Pasang Iklan Disini!

Tampilkan postingan dengan label Fenomena Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fenomena Alam. Tampilkan semua postingan

24 Juli 2011

Ko Phi Phi Masih Andalan Thailand

Phi Phi adalah gugusan pulau-pulau kecil di pantai barat Thailand bagian selatan. Tempat wisata ini mampu menjaring jutaan wisatawan asing tiap tahunnya. Terdiri dari enam pulau kecil, dua pulau utama di sini adalah Phi Phi Don dan Phi Phi Leh. Gugusan pulau ini sangat menarik minat wisatawan karena panorama yang indah, campuran laut biru jernih dengan pulau-pulau karst hijau.

Phi Phi dan pulau-pulau lain di wilayah ini hancur terkena tsunami Samudera Hindia pada 2004. Selama beberapa tahun setelah bencana, pariwisata yang merupakan sektor andalan daerah ini hancur. Ratusan penduduk Phi Phi termasuk wisatawan asing meninggal dan hilang. Namun kini, tidak tampak lagi bekas-bekas keganasan tsunami. Wisatawan asing kembali berkunjung ke tempat ini dan Phi Phi pun jadi andalan wisata Negeri Gajah Putih.



Phi Phi Don, pulau terbesar, berpenghuni dan memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Banyak wisatawan yang memilih untuk menghabiskan beberapa hari di pulau ini. Pulau tersebut juga sering menjadi pelabuhan transit bagi mereka yang ingin pergi ke Ko Lanta atau Ko Phanga.

Sebagian besar pelancong mencapai Phi Phi melalui pulau Phuket, yang juga merupakan salah satu lokasi wisata paling terkenal di Thailand. Sebagian wisatawan lainnya memilih untuk menuju ke Phi Phi melalui Krabi di dataran utama Thailand.

Atraksi wisata yang biasanya dapat dinikmati dari tur Phi Phi Islands adalah kunjungan ke Maya Bay. Teluk kecil yang indah ini terkenal setelah menjadi lokasi syuting film "The Beach" yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio. Di teluk ini, wisatawan dapat mengabadikan keindahan pemandangan berupa batu-batu karst tinggi, kapal-kapal tradisional, atau berenang dan bermain air. Tempat ini juga sangat sesuai untuk olahraga snorkeling karena airnya yang jernih dan keindahan panorama bawah lautnya. Berbagai ikan kecil aneka warna terdapat di pantai ini.

Anda juga dapat menyaksikan Viking Cave atau Gua Viking yang merupakan gua peninggalan zaman dahulu kala. Gua Viking terletak di Phi Phi Leh yang tidak berpenghuni. Anda hanya dapat menyaksikan keindahannya dari atas kapal, karena hanya kayak atau perahu kecil yang dapat mendekati gua. Gua tersebut juga menjadi lokasi penghasil sarang burung walet.

Tur ke Phi Phi dari Phuket


Dua kali sudah saya berkesempatan untuk mengunjungi Phi Phi dan dua kali pula saya terpesona akan keindahannya. Dari Phuket, kapal menuju Phi Phi berangkat dari Rassada Pier.

Walaupun ada wisatawan yang menginap di hotel-hotel di Phi Phi Don, kebanyakan masih tetap memilih day trip, atau perjalanan sehari tanpa menginap. Saya pun demikian.



Dengan kapal cepat, perjalanan dari Phuket menuju ke Phi Phi menempuh waktu satu jam. Speed boat bisa menampung 25 sampai 40 penumpang, tergantung jumlah peserta turnya.

Keuntungan dari mengikuti tur jenis ini adalah Anda akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk beraktivitas. Anda akan diberi waktu untuk bermain di Maya Bay serta memberi makan ikan.  Selain itu, kapal akan berhenti di beberapa pulau kecil dalam perjalanan pulang. Biayanya sekitar 1000-1200 baht Thailand per orang.

Pilihan yang lain adalah menggunakan kapal besar yang lebih lambat (slow boat). Kapal ini dapat menampung lebih dari 200 orang. Terdiri dari dek susun empat, kapal ini juga berfungsi sebagai feri bagi mereka yang akan menginap atau transit di Phi Phi Don.

Dengan tur ini, Anda dapat menikmati waktu lebih lama di atas kapal. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai di Phi Phi. Namun, karena ukurannya yang terlalu besar, kapal tidak dapat berlabuh di Maya Bay dan penumpang hanya dapat menikmati keindahannya dari kejauhan. Biaya per orang untuk tur jenis ini adalah 650-750 baht Thailand.

Kedua jenis tur menyediakan makan siang secara prasmanan di Phi Phi Don. Bagi Anda yang muslim, jangan khawatir, makan siang yang disediakan selalu halal karena mayoritas penduduk Phi Phi adalah muslim. Bagi Anda yang ingin menunaikan ibadah salat, terdapat sebuah masjid di ujung pulau, kira-kira 10 menit dari pelabuhan.

11 Juni 2011

Gerhana Matahari Tengah Malam, Mungkin?



NASA Gerhana Matahari tengah malam yang dilihat di wilayah utara Swedia, 31 Juli 2000, difoto oleh Oddleiv Skilbrei.

Mungkinkah gerhana Matahari terjadi pada tengah malam? Ini memang seperti pertanyaan konyol. Tetapi, Knut Joergen Roed Oedegaard, astrofisikawan dari Norwegian Centre for Science Education, mengatakan, fenomena itu mungkin terjadi dan akan terjadi pada tengah malam hari ini, 1 Juni 2011.
"Ini mungkin seperti sebuah kontradiksi untuk mengalami gerhana Matahari pada malam hari. Tapi, inilah yang akan dilihat di wilayah Norwegia bagian utara, Swedia, dan Finlandia pada 1 Juni hari ini," kata Oedegaard seperti dikutip Spacedaily.com, Rabu (1/6/2011).
Bagaimana hal itu bisa terjadi? Oedegaard mengatakan, saat belahan Bumi utara mengalami musim panas tahun ini, wilayah Artik tidak mengalami Matahari tenggelam. Jadi, pada prinsipnya gerhana Matahari bisa terjadi kapan saja.
Gerhana yang akan terjadi hari ini adalah gerhana Matahari parsial. Gerhana ini ialah gerhana Matahari tengah malam pertama setelah 31 Juli 2000 dan yang terdalam sejak 1985. Penduduk setempat harus menunggu hingga tahun 2084 untuk menyaksikan gerhana Matahari tengah malam yang lebih dalam.
Johny Setiawan, astronom Max Planck Institute for Astronomy, mengatakan, "Gerhana matahari total juga bisa terjadi di tengah malam, seperti yang mungkin terjadi pada 4 Desember 2021 dan 15 Desember 2039 di kutub selatan, di mana Desember adalah musim 'panas' dan Matahari tak pernah tenggelam."
Untuk gerhana kali ini, Fred Espenak dari Goddard Space Flight Center NASA mengatakan, wilayah lain juga bisa melihat, tetapi bukan saat tengah malam. Beberapa wilayah itu antara lain China, Siberia, Eslandia, Alaska, Jepang, Korea Utara, dan Kanada.
Wilayah Reykjavik, Eslandia, akan mengalami gerhana tepat sebelum senja hari ini. Sementara wilayah China dan Siberia akan mengalaminya pada Kamis (2/6/2011) fajar besok. Uniknya, berdasarkan publikasi space.com, wilayah China dan Siberia akan mengalami lebih dulu. Jadi gerhana seolah-olah dimulai pada tanggal 2 Juni 2011 dan berakhir pada 1 Juni 2011.

06 Juni 2011

Jakarta Mustahil Jadi Pusat Gempa



KOMPAS.com Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta
JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta diprediksikan tidak mungkin menjadi pusat gempa. Hal tersebut terungkap dalam konferensi pers yang diadakan di Crisis Center, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jakarta, Rabu (1/6/2011) hari ini.
"Sampai sekarang belum ditemukan adanya pusat gempa di Jakarta. Dari data dan analisis kami sekarang, tidak mungkin Jakarta diguncang gempa 8,7 skala richter. Kalau Jakarta dipengaruhi oleh gempa sebesar 8,7 skala richter di wilayah lain, itu mungkin," kata Deputi Bidang Geofisika Dr. P.J. Prih Rahardi. Konferensi pers ini diadakan untuk merespon isu akan terjadinya gempa bermagnitud 8,7 di Jakarta yang sempat beredar beberapa waktu lalu.
Menurut Prih, ada beberapa patahan yang mungkin mempengaruhi Jakarta. Beberapa patahan itu adalah megathrust di Selat Sunda, patahan Kemuring, patahan Semangko, patahan Cimandiri, patahan Sunda, dan patahan Lembang. Gempa yang terjadi akibat patahan itu akan mengakibatkan goncangan dengan skala berbeda.
Prih mengungkapkan, beberapa skenario telah dianalisis terkait dengan dampak aktivitas seismik pada tiap patahan pada goncangan di Jakarta. Analisis ini dilakukan dengan software ShakeMap sehingga diketahui goncangan dalam MMI (Modified Mercalli Intensity). MMI mengukur skala goncangan dari 1 hingga 12.
"Dari analisa, kalau gempa berkekuatan 8,7 skala richter terjadi (sumbernya dari aktivitas seismik Selat Sunda), maka Jakarta akan menerima goncangan sekitar 6 - 7 MMI. Kalau sumbernya di Kemuring, potensi gempanya 7,6, maka goncangannya di Jakarta lebih rendah, sekitar 4 MMI," urai Prih.
Adapun patahan Semangko yang berpotensi gempa 7,2 skala richter bisa mengakibatkan goncangan 4 MMI. Sementara patahan Cimandiri yang berpotensi gempa 7,2 dan patahan Lembang yang berpotensi gempa 6,8 bisa menyebabkan goncangan 5 MMI. Patahan Sunda berpotensi gempa 7,6 bisa mengakibatkan goncangan 4 - 5 MMI.
Lalu apa yang akan terjadi di Jakarta ketika misalnya mengalami goncangan 7 MMI? Prih mengungkapkan, "7 MMI sudah cukup besar. Kalau sebesar itu bangunan yang jelek sudah retak-retak dan kalau bangunan bagus plesternya mungkin lepas. Tapi, kalau bangunan bagus nggak akan terjadi apa-apa, nggak akan runtuh."
Sebagai tindak lanjut pada goncangan yang bisa terjadi di Jakarta akibat gempa bumi di sumber lain, BMKG, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Pemda DKI berencana untuk bekerjasama melakukan monitoring gempa-gempa mikro dan pembuatan mikrozonasi di Jakarta sehingga resiko bencana bisa diminimalkan.
"Kita akan lakukan pengeboran untuk pasang seismometer. Yang dalam ada 4 kalau yang dangkal ada ratusan. BMKG akan buat 1 yang akan ditaruh di Akademi Meteorologi dan Geofisika di Bintaro," kata Prih. Dengan memasang seismometer, maka akan diketahui apakah ada aktivitas gempa di Jakarta sebab dengan pengeboran dalam, sesnitifitasnya akan lebih tinggi.
Prih mengatakan, pengeboran BMKG akan dilakukan tahun ini sementara yang lain akan menyusul. Lebih lanjut, Prih mengatakan bahwa gempa bumi hingga saat ini belum bisa diprediksikan kapan terjadinya. "Jadi kalau ada yang menyatakan waktunya, itu cuma isu," tandasnya.
Tapi itu semua hanya Allah S.W.T yang tahu.....Wallah Huallam.............(Fay Yasin Outsider)