus disertai dengan investasi yang tidak sedikit. 
"LCGC wajib dibuat di Indonesia, dan dalam waktu 3 sampai 4 tahun kedepan 85 persen juga menggunakan komponen lokal, saya rasa saat itu merupakan waktu yang tepat untuk mengadopsi," kata Hidayat. 
Beberapa pihak menyayangkan keputusan pemerintah yang mengeluarkan Peraturan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/7/2013, tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau dan dianggap mengabaikan keberadaan mobnas yang diinisiasi oleh swasta seperti Esemka, Komodo dan Tawon . 
Dalam peraturan tersebut, harga mobil murah ramah lingkungan dipatok sebesar Rp95 juta per unit, dan besaran harga jual kendaraan bermotor roda empat yang hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) tersebut bisa mengalami kenaikan sebesar 15 persen dan 10 persen apabila menambahkan fitur-fitur tertentu. 
Apabila kendaraan tersebut menggunakan teknologi transmisi otomatis, harga bisa dinaikkan maksimum sebesar 15 persen, sementara apabila mengadopsi teknologi pengamanan penumpang bisa dinaikkan maksimal 10 persen. 
Sementara jumlah komponen lokal yang akan dipergunakan untuk mobil murah ramah lingkungan tersebut sebesar 40 persen dari total sebanyak 105 komponen yang diperlukan untuk membuat kendaraan tersebut, dan diharapkan akan menjadi 85 persen dalam kurun waktu 3 sampai 4 tahun mendatang. 

17 Februari 2013

Presiden SBY Kasihan dengan Nasib Korban Lumpur Lapindo yang Belum Dibayar


 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegur PT Lapindo Brantas untuk menyelesaikan kewajiban membayar ganti rugi bencana Lumpur Sidoarjo sebesar Rp 800 miliar. Hal ini disampaikan sebagai salah satu poin utama pembukaan rapat kabinet paripurna hari ini di Istana Negara.
"Sampaikan kepada Lapindo, kalau janji ditepati, kalau main-main dengan rakyat, dosanya dunia-akhirat. Sampaikan," kata Presiden SBY saat membuka rapat kabinet, Kamis, 14 Februari 2013.
SBY juga menyatakan, kewajiban Lapindo untuk membayar ganti rugi adalah tanggung jawab atas apa yang telah dilakukan demi masyarakat dan masa depan.
Selain ganti rugi, SBY juga mengingatkan bahwa curah hujan di kawasan lumpur Sidoarjo juga tinggi sehingga mengakibatkan genangan. Hal yang perlu dilakukan pemerintah adalah pelaksanaan upaya untuk menahan tanggul-tanggul agar tidak jebol.
Hal ini menjadi keprihatinan karena bencana alam masih terus terjadi, termasuk yang disebabkan siklus lima tahun curah hujan tinggi. Pembangunan dan tindakan preventif untuk mencegah banjir menjadi bentuk kesiagaan.
"Lakukan cek dan recek. Kepada Menteri Pekerjaan Umum saya minta sekali lagi, lakukan dan periksa semua konstruksi," kata SBY.
Rapat Kabinet Paripurna sendiri diselenggarakan sebagai evaluasi rencana pembangunan jangka menengah nasional 2010-2015. Hal ini juga mesti tetap menjadi fokus meski tahun 2013 adalah tahun politik dengan rencana pemilihan umum. "Saya bersama Wakil Presiden Boediono akan terus memantau," kata SBY.

23 Januari 2013

Ekspor Mobil Indonesia Meningkat di Tahun 2013


Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat kenaikan penjualan domestik sebesar 24,8 persen pada 2012, yaitu dari 894.164 unit (2011) menjadi 1.116.230 unit.
Namun, ekspor kendaraan CBU alias Completely Built Up juga mengalami pertumbuhan sebesar 38,5 persen, yakni dari 125.873 unit menjadi 174.368 unit.
Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengatakan bahwa neraca perdagangan Indonesia di sektor otomotif positif. Walau impor naik, namun lebih kecil ketimbang peningkatan ekspornya.
Mobil-mobil yang diekspor dari Indonesia adalah Daihatsu Gran Max, Honda Freed, Toyota Avanza, Rush, Fortuner, Innova dan Suzuki APV. Pasar utama Indonesia adalah negara-negara ASEAN, Amerika Latin, Afrika dan Timur Tengah.
Menurut Vivek Vaidya, Vice President, Automotive & Transportation Practice - Asia Pasific, Frost & Sullivan, impor sepanjang tahun lalu juga meningkat drastis dari 76.173 unit (2011) melesat 65,2 persen menjadi 125.873 unit. Kenaikan tersebut dikarenakan pasokan CBU dari Thailand, khususnya sedan, telah pulih.

21 Januari 2013

6 Penyebab Utama Banjir di Jakarta 2013


Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengumumkan, hujan lebat dan sangat lebat berpotensi berlanjut hari ini, Jumat 18 Januari 2013 hingga lusa. Sama seperti yang sudah terjadi sejak awal bulan ini, hujan merata se Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang.
Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi BMKG Hary Tirto pernah menjelaskan kalau level tanah di Jakarta sebenarnya sudah jenuh oleh hujan lebat 2-3 jam yang rajin datang sejak awal bulan. "Kalau tanah sudah jenuh, hujan berapa jam pun akan menimbulkan genangan," katanya Selasa lalu.
Tanah yang sudah jenuh itu masih harus 'menanggung' air dari luapan sungai di banyak tempat. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, kemampuan Kali Ciliwung hilir, Angke, Pesanggrahan dan Krukut bahkan hanya mampu mengalirkan kurang dari 30% banjir yang ada. »Tidak heran jika selalu banjir,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
Fungsi sungai mandul karena penyempitan dan pendangkalan itu diperparah dengan kondisi di hulu yang juga sudah rusak. Air hujan yang jatuh di sana tak banyak lagi yang bisa terserap ke dalam tanah. Mereka banyak tergelontor ke dalam sungai-sungai yang bermuara ke ibu kota.
Profil aktual dari kawasan Puncak, Bogor, ini diungkap Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Institut Pertanian Bogor yang menyebutkan bahwa laju pembangunan yang tak terkendali menyebabkan hilangnya fungsi resapan air di kawasan Puncak. »Kehilangan fungsi resapan hingga 50 persen dibandingkan kondisi 15 tahun lalu,” kata Kepala Pusat Studi Bencana IPB, Profesor Euis Sunarti.
Koordinator Komunitas Peduli Ciliwung, Een Irawan, juga menyatakan kalau kondisi Daerah Aliran Sungai Ciliwung semakin parah dari tahun ke tahun. Gejalanya, menurut dia, dapat dilihat secara kasat mata yakni ketika debit meninggi dan sungai meluap: airnya coklat gelap.
Itu, kata Een, pertanda material tanah ikut terbawa aliran. "Ketika turun hujan di Puncak, debit Ciliwung pasti naik sehingga menyebabkan banjir di Jakarta."
Di luar tiga faktor penyebab itu, banjir di sebagian wilayah di Jakarta juga dituding disebabkan oleh penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ery Basworo menyatakan ini ketika menjelaskan mengapa ruas Jalan Daan Mogot dan sebagian titik di Jakarta Barat bisa ikut terendam.
Penurunan tanah yang mencapai 10 sentimeter per tahun jelas mampu menciptakan cekungan. »Ini banyak di Jakarta Barat dan Jakarta Utara,” katanya.
Faktor penyebab banjir besar di Jakarta ini bisa bertambah jika memperhitungkan laut yang juga mulai pasang pertengahan bulan ini. Atau, ruang terbuka hijau di Jakarta yang selama ini mendapat kritik karena tak sampai memenuhi syarat minimal, yakni 30 persen dari luas wilayah. Taman-taman dan daerah resapan air di Jakarta sejauh ini hanya menghimpun tak sampai 10 persen luas ibu kota. 

28 Desember 2012

Redenominasi Rupiah Bukan Pengurangan Nilai Mata Uang


Bank Indonesia menegaskan bahwa redenominasi tidak akan mengurangi nilai mata uang rupiah, tetapi hanya penyederhanaan dengan hanya membuang tiga angka nol dalam satuan rupiah. 
"Redenominasi tidak akan mengubah nilai atau mengurangi nilai mata uang rupiah sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V Jawa Tengah dan DIY Joni Swastanto di Semarang, Kamis. 
Nilai mata uang Rp1.000 berubah menjadi Rp1 setelah proses redenominasi atau Rp1 tersebut memiliki nilai yang setara dengan Rp1.000 tanpa mengurangi harga. 
Joni mengaku saat ini di daerah masih banyak masyarakat yang khawatir dengan rencana redenominasi karena takut ada pengurangan nilai dan terjadinya pembulatan nilai. 
"Jika selama ini contohnya membeli nasi goreng Rp4.700 setelah ada redenominasi menjadi Rp4,7 dan yang dikhawatirkan masyarakat adanya pembulatan menjadi Rp5," katanya. 
Dalam sejumlah acara di beberapa daerah, Joni juga mengaku ada masyarakat yang menyampaikan rasa khawatirnya terhadap rencana penerapan redenominasi. 
"Sebenarnya masyarakat tidak perlu khawatir karena dengan redenominasi tidak akan merubah penerimaan maupun pengeluaran," katanya. 
Terkait dengan sosialisasi, Joni mengakui bahwa pihaknya sudah menyiapkannya dengan matang tinggal menunggu arahan dari Kantor BI pusat. 
"Begitu sudah ada pengumuman resmi atau gongnya, kami akan langsung bergerak," katanya. 
Penyederhanaan mata uang yang rencananya membuang tiga angka nol dalam satuan rupiah tersebut akan dilaksanakan dalam beberapa tahap yakni pembahasan RUU Redenominasi pada tahun 2013 sekaligus sosialisasi. 
Tahun 2014 hingga 2018, sosialisasi jenis rupiah nominal baru yang akan sama-sama beredar dengan rupiah nominal lama. 
Setelah sosialisasi, tahun 2019 hingga 2022 akan dilakukan penarikan rupiah nominal lama atau pemberlakukan redenominasi secara efektif.

29 November 2012

Daftar 40 Orang Terkaya Di Indonesia 2012


Pengusaha yang terlempar adalah Sandiaga Uno dan Trihatma.
Majalah Forbes edisi akhir tahun 2012 kembali merilis daftar 40 orang terkaya di Indonesia. Selain enam nama baru yang menghiasai daftar elit orang terkaya, sejumlah pebisnis kawakan harus rela terlempar dalam daftar.
Penasihat Redaksi Forbes Indonesia, Justin Doebele mengatakan, mereka yang masuk daftar 40 orang terkaya Indonesia mayoritas bukan berasal dari perusahaan berbasis komoditas seperti batubara atau perkebunan,
"Mereka yang masuk fokus bisnis di barang konsumer dan jasa akan bersinar tahun ini,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/11).
Kekayaan 40 orang 'super tajir' itu mencapai US$88,6 miliar, atau naik 4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Batas bawah nilai kekayaan tahun ini berada di level US$730 juta, atau meningkat US$100 juta dibandingkan tahun lalu.
Batas bawah nilai kekayaan tahun ini berada pada level US$730 juta, atau meningkat US$100 juta dibandingkan tahun lalu.
Sejumlah pengusaha yang terlempar dari daftar akhir tahun 2012 dibanding akhir tahun 2011 adalah Sandiaga Uno, bos Adaro dan Recapital dengan kekayaan US$660 juta di akhir 2011 (peringkat 37), Triatma Haliman dengan kekayaan US$640 juta pemilik Agung Podomoro Grup (peringkat 39).
Berikutnya yang teroental dalam daftar adalah pemilik perusahaan batubara PT Bayan Resources Engki Wibowo & Jenny Quantero yang pada akhir 2011 menempati peringkat 31 dengan kekayaan US$810 juta. Selanjutnya Aburizal Bakrie dengan kekayaan US$890 juta di 2011 (peringkat 30) harus rela terlempar dari predikato rang kaya Indonesia.
Samin Tan, Chairman, Bumi Plc, perusahaan batubara yang tercatat di bursa London, sekaligus induk usaha BUMI juga harus keluar dari sebelumnya peringkat 28 dengan kekayaan US$940 juta.
Sementara pendatang baru yang berhasil menembus jajaran elit jajaran orang terkaya Indonesia adalah Kuncoro Wibowo, pemilik tunggal lisensi PT Ace Hardware Tbk (ACES) perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang menjual perkakas dan furnitur rumah tangga di Indonesia.
Mengikuti jejak Kuncoro, adalah Lim Hariyanto Wijaya Sarwono. Lim satu dari lima konglomerat pendatang baru di Indonesia. Masuknya Lim dalam jajaran elit ini setelah perusahaan perkebunannya, Bumi Agri tercatat di bursa Singapura.
Pendatang baru berikutnya adalah Alexander Tedja, pemilik terbesar pusat perbelanjaan di Jawa Timur. Berikutnya adalah Sudhamek, pemimpin perusahaan keluarga Garudafood dengan brand ternama Kacang Garuda dan coklat 'Gery'.
Tak ketinggalan Eddy Kusnadi Sariaatmadja, pemilik perusahaan distribusi komputer 'Compaq' di Indonesia. Eddy juga memiliki perusahaan solusi teknologi, dan pengendali PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), pemilik jaringan media dan stasiun televisi SCTV dan Indosiar.
Selain Kuncoro, orang kaya Indonesia yang hartanya meningkat adalah Mochtar Riady yang di akir 201 hartanya hanya US$650 juta di peringkat 38, kini di 2012 melonjak signifikan menembus oeringkat 11 dengan kekayaan US$2,2 miliar.
Mochtar Riady (83) yang juga pendiri Lippo Group ini menularkan kerajaan bisnisnya kepada anak tertuanya James Riady di Indonesia, dan anak bungsunya Stephen Riady di Singapura.
Daftar 40 orang terkaya Indonesia di 2012 versi Forbes
1. R. Budi & Michael Hartono
2. Eka Tjipta Widjaja & family
3. Susilo Wonowidjojo & family
4. Anthoni Salim & family
5. Chairul Tanjung
6. Sri Prakash Lohia
7. Sukanto Tanoto
8. Peter Sondakh
9. Boenjamin Setiawan & family
10. Putera Sampoerna & family
11. Mochtar Riady & family
12. Low Tuck Kwong
13. Tahir
14. Ciliandra Fangiono & family
15. Martua Sitorus
16. Achmad Hamami & family
17. Theodore Rachmat
18. Kartini Muljadi & family
19. Murdaya Poo
20. Djoko Susanto
21. Eddy Katuari & family
22. Edwin Soeryadjaya
23. Sjamsul Nursalim
24. Ciputra & family
25. Soegiarto Adikoesoemo
26. Kiki Barki
27. Kuncoro Wibowo & family
28. Garibaldi Thohir
29. Hary Tanoesoedibjo
30. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono
31. Benny Subianto
32. Harjo Sutanto
33. Kusnan & Rusdi Kirana
34. Aksa Mahmud
35. Prajogo Pangestu
36. Alexander Tedja
37. Husain Djojonegoro & family
38. Sudhamek
39. Hashim Djojohadikusumo
40. Eddy Kusnadi Sariaatmadja

13 Agustus 2012

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II ''Membanggakan"


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan pertumbuhan ekonomi triwulan II pada 2012 mencapai 6,4 persen secara tahunan. 
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan PDB dibandingkan dengan triwulan yang sama pada 2011 mengalami pertumbuhan 6,4 persen," ujarnya dalam pemaparan di Jakarta, Senin. 
Menurut dia, pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan triwulan I pada 2012 yang hanya mencapai 6,3 persen karena adanya pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang yang mengalami kenaikan secara triwulan sebesar 3,94 persen. 
Kemudian, lanjut Suryamin, pertumbuhan meningkat karena adanya kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 1,97 juta orang atau naik secara triwulan 3,61 persen dan secara tahunan 4,77 persen. 
"Percepatan belanja pemerintah termasuk belanja modal pada triwulan II hingga Rp384,5 triliun yang melampaui triwulan II tahun sebelumnya Rp244,9 triliun juga ikut membantu pertumbuhan," ujarnya. 
Suryamin menjelaskan catatan peristiwa lain yang ikut mempengaruhi pertumbuhan adalah adanya impor barang modal yang besar sehingga mendorong peningkatan investasi di dalam negeri. 
Ia juga menambahkan pertumbuhan terjaga karena BKPM mencatat realisasi penanaman modal dalam dan luar negeri selama triwulan II pada 2012 naik secara triwulan 8 persen dan secara tahunan 24 persen. 
Namun, Suryamin mengingatkan di sisi lain terjadi perlambatan perekonomian global, sehingga nilai ekspor Indonesia menurun khususnya selama triwulan ini. 
Ia mengatakan tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi secara triwulan adalah sektor perdagangan hotel dan restoran sebesar 5,2 persen, sektor listrik gas dan air bersih sebesar 4,4 persen dan sektor konstruksi 4,4 persen. 
"Sementara berdasarkan pertumbuhan secara tahunan, tiga sektor yang tumbuh adalah sektor pengangkutan dan komunikasi naik 10,1 persen, sektor perdagangan hotel dan restoran 8,9 persen dan sektor konstruksi 7,3 persen," kata Suryamin. 

Menurut dia, pertumbuhan triwulan ini dibandingkan dengan triwulan II pada 2011, didukung pengeluaran konsumsi rumah tangga yang meningkat 5 persen, konsumsi pemerintah naik 7 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 12,3 persen, ekspor sebesar 1,9 persen serta impor sebesar 10,9 persen. 
Struktur PDB pengeluaran triwulan ini juga masih didominasi oleh komponen pengeluaran rumah tangga sebesar 53,5 persen serta pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 32,9 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah 9 persen serta ekspor sebesar 24,3 persen dan impor sebesar 26,6 persen. 
Besaran PDB atas dasar berlaku pada triwulan II pada 2012 mencapai Rp2.050,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama sebesar Rp650,6 triliun. 
Sementara, struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan ini masih didominasi oleh kelompok provinsi di Jawa yang memberikan kontribusi terhadap PDB 57,5 persen, kemudian Sumatera 23,6 persen, Kalimantan 9,5 persen, Sulawesi 4,8 persen dan pulau lainnya 4,6 persen. 
Dengan demikian, Suryamin mengatakan secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I pada 2012 dibandingkan dengan semester yang sama pada tahun sebelumnya tumbuh 6,3 persen.

02 Juli 2012

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II Akan Lebih Baik


Menteri Keuangan Agus Martowardojo memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2012 akan lebih baik dari triwulan I yang hanya mencapai angka 6,3 persen. 
"Pengalaman kita di kuartal II, III dan IV itu, pertumbuhan ekonomi akan lebih baik," ujarnya di Jakarta, Rabu malam. 
Untuk itu, menurut Menkeu, dalam upaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil dan meningkat maka pemerintah akan mendorong percepatan realisasi belanja modal serta meningkatkan batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) sebagai stimulus fiskal. 
"Kalau nanti stimulus dalam bentuk percepatan pembiayaan infrastruktur itu dicairkan tentu akan buat ekonomi kita lebih baik. Dan juga ada rencana kenaikan PTKP, yang itu akan membuat masyarakat mendorong perekonomiannya," katanya. 
Dengan demikian, Menkeu optimis pertumbuhan ekonomi masih sesuai dengan asumsi dalam APBN-Perubahan 2012 sebesar 6,5 persen dan tidak terlalu terpengaruh dampak krisis di Eropa. 
"Pertumbuhan ekonomi 6,5 persen kita harapkan tetap bisa tercapai," ujarnya. 
Saat ini, Menkeu memastikan anggaran negara dan fiskal dalam kondisi sehat, walaupun rataan produksi minyak per hari tidak melampaui asumsi dan harga ICP minyak dunia sedang mengalami penurunan. 
Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga memastikan defisit anggaran tetap berada dalam kisaran 2,3 persen-2,4 persen. 
"Belum ada perkembangan yang berarti, tapi fiskal kita sehat. Pencairan anggaran baik dan penerimaan negara baik," katanya. 
Sedangkan terkait perkembangan situasi di Eropa, Menkeu menyakini bahwa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan melakukan reformasi struktural secara menyeluruh merupakan kunci agar negara berkembang seperti Indonesia tidak terdampak krisis secara langsung. 
"Negara berkembang perlu melakukan reformasi struktural supaya bisa perkembangan atau pertumbuhan ekonominya terjaga," katanya.

01 Juli 2012

BEI Cetak Laba Bersih Rp128,63 Miliar

 
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat laba bersih hingga akhir Mei 2012 senilai Rp128,63 miliar.

Direktur Utama BEI Ito Warsito di Jakarta, Rabu, mengungkapkan selain membukukan laba bersih, perseroan juga membukukan total pendapatan yang mencapai Rp278,73 miliar.
"Laba bukankah fokus utama, meski hal ini penting untuk perkembangan ke depan," kata Ito di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI.
Sementara total beban usaha tercatat senilai Rp168,99 miliar dengan laba usaha sebesar Rp 109,74 miliar.
Di sisi lain, total penghasilan (beban) lain-lain tercatat senilai Rp53,09 miliar, dengan laba sebelum pajak BEI mencapai Rp162,84 miliar.
Ito menambahkan beban biaya terus meningkat setiap tahun, karena banyak pendapatan yang diperoleh dari Anggota Bursa (AB) dibebaskan.
"Ini dilakukan agar AB lebih maju dan tidak perlu membayar biaya yang besar kepada otoritas bursa," katanya.
Ito menjelaskan sepanjang 2011, biaya pengembangan yang dilakukan BEI mencapai lebih dari Rp83 miliar, yang digunakan untuk sosialisasi edukasi maupun infrastruktur.
Sesuai dengan anggaran dasar, katanya, BEI tidak masuk dalam perusahaan yang mengejar laba, bahkan masuk dalam kategori perusahaan nirlaba.
"Meski demikian kami harus punya laba, yaitu agar dapat mengembangkan investasi di pasar modal," katanya.