Pasang Iklan Disini!

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

20 November 2016

Berantas Korupsi : Sekolahkan Politisi



Berbicara tentang politik saat ini, pasti akan terdengar sangat mengerikan. Betapa tidak, hampir setiap hari di televisi disuguhkan aksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang belakangan ini seakan hobi melakukan operasi tangkap tangan. Parahnya lagi, kasus korupsi yang terjadi tidak hanya ditingkat pusat saja, melainkan sudah bergeser ke tingkat daerah. Mulai dari menteri, anggota DPR, gubernur, wali kota sampai kepala desa pun sekarang sudah banyak yang menghuni sel tahanan KPK. Berdasarkan dari data yang diperoleh dari situs KPK http://acch.kpk.go.id/statistik , per tanggal 30 juni 2016 KPK telah melakukan penyelidikan 51 perkara, penyidikan 46 perkara, penuntutan 30 perkara, inkracht 34 perkara, dan eksekusi 42 perkara.  

Total penanganan perkara tindak pidana korupsi dari tahun 2004-2016 adalah penyelidikan 803 perkara, penyidikan 514 perkara, penuntutan 419 perkara, inkracht 354 perkara, dan eksekusi 375 perkara. Kasus terbaru bahkan sampai menyeret ketua DPD aktif Irman Gusman. Padahal kita tahu bahwa dibandingkan dengan lembaga legislatif lain seperti DPR dan DPRD, anggota DPD sangat minim sekali melakukan tindak pidana korupsi. Harapan menjadikan DPD sebagai teladan lembaga yang bersih dari korupsi pun kini sirna, masyarakat awam tentu akan menganggap DPD tak ubahnya seperti lembaga-lembaga lain yang belepotan dengan noda korupsi. 

Data lain dari Indonesian Corruption Watch  jumlah kasus korupsi selama tahun 2015 adalah sebanyak 550 kasus korupsi pada tahap penyidikan yang ditangani Aparat Penegak Hukum (APH) dengan total tersangka sebanyak 1.124. Adapun total potensi kerugian negara dari seluruh kasus tersebut sebesar Rp 3,1 Triliun dan nilai suap sebesar Rp 450,5 Miliar. Dalam kajian tren korupsi ICW sebelumnya, total kasus yang berhasil dipantau selama tahun 2010 hingga 2014 adalah sebanyak 2.492 kasus dengan total nilai kerugian negara sebesar Rp 30 triliun dan nilai suap sebesar Rp 549 miliar.  

Modus korupsi yang jamak terjadi selama tahun 2015 adalah penyalahgunaan anggaran sebanyak 134 kasus dengan nilai kerugian negara sebesar Rp 803,3 Miliar. Modus korupsi lain yang sering digunakan adalah penggelapan sebanyak 107 kasus dengan nilai kerugian negara sebesar Rp 412,4 Miliar. Lalu diikuti dengan mark up (104 kasus), penyalahgunaan wewenang (102 kasus) dan laporan fiktif (29 kasus). Tentu ini bukan angka yang kecil, dan jika dibiarkan seperti ini maka perekonomian kita khususnya disektor anggaran akan mengalami kebocoran yang semakin deras. 

Budaya politik yang terjadi saat ini, sedikit besarnya merupakan akumulasi dari masa lampau, bila hal ini dibiarkan berlarut-larut bukan tidak mungkin negara ini hanya akan tinggal nama saja. Namun kita tidak boleh pesimis dan pasrah begitu saja, masih banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengubah kebiasaan "lama" para politisi. Salah satunya dengan meningkatkan integritas para politisi. Karena apa, integritas merupakan sebuah modal berharga yang harus dimiliki oleh semua orang bukan saja politisi.  

Integritas berasal dari bahasa latin yaitu integer yang artinya adalah utuh. Jadi seseorang yang berintegritas adalah pribadi yang utuh. Integritas juga bermakna bahwa apa yang kita bicarakan dan kita kerjakan sesuai dengan apa yang kita yakini kebenarannya. Dengan kata lain seorang politisi harus mampu berpikir, berpendapat dan bertindak sesuai dengan kebenarannya. Dengan berpikir, berucap dan bertindak sesuai dengan kebenaran, maka celah untuk melakukan korupsi akan semakin sempit. Mengutip dari pernyataan Anies baswedan bahwa “korupsi itu sebenarnya hanya gejala, penyakitnya adalah defisit integritas”. Untuk itu guna memberantas korupsi di jajaran elite politik, hal yang perlu dibenahi adalah integritas elit politik itu sendiri.  

Untuk itu menurut hemat saya, negara ini membutuhkan tempat / sekolah untuk memberikan pemahaman anti korupsi serta nilai-nilai yang luhur baik kepada politisi, kader partai politik, dan para generasi muda agar tercipta generasi politik baru yang berintegritas, demokratis dan mempunyai sikap anti korupsi. Meskipun seharusnya tugas mencetak para politisi handal adalah kewajiban parpol, namun jika negara hanya menunggu tanpa bergerak maka akan sulit rasanya menanti perubahan besar di dunia perpolitikan itu terjadi. Jadi pemerintah harus bertindak dan mengambil suatu kebijakan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait yaitu KPK, Partai Politik, dan para akademisi untuk berkolaborasi menciptakan sebuah wadah pembelajaran tentang anti korupsi yaitu Sekolah Politik Anti Korupsi. 

Sekolah Politik Anti Korupsi ini diharapkan dapat menjadi tempat menimba ilmu bagi para politisi maupun calon politisi (kader partai politik) untuk mempersiapkan mental anti korupsinya agar ketika duduk di kursi parlemen nanti tidak mudah goyah oleh iming-iming uang semata. Di dalam sekolah anti korupsi nantinya, akan diajarkan nilai-nilai kejujuran, integritas, etika, serta moralitas para politisi. 


 Dengan materi pembelajaran yang aplikatif dan diajar oleh narasumber yang berkompeten dibidangnya, tentu sekolah ini dapat dijadikan harapan lahirnya politisi bermental anti korupsi.  Tentu harapannya setelah lulus dari sekolah ini, mereka menjadi para politisi yang matang dan dapat dipercaya untuk mengawal kemajuan bangsa dan negara.

01 Juni 2014

Passing Grade Jurusan IPA & IPS Universitas Negeri di Indonesia 2014



I. INSTITUTE TEKNOLOGI BANDUNG (ITB)

JURUSAN IPA

1. Teknik Informatika - ITB (65,9%)
2. Teknik Elektro - ITB (62,5%)
3. Teknik Kimia - ITB (61,8%)
4. Teknik Industri - ITB (58,8%)
5. Farmasi - ITB (57,4%)
6. Teknik Lingkungan - ITB (54,8%)
7. Teknik Perminyakan - ITB (55,2%)
8. Teknik Fisika - ITB (55,1%)
9. Matematika - ITB (54,6%)
10. Teknik Pertambangan - ITB (54,2%)
11. Teknik Mesin - ITB (53,4%)
12. Teknik Penerbangan - ITB (52,9%)
13. Arsitektur - ITB (50,3%)
14. Teknik Planologi - ITB (50,1%)

II. UNIVERSITAS INDONESIA (UI)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - - UI (59,8%)
2. Teknik Elektro - - UI (58,6%)
3. Farmasi - - UI (58,4%)
4. Teknik Kimia/TGP - - UI (57,4%)
5. Teknik Industri - - UI (54%)
6. Ilmu Komputer - - UI (52,8%)
7. Teknik Mesin - UI (52%)
8. Pendidikan Dokter Gigi - UI (51,2%)

JURUSAN IPS
1. Akuntansi - UI (63,9%)
2. Ilmu Hubungan Internasional - UI (63,1%)
3. Manajemen - UI (61%)
4. Psikologi - UI (60,6%)
5. Ilmu Komunikasi - UI (58,3%)
6. Ekonomi Pembangunan - UI (56,4%)
7. Ilmu Hukum - UI (56,2%)
8. Kriminologi - UI (49,6%)
9. Ilmu Administrasi Negara - UI (49%)
10. Ilmu Politik - UI (47,8%)
11. Ilmu Administrasi Fiskal - UI (46,6%)
12. Ilmu Filsafat - UI (46,6%)
13. Ilmu Kesejahteraan Sosial - UI (44,9%)
14. Sosiologi - UI (44,5%)

III. UNIVERSITAS GAJAH MADA (UGM)

JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter - UGM (59,3%)
2. Arsitektur - UGM (51,4%)
3. Teknik Mesin - UGM (51,4%)
4. Pendidikan Dokter Gigi - UGM (50%)


JURUSAN IPS
1. Akuntansi - UGM (62,1%)
2. Psikologi - UGM (58,7%)
3. Ilmu Hubungan Internasional - UGM (58,5%)
4. Manajemen - UGM (57,9%)
5. Eko. dan Studi Pembangunan - UGM (55,6%)
6. Ilmu Hukum - UGM (54,1%)
7. Ilmu Administrasi Negara - UGM (50,5%)
8. Ilmu Pemerintahan - UGM (50,4%)

IV. INSTITUT TEKNOLOGI SURABAYA (ITS)

JURUSAN IPA

1. Teknik Informatika - ITS (59,5%)
2. Teknik Elektro - ITS (57,7%)
3. Teknik kimia - ITS (56,6%)
4. Teknik Industri - ITS (53,8%)
5. Teknik Lingkungan - ITS (52,4%)
6. Teknik Mesin - ITS (51,5%)

V. UNIVERSITAS AIRLANGGA (UNAIR)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNAIR (58,6%)
2. Farmasi - UNAIR (53,8%)
3. Pendidikan Dokter Gigi - UNAIR (49%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UNAIR (57,5%)
2. Ilmu Komunikasi - UNAIR (57,4%)
3. Psikologi - UNAIR (56,4%)
4. Manajemen - UNAIR (56%)
5. Ekonomi Pembangunan - UNAIR (51,1%)
6. Ilmu Hukum - UNAIR (50,7%)
7. Ilmu Administrasi Negara - UNAIR (48,5%)

VI. UNIVERSITAS PADJAJARAN (UNPAD)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNPAD (58%)
2. Farmasi - UNPAD (51,5%)
3. Pendidikan Dokter Gigi - UNPAD (47,8%)
4. Psikologi - UNPAD (47,7%)
5. Statistika - UNPAD (47,2%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UNPAD (61,2%)
2. Ilmu Komunikasi - UNPAD (59,4%)
3. Manajemen - UNPAD (55,1%)
4. Ekonomi Pembangunan - UNPAD (54,2%)
5. Ilmu Hukum - UNPAD (51,4%)
6. Ilmu Administrasi Negara - UNPAD (47,4%)
7. Ilmu Pemerintahan - UNPAD (43%)

VII. UNIVERSITAS DIPONEGORO (UNDIP)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNDIP (57,5%)
2. Teknik Elektro - UNDIP (54,1%)
3. Teknik Industri - UNDIP (52,9%)
4. Arsitektur - UNDIP (49,2%)

JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UNDIP (55,2%)
2. Ilmu Komunikasi - UNDIP (51,6%)
3. Manajemen - UNDIP (51,5%)
4. Ilmu Hukum - UNDIP (48,8%)
5. Ilmu Pemerintahan - UNDIP (48,3%)
6. Ekonomi Pembangunan - UNDIP (44%)
7. Ilmu Administrasi Niaga - UNDIP (43%)

VIII. UNIVERSITAS SRIWIJAYA (UNSRI)

JURUSAN IPA

1. Pendidikan Dokter - UNSRI (56,5%)
2. Teknik Informatika - UNSRI (52,2%)
3. Pendidikan Dokter Gigi - UNSRI  (50,1%)


JURUSAN IPS

1. Akuntansi - UNSRI (53,7%)
2. Ilmu Hukum - UNSRI (50,7%)
3. Pend. B. Inggris - UNSRI (50,2%)

IX. UNIVERSITAS BRAWIJAYA (UB)

JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter - UB (55,1%)
2. Teknik Elektro - UB (52,9%)
3. Arsitektur - UB (47,1%)

JURUSAN IPS
1. Akuntansi - UB (57,3%)
2. Manajemen - UB (54,5%)
3. Ilmu Administrasi Publik - UB (49,3%)
4. Ilmu Hukum - UB (48,3%)
5. Ilmu Administrasi Bisinis - UB (44,7%)
6. Ekonomi Pembangunan - UB (43,1%)
7. Sastra Inggris - UB (42,3%)

X. UNIVERSITAS SUMATRA UTARA (USU)

JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter - USU (55,1%)
2. Farmasi - USU (53,2%)
3.Pendidikan Dokter Gigi - USU (50,3%)

JURUSAN IPS
1. Manajemen - USU (53,1%)
2. Ekonomi Pembangunan - USU (52,5%)
3. Ilmu Hukum - USU (51,2%)
4. Sastra Inggris - USU (50,6%)
5. Akuntansi - USU (50,5%)
6. Ilmu Administrasi Negara - USU (50,2%)

XI. UNIVERSITAS ANDALAS

JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter - UNAND (54,6%)
2. Farmsi - UNAND (51,4%)

JURUSAN IPS
1. Akuntansi - UNAND (53,9%)
2. Ilmu Hubungan Internasional - UNAND (52,2%)
3. Manajemen - UNAND (50,4%)

XII. UNIVERSITAS HASANUDIN (UNHAS)

JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter - UNHAS (55,7%)
2. Farmasi - UNHAS (53,8%)
3. Pendidikan Dokter Gigi - UNHAS (50,6%)

JURUSAN IPS
1. Akuntansi - UNHAS (52,6%)
2. Manajemen - UNHAS (52,4%)
3. Ilmu Hubungan Internasional - UNHAS (51%)
4. Sastra Inggris - UNHAS (50,6%)
5. Ilmu Pemerintahan - UNHAS (50,2%)
6. Ilmu Hukum - UNHAS (50%)



XIII. UNIVERSITAS UDAYANA

JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter - UNUD (52,5%)

JURUSAN IPS
1. Manajemen - UNUD (48,2%)
2. Akuntansi - UNUD (45,9%)

XIV. UNIVERSITAS 11 MARET SOLO
JURUSAN IPA
1. Pendidikan Dokter - UNS (57,2%)
2. Farmasi - UNS (56,4%)

JURUSAN IPS
1. Manajemen - UNS (54,9%)
2. Manajemen - Univ. 11 Maret Solo (53,9%)
3. Akuntansi - Univ. 11 Maret Solo (54,9%)
4. Desain Komunikasi Visual - Univ. 11 Maret Solo (55,7%)
5. Ilmu Administrasi Negara - Univ. 11 Maret Solo (53,5%)


XV. UNIVERSITAS LAMPUNG (UNILA)

JURUSAN IPS
1. Ilmu Komunikasi - UNILA (47,7%)
2. Ekonomi Pembangunan - UNILA (46,1%)
3. Ilmu Administrasi Niaga - UNILA (42,6%)

 PASSING GRADE  SNMPTN, SBMPTN 2014
PASSING GRADE (DIBAWAH 50%) BEBERAPA PERGURUAN TINGGI NEGERI DI INDONESIA

I. INSTITUTE TEKNOLOGI SURABAYA (ITS)

JURUSAN IPA
1. Arsitektur - ITS (42.77%)
2. Statistika - ITS (38.91%)
3. Teknik Elektro - ITS (49.13%)
4. Teknik Fisika - ITS (40.19%)
5. Teknik Industri - ITS (48.22%)
6. Teknik Informatika - ITS (49.94%)
7. Teknik Kelautan - ITS (42.47%)
8. Teknik Kimia - ITS (48.80%)
9. Teknik Mesin - ITS (44.27%)
10. Teknik Perkapalan - ITS (47.36%)
11. Teknik Sipil - ITS (45.33%)


II. UNIVERSITAS AIRLANGGA

JURUSAN IPA
1. Biologi - UNAIR (31.80%)
2. Farmasi - UNAIR (37.02%)
3. Fisika - UNAIR (32.22%)
4. Kedokteran Hewan - UNAIR (36.25%)
5. Kesehatan Masyarakat - UNAIR (35.69%)
6. Kimia - UNAIR (32.30%)
7. Matematika - UNAIR (33.66%)
8. Pendidikan DokteR (- UNAIR (43.81%)
9. Pendidikan DokteR (Gigi - UNAIR (37.97%)

JURUSAN IPS
1. Antropologi Sosial – UNAIR (32.28%)
2. Ekonomi Akuntansi - UNAIR (46.81%)
3. Ekonomi Manajemen - UNAIR (44.40%)
4. Ekonomi Pembangunan - UNAIR (42.87%)
5. Ilmu Administrasi Negara - UNAIR (40.31%)
6. Ilmu Hubungan Internasional - UNAIR (43.21%)
7. Ilmu Hukum - UNAIR (39.5%)
8. Ilmu Komunikasi - UNAIR (41.75%)
9. Ilmu Politik - UNAIR (34.75%)
10. Ilmu Sejarah - UNAIR (31.71%)
11. Psikologi - UNAIR (39.62%)
12. Sastra Indonesia - UNAIR (31.03%)
13. Sastra Inggris - UNAIR (31.18%)
14. Sosiologi - UNAIR (32.12%)

III. UNIVERSITAS HASSANUDIN

JURUSAN IPA
1. Agronomi - UNHAS (29.02%)
2. Arsitektur - UNHAS (39.16%)
3. Geofisika (Meteorologi) - UNHAS (36.66%)
4. Ilmu Kelautan - UNHAS (33.83%)
5. Statistika - UNHAS (33.38%)
6. Teknik Elektro - UNHAS (39.16%)
7. Teknik Geologi - UNHAS (34.52%)
8. Teknik Mesin - UNHAS (35.55%)
9. Teknik Perkapalan - UNHAS (39.86%)
10. Teknik Pertanian - UNHAS (31.33%)
11. Teknik Sipil - UNHAS (35.55%)
12. Teknologi Hasil Pertanian - UNHAS (34.44%)

JURUSAN IPS
1. Antropologi Sosial - UNHAS (30.31%)
2. Ekonomi Akuntansi - UNHAS (43.75%)
3 Ekonomi Manajemen - UNHAS (41.18%)
4. Ekonomi Pembangunan - UNHAS (35.78%)
5. Ilmu Administrasi Negara - UNHAS (38.75%)
6. Ilmu Hubungan Internasional - UNHAS (38.90%)
7. Ilmu Hukum - UNHAS (33.75%)
8. Ilmu Komunikasi - UNHAS (33.15%)
9. Ilmu Pemerintahan - UNHAS (33.90%)
10. Sosiologi - UNHAS (30.09%)

IV. UNIVERSITAS UDAYANA


JURUSAN IPA

1. Arsitektur - UNUD (36.52%)
2. Biologi - UNUD (28.05%)
3. Fisika - UNUD (28.5%)
4. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan - UNUD (26.38%)
5. Kedokteran Hewan - UNUD (32.02%)
6. Kimia - UNUD (27.66%)
7. Nutrisi dan Makanan Ternak - UNUD (26.52%)
9. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian - UNUD (26.38%)
10. Produksi Ternak - UNUD (27.5%)
11. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNUD (27.36%)
12. Teknik Elektro - UNUD (39.16%)
13. Teknik Mesin - UNUD (35.36%)
14. Teknik Sipil - UNUD (33.66%)
15. Teknologi Hasil Pertanian - UNUD (29.30%)

JURUSAN IPS

1. Agronomi - UNUD (27.36%)
2. Arkeologi - UNUD (28.28%)
3. Administrasi Negara  - UNUD (27.8%)
4.  Ilmu Politik - UNUD (25.2 %)
5. Ekonomi Pembangunan - UNUD (37.03%)
6. Ilmu Hukum - UNUD (31.09%)
7. Ilmu Sejarah - UNUD (20.31%)
8. Ilmu Tanah - UNUD (27.63%)
9. Pariwisata Budaya D4 - UNUD (26.87%)
10. Sastra Daerah - Untuk Sastra Bali - UNUD (23.59%)
11. Sastra Daerah - Untuk Sastra Jawa - UNUD (22.81%)
12. Sastra Indonesia - UNUD (26.87%)
13. Sastra Inggris - UNUD (28.75%)
14. Seni Rupa Murni - UNUD (26.34%)

V. UNIVERSITAS MULAWARMAN

JURUSAN IPA
1. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan - UNMUL (23.47%)
2. Ilmu Tanah - UNMUL (28.61%)
3. Pend. Biologi - UNMUL (25.41%)
4. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNMUL (28.88%)
5. Teknologi Hasil Hutan - UNMUL (26.38%)

JURUSAN IPS
1. Ekonomi Akuntansi - UNMUL (35.15%)
2. Ekonomi Manajemen - UNMUL (36.87%)
3. Ekonomi Pembangunan - UNMUL (35.46%)
4. Ilmu Administrasi Negara - UNMUL (31.56%)
5. Ilmu Pemerintahan - UNMUL (34.06%)
6. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah - UNMUL (25.62%)
7. Pend. Bhs. Inggris - UNMUL (29.53%)


VI. UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

JURUSAN IPA
1. Biologi - UNNESA (30.25%)
2. fisika - UNNESA (30.58%)
3. Ilmi Keolahragaan - UNNESA (29.64%)
4. Kimia - UNNESA (30.58%)
5. Matematika - UNNESA (30.68%)
6. Pend. Biologi - UNNESA (28.05%)
7. Pend. Fisika - UNNESA (27.01%)
8. Pend. Teknik Bangunan - UNNESA (28%)
9. Pend. Teknik Elektro - UNNESA (30.63%)
10. Pend. Teknik Mesin - UNNESA (30.15%)


JURUSAN IPS
1. Bahasa dan Sastra Indonesia - UNNESA (29.41%)
2. Bahasa dan Sastra Inggris - UNNESA (29.41%)
3. Bimbingan dan Konseling - UNNESA (25.75%)
4. Pend. Bahasa & Sast.Indonesia dan Daerah - UNNESA (28.66%)
5. Pend. Bhs. Inggris - UNNESA (31.97%)
6. Pend. Bhs. Jepang - UNNESA (29.03%)
7. Pend. Bhs. Jerman - UNNESA (29.44%)
8. Pend. Ekonomi - UNNESA (29.06%)
9. Pend. Geografi - UNNESA (30.43%)

VII. UNIVERSITAS NUSA CENDANA

JURUSAN IPA
1. Agronomi - UNDANA (21.64%)
2. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan - UNDANA (22.47%)
3. Ilmu Tanah - UNDANA (25.36%)
4. Nutrisi dan Makanan Ternak - UNDANA (22.05%)
5. Pend. Biologi - UNDANA (22.77%)


VII. UNIVERSITAS CENDRAWASIH

JURUSAN IPA
1. Agronomi - UNCEN (22.08%)
2. Budi Daya Hutan - UNCEN (26.38%)
3. Pend. Matematika - UNCEN (25.27%)
4. Produksi Ternak - UNCEN (27.77%)
5. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNCEN (22.08%)
6. Teknik Sipil - UNCEN (31.66%)
7. Teknik Sipil D3 - UNCEN (29.41%)

JURUSAN IPS
1. Antropologi Sosial - UNCEN (27.03%)
2. Ekonomi Manajemen - UNCEN (35.62%)
3. Ekonomi Pembangunan - UNCEN (33.75%)
4. Ilmu Administrasi Negara - UNCEN (30.46%)
5. Ilmu Hukum - UNCEN (32.03%)
6. Ilmu Kesejahteraan Sosial - UNCEN (30.51%)
7. Sosiologi - UNCEN (28.59%)

VIII. UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

JURUSAN IPA
1. Agronomi - UNLAN (27.36%)
2. Arsitektur - UNLAN (32.36%)
3. Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan - UNLAN (26.52%)
4. Ilmu Tanah - UNLAN (28.75%)
5. Pend. Biologi - UNLAN (26.66%)
6. Pend. Kimia - UNLAN (23.47%)
7. Pendidikan Dokter - UNLAN (36.80%)
8. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian - UNLAN (23.88%)
9. Teknik Sipil - UNLAN (31.76%)
10. Teknologi Hasil Hutan - UNLAN (27.16%)

JURUSAN IPS
1. Ekonomi Akuntansi - UNLAN (38.43%)
2. Ekonomi Manajemen - UNLAN (37.65%)
3. Ekonomi Pembangunan - UNLAN (33.75%)
4. Ilmu Administrasi Negara - UNLAN (28.75%)
5. Ilmu Administrasi Niaga - UNLAN (28.75%)
6. Ilmu Hukum - UNLAN (29.21%)
7. Ilmu Pemerintahan - UNLAN (33.59%)

IX. UNIVERSITAS HALUOLEO

JURUSAN IPA
1. Agronomi - UNHALU (20.54%)
2. Budi Daya Perairan - UNHALU (23.19%)
3. Pend. Matematika - UNHALU (23.88%)
4. Teknik Elektro D3 - UNHALU (26%)
5. Teknik Mesin D3 - UNHALU (28.62%)
6. Teknik Sipil D3 - UNHALU (26.62%)

JURUSAN IPS
1. Antropologi Sosial - UNHALU (25.71%)
2. Ekonomi Akuntansi - UNHALU (33.15%)
3. Ekonomi Manajemen - UNHALU (32.53%)
4. Ekonomi Pembangunan - UNHALU (31.03%)
5. Ilmu Administrasi Negara - UNHALU (25.34%)
6. Ilmu Komunikasi - UNHALU (32.21%)
7. Pend. Bhs. Inggris - UNHALU (27.96%)
8. Sosiologi - UNHALU (27.59%)

X. UNIVERSITAS SAM RATULANGI
 
JURUSAN IPA
1. Agronomi - UNSRAT (27.5%)
2. Arsitektur - UNSRAT (32.36%)
3. Ilmu Kelautan - UNSRAT (31.30%)
4. Ilmu Tanah - UNSRAT (27.5%)
5. Nutrisi dan Makanan Ternak - UNSRAT (27.5%)
6. Pendidikan Dokter - UNSRAT (37.80%)
7. Produksi Ternak - UNSRAT (23.88%)
8. Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) - UNSRAT (27.5%)
9. Teknik Elektro - UNSRAT (39.02%)
10. Teknik Mesin - UNSRAT (33.33%)
11. Teknik Sipil - UNSRAT (32.66%)
12. Teknologi Hasil Perikanan - UNSRAT (24.25%)

JURUSAN IPS
1. Antropologi Sosial - UNSRAT (26.71%)
2. Ekonomi Akuntansi - UNSRAT (37.5%)
3. Ekonomi Manajemen - UNSRAT (37.65%)
4. Ekonomi Pembangunan - UNSRAT (34.53%)
5. Ilmu Administrasi Negara - UNSRAT (30.31%)
8. Ilmu Hukum - UNSRAT (33.59%)
9 Ilmu Komunikasi - UNSRAT (33.15%)
10. Ilmu Pemerintahan - UNSRAT (34.06%)
11. Sosiologi - UNSRAT (29.21%)



Dibawah ini saya cantumkan data passing grade PTN seluruh Indonesia yang diambil dari berbagai sumber :http://amriawan.blogspot.com

31 Mei 2014

Cara Menghitung Passing Grade SBMPTN 2014



 
Passing Grade merupakan suatu standar (grade) dari perhitungan sederhana terhadap hasil ujian SBMPTN yang mengindikasikan kira-kira peserta masuk tidak dalam urutan peringkat kuota penerimaan jurusan yang dipilihnya tersebut.

Passing grade umumnya tidak bisa dipatok secara pasti sebab passing grade sendiri timbul dari nilai-nilai para pesaing yang memperebutkan jurusan tersebut dan selalu berfluktuasi setiap tahunnya. Namun, dalam konteks lain passing grade pun, dapat diprediksi dengan melihat daya tampung dan kuota yang diterima serta tingkat keketatan persaingan tahun sebelumnya.
PASSING GRADE SNMPTN 2013
Maka dari itu, tentu salah satu kunci sukses  SBMPTN 2014 adalah mengetahui prediksi passing grade dari perguruan tinggi negeri yang akan kita pilih, lalu membandingkannya dengan kemampuan kita (passing grade yang kita capai dalam try out). Hal ini perlu untuk menyesuaikan kemampuan dengan jurusan yang akan dipilih pada SBMPTN, kita harus terlebih dahulu mengetahui berapa perkiraan / prediksi passing grade yang dapat kita capai.
PASSING GRADE SNMPTN 2013

Cara menghitung passing grade
Anda dapat menghitung passing grade untuk memprediksi kemampuan anda setelah anda menyelesaikan soal try out SBMPTN dan mencocokannya dengan kunci jawaban, dengan rumus berikut:

Passing Grade = (B x 4) – (S x 1) x 100
-----------------------------JS x 4
Keterangan :
B = Jumlah jawaban benar
S = Jumlah jawaban salah
JS = Jumlah soal
PASSING GRADE SNMPTN 2013
Misalnya :
Hari pertama, Amri menjawab 25 soal SNMPTN dengan benar, 25 soal salah dan 25 soal tidak dijawab. Maka passing grade amri pada hari pertama adalah :
PASSING GRADE  SNMPTN, SBMPTN 2014
(25×4)-(25×1) x 100 = 25
--------75×4 

 PASSING GRADE  SNMPTN, SBMPTN 2014
Jadi passing grade Amri pada hari pertama adalah 25%
Hari kedua, Amri menjawab 20 soal SNMPTN dengan benar, 10 soal salah, dan 45 soal tidak dijawab. Maka passing grade Amri pada hari kedua adalah : 
PASSING GRADE  SNMPTN, SBMPTN 2014
(20×4)-(10×1) x 100 = 23.3
---------75×4 

PASSING GRADE  SNMPTN, SBMPTN 2014

Jadi passing grade Andi pada hari kedua adalah 23.3%
Passing Grade Andi adalah rata-rata dari passing grade hari pertama dan passing grade hari kedua. Tepatnya sebagai berikut: 
 PASSING GRADE  SNMPTN, SBMPTN 2014
Passing Grade Total =PGH1 + PGH2
------------------------------2 

 PASSING GRADE  SNMPTN, SBMPTN 2014
Keterangan :
PGH1 = Passing Grade Hari Pertama
PGH2 = Passing Grade Hari Kedua
Jadi passing grade total dari Andi adalah = (25%+23.3%)/2 = 24.15%
Perhitungan passing grade juga bisa dilakukan sekaligus, maksud saya hari pertama dan hari kedua dihitung langsung. 
PASSING GRADE  SNMPTN, SBMPTN 2014
PG = ((B1+B2)*4) – ((S1+S2)*1) x 100
-------------------(JS1+JS2)*4  

 PASSING GRADE  SNMPTN, SBMPTN 2014
Keterangan :
B1 = Jumlah jawaban benar di SNMPTN hari I
B2 = Jumlah jawaban benar di SNMPTN hari II
S1 = Jumlah jawaban salah di SNMPTN hari I
S2 = Jumlah jawaban salah di SNMPTN hari II
JS1 = Jumlah soal di SNMPTN hari I
JS2 = Jumlah soal di SNMPTN hari II