Pasang Iklan Disini!

Tampilkan postingan dengan label Group Band. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Group Band. Tampilkan semua postingan

05 September 2012

Ariel, Luna Maya, dan Dara


Oktober lalu, Ariel menciptakan sebuah single berjudul Dara yang dirilis di Rutan Kebon Waru, Bandung, Jawa Barat. Banyak pihak berspekulasi lirik tembang itu ditujukan untuk Luna Maya.

Dalam kesempatan wawancara dengan Amica Indonesia, beberapa waktu lalu, Luna mengatakan, "Saya tidak mau takabur."

"Dia banyak sekali menciptakan lagu bertahun-tahun yang lalu dan baru sekarang dirilis. Saya rasa ini ungkapan hatinya," ujar Luna Maya.

Pemain film Bangsal 13 ini sama sekali tidak menyebut nama Ariel dalam wawancara. Tetapi menggunakan kata ganti "dia atau nya".

"Dia mengalami banyak rintangan. Misalnya kenapa saat kita memiliki hubungan khusus dengan seseorang rintangannya banyak sekali."

"Kadang kala kita merasa capek, sepertinya semua terasa terlalu banyak. Ya sudah, tenang-tenang, aku tahu kamu lelah, something like that," suara Luna mengecil saat menjawab pertanyaan soal lirik lagu Dara, yang seolah-olah mengiyakan bahwa Ariel menunjukan kalimat penghibur itu kepada Luna.
Ariel sendiri telah bebas bersyarat pada 23 Juli lalu. Seperti diketahui, selama di rumah tahanan, Luna kerap membesuk mantan kekasihnya itu. Kini hubungan asmara keduanya telah berakhir.

24 Agustus 2012

Album MUSE Yang Aneh




Seringkali dianggap sebagai band alternatif terbaik dekade ini, Muse akan merilis THE 2ND LAW pada 1 Oktober mendatang. Lucunya, Dominic Howard sang drummer menganggap album keenam ini sebagai album teraneh.
"Masalahnya, yang kami kerjakan di sini memang benar-benar berbeda. Sound-nya aneh, begitu beragam. Ini yang paling lain dari yang dulu-dulu," kata Dominic dalam sebuah wawancara radio.
"Justru keragaman itu yang bikin menarik. Aku berani menjamin, THE 2ND LAW itu jenis album yang bakal mengejutkan kamu di setiap lagunya. Kamu bakal ketagihan mendengarkan lagu per lagu, terus-menerus, berulang-ulang," ujar Dominic bersemangat.
Mengungkapkan pendapatnya tentang lagu Madness yang dirilis menjadi single pertama album tersebut, Dominic menyebutnya sebagai penyegaran.
"Madness hampir seperti lagu balada, ya kan? Sangat minimalis. Dia jadi semacam petunjuk untuk lagu-lagu lainnya," tutur sang drummer, setengah berahasia.
Walaupun personelnya sendiri mengakui album terbaru mereka ini aneh, tetapi jelas Muse bangga dengan yang telah dikerjakan dalam THE 2ND LAW.

05 Agustus 2012

Nama Baru Grup Band Ariel "PETERPAN"



Hari ini (2/8) boleh dianggap hari yang bersejarah bagi Ariel, Uki, David, Reza, dan Lukman. Sepuluh hari setelah Ariel menghirup udara bebas, band yang terbentuk pada 2003 ini akhirnya mengumumkan nama baru: NOAH.

"Sebuah kekuatan sudah menemukan kami satu persatu dengan cara yang tak bisa diterka siapa pun. Kami akan meneruskan perjalanan," ujar Ariel sebelum dirinya mengumumkan nama baru NOAH di kantor Musica Studio, Jakarta. 
"Nama NOAH itu sebenarnya sudah ada sejak 2,5 tahun lalu. Prosesnya memusingkan. Nama ini simpel, dan satu warna dengan musik kami."

Ditinjau dari etimologinya, nama NOAH berarti "damai" dan "sang pembuat nyaman". Pada Jumat, 3 Agustus 2012, NOAH akan meluncurkan single pertama "Separuh Aku" di 200 radio seluruh Indonesia tepat pukul 15.08.

"Tanggal 3 bulan 8 jam 3 lewat 8 menit," jelas Ariel.

Ariel mengungkapkan bahwa tak akan ada banyak perubahan dalam tubuh NOAH. "Yang baru hanyalah semangatnya."

Selamat datang NOAH di dunia musik Tanah Air!
***

Bagaimana pendapatmu tentang nama baru band Ariel, dkk? Yuk, diskusi di kolom komentar.

16 Juni 2012

Konser Musisi Asing di Bulan Juni 2012

Tidak usah panik karena batalnya konser Lady Gaga dan grup musik metal Miss May I di Indonesia pada bulan Juni. Masih ada sejumlah musisi asing lain yang tetap dijadwalkan manggung bulan ini. Siapa saja?

1 Juni: NKOTBSB di Mata Elang International Stadium – Ancol, Jakarta
New Kids on the Block dan Backstreet Boys dalam satu pertunjukan? Tentunya cukup sulit bagi banyak penggemarnya (yang rata-rata sudah bukan ABG lagi) untuk melewatkan kesempatan menonton konser dari dua boyband kondang era 90-an itu. Harga tiketnya berkisar Rp 950 ribu – Rp 5 juta. Promotor: Berlian Entertainment dan ASD.NKOTBSB di Hotel Borobudur, Jakarta pada Kamis (31/5)NKOTBSB di Hotel Borobudur, Jakarta pada Kamis (31/5)

4 Juni: Set Your Goals di The Green Kemang, Jakarta
Setelah tahun lalu manggung bareng Alesana, grup musik pop punk ini datang lagi ke Indonesia. Tiketnya dijual seharga Rp 200 ribu. Promotor: Peter Says Denim.

5 Juni:  Set Your Goals di Lucky Skate Park, Bandung

Tidak hanya Jakarta saja, dalam turnya ke Indonesia kali ini, mereka juga manggung di Bandung. Harga tiketnya sama, Rp 200 ribu. Promotor: Peter Says Denim.

5 Juni: Christina Perri di Tennis Indoor Senayan, Jakarta
Bersiaplah untuk terseret dalam nuansa galau saat “Jar of Hearts” dilantunkan oleh penyanyi cewek kelahiran 1986 ini dalam konsernya nanti. Harga tiketnya berkisar Rp 250-500 ribu. Promotor: Promotor: Asia Live, Blackrock Entertainment, StarD, dan Marygops Studios.Christina Perri

8 Juni: Nadia Ali di Immigrant – Plaza Indonesia, Jakarta
Penyanyi cewek keturunan Pakistan asal Amerika ini datang ke Indonesia dalam rangkaian tur “Queen Of Clubs”. Harga tiket belum diketahui hingga tulisan ini selesai. Promotor: Blade Indonesia. 

9 Juni: Tortured Soul di Basket Hall – Gelora Bung Karno, Jakarta
Setelah beberapa tahun lalu sempat tampil dalam dua festival musik yang digelar di Indonesia, sekarang band pengusung soul dan funk ini datang lagi. Harga tiket: Rp 300 ribu. Promotor: Up Front dan Warriors Indonesia. 

12 Juni: Tortured Soul di Boshe VVIP Club, Bali
Untuk pertunjukan perdana grup musik beranggotakan tiga personel ini di Bali, harga tanda masuknya sama dengan di Jakarta, Rp 300 ribu. Promotor: Up Front dan Warriors Indonesia.  

16 Juni: Xia Junsu di JITEC – Mangga Dua Square, Jakarta
Penyanyi yang juga aktor asal Korea Selatan ini bakal manggung sendiri, tidak bareng grupnya, JYJ. Bagi para penggemar K-pop, silakan berburu tiketnya yang ditawarkan pada kisaran Rp 750 ribu – Rp 3 juta. Promotor: JSK Enterprise. Xia Junsu

22 Juni: Jason Mraz di Lapangan D Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta
Penyanyi cowok yang baru merilis album “Love Is a Four Letter Word” ini datang lagi ke Indonesia setelah sebelumnya sudah pernah manggung di Jakarta dan Bali. Kali ini harga tiket untuk menyaksikan pertunjukannya berkisar Rp 420 ribu sampai Rp 1,2 juta. Promotor: Asia Live, Blackrock Entertainment, dan Marygops Studios.

30 Juni: MBLAQ di Mata Elang International Stadium – Ancol, Jakarta
Satu lagi pengusung K-pop yang akan manggung di Indonesia bulan Juni. Bagi para penggemarnya, boyband bernama lengkap Music Boys Live in Absolute Quality ini bisa ditonton dengan harga tiket mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta. Promotor: Dynamo Buzz! dan Gamma Live.

Semoga kedatangan musisi-musisi asing kondang lainnya ke Indonesia tetap berjalan lancar, tidak terpengaruh dengan pembatalan konser Lady Gaga. Semoga.

30 April 2012

Jadwal Konser Musisi Asing Di Indonesia Bulan Mei



Bulan Mei merupakan saat tepat bagi para penggemar konser musisi asing untuk sejenak menarik napas dan “merapikan” dompet, setelah terus diserbu oleh tawaran pertunjukan sejak awal tahun.
Jadwal pertunjukan bulan Mei ini tidak sebanyak bulan-bulan sebelumnya. Tapi jangan salah duga, bukan berarti tidak ada konser yang menarik. Coba lihat nama-nama di bawah ini:
1 Mei: Avenged Sevenfold di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta Grup heavy metal asal California yang juga dikenal dengan singkatan A7X ini datang lagi ke Indonesia untuk ke-3 kalinya. Kali ini, tiket untuk menyaksikan aksi panggung mereka dijual pada harga Rp 300 ribu dan Rp 500 ribu. Promotor: Entertainment Range dan Showmaxxx.
1 Mei: Vertical Horizon di Hard Rock Café, Jakarta Grup musik rock alternatif ini juga sudah pernah datang sebelumnya ke Indonesia. Tepatnya, tahun 2009 lalu. Konser mereka di Jakarta lagi kali ini bisa ditonton dengan membayar Rp 500 ribu. Promotor: Original Production.
2 Mei: L'Arc-en-Ciel di Lapangan D Senayan, Jakarta Suka dengan grup musik rock asal Jepang ini? Jangan sampai ketinggalan berburu tiketnya yang dipasang pada kisaran Rp 500 ribu - Rp 1,2 juta. Promotor: Marygops Studios.
3 Mei: Vertical Horizon di Hard Rock Café, Bali Selain di Jakarta, band asal Amerika ini juga manggung di Bali dengan harga tanda masuk yang agak berbeda. Berapa? Rp 350 ribu. Promotor: Original Production.
5 Mei: Gorillaz Sound System, Kelis, Van She, dan Saint Etienne di Tennis Park Senayan, Jakarta Ini adalah beberapa nama musisi dari luar negeri yang akan tampil di acara bertajuk “Dimensions Playground”. Harga tiketnya Rp 420 ribu. Promotor: Urbanite Asia.
9 Mei: Gorillaz Sound System dan Kelis di Garuda Wisnu Kencana, Bali Untuk pertunjukan di Bali, harga tiketnya sama dengan pertunjukan mereka sebelumnya di Jakarta, Rp 420 ribu. Promotor: Urbanite Asia.
10 Mei: Jay Park di Balai Sarbini, Jakarta Ya, penyanyi Korea ini datang lagi ke Indonesia. Ingin menonton langsung? Sebenarnya, cukup membeli album terbarunya di toko-toko tertentu untuk mendapatkan stiker hologram yang bisa ditukarkan dengan undangan. Tapi, kabarnya kuota undangan sudah habis sejak awal bulan April lalu. Promotor: Universal Music Indonesia.
10 Mei: Morrissey di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Penampilan penyanyi Inggris bernama lengkap Steven Patrick Morrissey ini di Jakarta bisa ditonton dengan tiket yang berkisar Rp 605 ribu - Rp 2,2 juta. Promotor: Indika Productions.
14 Mei: David Choi di Hard Rock Café, Jakarta Satu lagi bintang yang terkenal via video di YouTube berkunjung ke Indonesia. Untuk menyaksikan penampilan penyanyi bernama lengkap David Yong Choi ini, silakan siapkan duit sebesar Rp 300 ribu. Promotor: Stard Protainment.
16 Mei: Bane di Rossi Musik, Jakarta Setelah tahun 2010 lalu sempat berkunjung, sekarang grup musik hardcore ini datang lagi ke Indonesia dalam rangkaian tur ke beberapa negara di Asia Tenggara. Untuk pertunjukan mereka di Jakarta, cukup siapkan Rp 50 ribu. Promotor: TrueSide.
16 Mei: Paolo Fresu Quintet di Gedung Kesenian Jakarta Untuk menikmati suguhan musik jazz dari kelompok asal Italia ini, jangan lupa membeli tanda masuknya yang berkisar Rp 75 ribu - Rp 100 ribu. Promotor: Institut Kebudayaan Italia Jakarta dan Gedung Kesenian Jakarta.
17 Mei: Bane di Gedung Seni Pos IV, Bandung 
Selain Jakarta, band asal Amerika Serikat ini juga bakal manggung di Bandung. Hingga tulisan ini selesai, harga tiketnya belum diketahui. Promotor: Holdingtrue.

12 Maret 2012

Lima Band Kecil Indonesia Yang Sudah Go International



Istilah “go international” kerap keluar dari bibir banyak penyanyi dan musisi tanah air. Namun tidak banyak yang benar-benar mewujudkannya. Dalam rangka Hari Musik Nasional yang jatuh tepat hari ini, tanggal 9 Maret, berikut adalah beberapa grup tanah air yang sudah menorehkan namanya di kancah musik mancanegara.

Mereka memang tidak sering menghiasi layar televisi nasional dan musik mereka juga tidak didengar oleh jutaan rakyat Indonesia namun mereka diam tapi pasti telah mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.

Selamat hari musik nasional!

Mocca
Dari awal pemunculannya, grup musik asal Bandung ini sudah menarik publik musik internasional, khususnya Asia Tenggara. Mocca mengawali perjalanan musical mancanegara mereka di Singapura pada tahun 2005. Saat itu album debut mereka dirilis album oleh label asal Singapura, Fruits Records. Setelah itu album Mocca juga dirilis oleh label Malaysia, Jepang dan Korea. Di Jepang dan Korea inilah, Mocca mendapat basis penggemar yang besar. Tercatat sudah lima lagu mereka yang menjadi jingle iklan di Korea dan juga tampil dalam serial televisi di sana. 

Bottlesmoker

Duo asal Bandung ini sudah menjadi langganan pada berbagai festival dan acara musik di Asia. Negara-negara yang telah mereka kunjungi antara lain, Malaysia, Brunei Darusalam, Cina, Singapura, Filipina.  Dan di tahun 2012, Bottlesmoker menambah daftar negara di Asia yang telah mereka jelajahi dengan jadwal panggung mereka di Thailand dan juga Vietnam. Penggemar mereka tersebar dari pulau Sumatera hingga dataran Cina. Duo yang selalu membagikan musik mereka secara gratis di Internet ini juga dirilis oleh  beberapa net label di Amerika Serikat dan juga di Eropa.

White Shoes and the Couples Company
Unit musik jebolan Institut Kesenian Jakarta ini menjadi bukti nyata bahwa musik dengan bahasa Indonesia juga dapat berbicara di pentas internasional. Tidak tanggung-tanggung, negara yang telah mereka tembus adalah Amerika Serikat yang dikenal memiliki pasar musik yang sangat ketat. Album perdana mereka dirilis oleh label asal Chicago, Minty Fresh yang sebelumnya sukses dengan band The Cardigans. Di tahun 2008, White Shoes and the Couples Company dua kali menyambangi Amerika Serikat. Pertama untuk CMJ Music Marathon dan SXSW Music Festival. Di tahun 2012, mereka mengadakan tur Eropa yang pertama dengan bermain di dua negara, Perancis dan Belanda. 

The S.I.G.I.T
Kuartet rock asal Bandung, The S.I.G.I.T (The Super Insurgent Group Of Interperence Talent) namanya juga kian kencang di kancah musik mancanegara. Setelah sempat dibahas dalam salah satu kolom pada tabloid musik NME di tahun 2005, album debut The S.I.G.I.T yang di Indonesia dirilis oleh FFCuts (sub divisi dari FFWD Records) juga dirilis oleh label Australia, Cavemen. Di bulan Juni 2007, The S.I.G.I.T tur sebulan penuh di beberapa kota di Australia. Setelah itu, tepatnya di tahun 2009, mereka kembali bermain di pentas luar negeri kali ini di Amerika Serikat dan juga Hongkong. Kini Anda dapat vote The S.I.G.I.T atau band-band lokal lainnya untuk mewakili Indonesia pada festival musik Rock and Roots yang akan berlangsung di Singapura akhir Maret 2012 ini.

Gugun and The Blues Shelter 
Trio asal Jakarta, Gugun and The Blues Shelter telah membawa musik Blues Indonesia ke kancah internasional. Gugun membuktikan bahwa musik blues tidak hanya milik musisi Afrika Amerika. Sejauh ini Gugun and The Blues Shelter telah bermain di Malaysia, Singapura, Shanghai dan Inggris. Pada panggung mereka di Inggris, Gugun and The Blues Shelter bermain bersama nama-nama besar seperti Bon Jovi, Rod Stewart dan The Killers. Album kelima mereka yang bertajuk Solid Ground dirilis oleh Grooveyard Records yang berbasis di New York, Amerika Serikat.

26 Februari 2012

Avenged Sevenfold Go To Indonesia


A7x mania,mungkin adalah kabar gembira buat anda semua karena pada tanggal 1 mei avenged sevenfold akan manggung di indonesia untuk kota yang beruntung adalah jakarta,seperti kita ketahui bahwa a7x adalah band asal california amerika serikat,musik yang mereka besut adalah hardrock,kabar ini bersumber dari management a7x di facebook mereka akan mengadakan tour asia yang berawal dari tokyo japan.
Untuk anda yang ingin ikut menikmati lagu lagu a7x segera menabunglah dan datang pada 1 mei 2012 di pantai karnaval ancol jakarta,biar anda up to date untuk acara tour a7x saya sertakan daftar jadwal avenged sevenfold berikut:
16 April 2012 – Tokyo, Jepang
18 April 2012 – Japan Diamond Hall, Nagoya, Jepang
19 April 2012 – Osaka, Jepang
22 April 2012 – Taipei University Auditorium, Taipei, Taiwan
24 April 2012 – Thunder Dome, Bangkok, Thailand
26 April 2012 – Manila, Filipina
28 April 2012 – Singapura
29 April 2012 – Malaysia Stadium Negara, Kuala Lumpur
1 Mei 2012 – Pantai Karnaval Ancol, Jakarta, Indonesia
4 Mei 2012 – Dubai, Uni Emirat Arab

15 Februari 2012

Para Idol K-pop Dongkrak Industri Produk Kecantikan Korea!


Industri kecantikan di Korea mencapai tingkat pertumbuhan lebih tinggi dari pasar mapan lainnya seperti Paris dan Jepang, dan tampak seolah-olah tren ini akan terus berlanjut. Sekarang hiburan Korea telah berhasil membuat terobosan ke Jepang, Cina, dan Asia Tenggara, dan daerah lokal dimana orang tertarik akan kecantikan dan operasi plastik terus meningkat.
Tetapi dengan Hallyu menciptakan gelombang di Eropa, Amerika dan juga Timur Tengah, fans luar negeri juga menunjukkan minat mereka dalam kecantikan Korea dan K-pop idol sendiri yang melayani sebagai model dari industri kecantikan. Korporasi yang telah memilih aktris elegan dan ramah tamah sebagai model mereka di masa lalu mengubah arah mereka dan menggunakan lebih banyak bintang idol K-pop.
Aktris Park Shin Hye adalah salah satu model top kecantikan, bersama dengan KARA yang mendominasi di Jepang, Girls’ Generation, 2NE1, T-ara, dan banyak lagi. Ini cukup langka untuk melihat model laki-laki sebagai model untuk industri kecantikan, tetapi idol seperti Lee Seung Gi, TVXQ, 2PM, Jang Geun Suk, dan Super Junior juga aktif melakukan promosi sebagai model untuk merek kecantikan.
Menurut salah satu sumber industri tersebut, “Merchandise yang secara langsung mendapat manfaat dari gelombang Hallyu tak lain adalah barang-barang yang berkaitan dengan idol serta produk kecantikan. Ini adalah bagaimana Hallyu telah banyak berdampak pada bisnis produk kecantikan.”
Sebelumnya, turis dan fans luar negeri hanya bisa mendapatkan produk kecantikan Korea di jalan-jalan perbelanjaan utama dari Myungdong di Korea, namun saat ini produk-produk tersebut tersedia di department store dan toko-toko di seluruh dunia, yang mudah diakses oleh konsumen luar negeri.

30 Desember 2011

Super Junior wins four awards Yahoo!


Reported that Super Junior won four awards Yahoo! Asia Awards 2011.

According Korea.com December 20 yesterday, Dong-hae and Si-won attended the event at the Hong Kong Convention Centre represent their group. The group won four awards namely Top Searched Artist (Group) for South Korea, Taiwan and Hong Kong.

They also recognized as Asia's Top Searched Artist Group as a whole. Dong-hae and Si-won said, "We feel very honored to receive this prestigious award, and although our visit to Hong Kong only for a moment, we thank the fans who gave us an unforgettable experience and touch it."

Yahoo! Buzz Asia Awards is an award given to the celebrities and entertainment figures are popular years ago. Yahoo! Korea, Yahoo! Hong Kong and Yahoo! Taiwan created the award and the results are based on the most searched categories based on sound netizens (internet community).

25 Juli 2011

The Cranberries dan Alasan Mereka Bersatu Lagi


Album terbaru mereka, Roses, akan dirilis awal 2012.
Banyak yang kecewa saat tahun 2003 The Cranberries memutuskan mereka tak akan lagi bermusik bersama. Setelah 14 tahun berjaya di dunia musik internasional dan menelurkan lima album, band asal Irlandia ini sudah berhasil meraup bukan saja popularitas dan materi, tapi jutaan fans setia. Maka tak heran jika kabar kemunduran mereka dari industri musik, yang dipicu oleh solo karir sang vokalis Dolores O'Riordan, dipandang sebagai berita buruk.
Namun Dolores, Noel Hogan (gitaris), Mike Hogan (bassis), dan Fergal Lawler (drummer) ternyata tak tahan juga berpisah lama-lama. Setelah sempat tampil bersama di suatu acara di tahun 2009, band ini memutuskan untuk berkumpul kembali dan mengerjakan album baru. Mereka pun memulai lagi rangkaian tur untuk menyapa fans di berbagai penjuru dunia yang rindu, termasuk Indonesia.
Sebelum tampil di Java Rockin Land hari Sabtu (23/7) di Pantai Carnaval Ancol, The Cranberries (minus Dolores) sempat berbincang dengan Yahoo! Indonesia OMG tentang masa vakum mereka dan antusiasme mereka kembali ke dunia musik.
Setelah tujuh tahun vakum, apa yang membuat kalian memutuskan untuk kembali bersama?
Saat kami memutuskan untuk vakum di tahun 2003, kami tahu suatu hari nanti kami akan berkumpul lagi. Selama vakum, kami berusaha untuk tetap keep in touch sampai akhirnya Januari 2009, Dolores mendapatkan penghargaan dari sebuah universitas, dan kami tampil akustikan kecil-kecilan. Sejak itu kami mulai serius memikirkan untuk melakukan sesuatu bersama-sama lagi, dimulai dari tur ke Amerika. Kalau itu sukses, kami akan lanjut. Ternyata turnya sukses besar, dan kami semua menikmatinya.
Apakah ini berarti The Cranberries sudah benar-benar kembali?
Iya. Kami akan merilis album baru awal tahun depan, nama albumnya Roses, dan kami akan kembali tur keliling dunia. Oktober ini singel pertamanya yang berjudul "Tomorrow" akan dirilis. Bagus juga kami dulu punya proyek masing-masing saat sedang vakum, karena di pembuatan album ini jadinya banyak pengaruh baru dari segi musik.
Apa yang baru di album Roses ini?
Kami sudah memutarkan lagu-lagu di album ini ke beberapa orang di industri musik yang sudah mengenal kami sejak lama, dan semua bilang album ini terdengar seperti dua album pertama kami: Everybody Else Is Doing It... dan No Need To Argue. Tapi ada sound yang baru juga. Sound yang membuat The Cranberries terdengar lebih fresh. Agak sulit untuk dijelaskan sih, tapi kalau kamu dengar albumnya, kamu akan tahu. Ada faktor X-nya.
"Band favorit kami saat ini adalah Bon Iver dan Kings of Leon."
Apakah kalian yakin bisa meraih fans lagi setelah sekian lama vakum?
Kami tidak memikirkan hal itu. Penggemar kami sepertinya selalu ada untuk kami. Saat kami menggelar konser reuni di Irlandia, responnya fantastis sekali. Yang terpenting adalah kami puas dengan album baru ini, dan mudah-mudahan fans pun akan puas.
Apa yang paling kalian rindukan selama 7 tahun vakum?
Diwawancara media. Hahaha... Yang paling kami rindukan adalah tampil di atas panggung. Itu inti dari sebuah band. Kami sudah tur dari panggung ke panggung sejak umur 19, jadi kami sudah terbiasa. Lalu tiba-tiba kami menghabiskan banyak waktu di rumah, rasanya aneh sekali. Awalnya sih tak masalah, satu tahun pertama masih menyenangkan, tapi lalu kami pergi menonton konser dan berpikir, 'Aku ingin manggung lagi!'
Bagaimana cara kalian menjaga hubungan dengan fans selama masa vakum?
Kami punya akun Twitter. Saat kami vakum tahun 2003, internet sudah mulai jadi hal penting. Jadi kami membuat website resmi The Cranberries, yang versi terbarunya akan dirilis minggu depan. Itu adalah cara terbaik untuk berinteraksi dengan fans karena bahkan selama masa vakum pun mereka terus menerus mengirim kami pesan, dan kami tak bisa menjawab semuanya. Mudah-mudahan dengan adanya website baru ini kami bisa menjawab lebih banyak pertanyaan.
Dulu kalian berhasil menjual jutaan album di seluruh dunia. Sekarang pendengar musik tak lagi membeli album, mereka men-download.
Begitulah kondisinya sekarang. Mau tak mau kami harus menerima. Lebih sulit bagi band-band baru, karena mereka harus menjalankan tur, dan mereka tak mendapat uang dari penjualan album. Mereka sudah mengeluarkan uang untuk rekaman, tapi tak dapat apa-apa sebagai imbalan. Bagi band yang sudah punya nama seperti kami, atau U2 dan Radiohead, kami sudah dikenal, jadi bagi kami hal itu tak terlalu menyulitkan. Tapi bagi band-band baru, sungguh tidak adil.
Apakah kalian berniat untuk menarik fans-fans baru yang lebih muda?
Kami tak melakukan apa pun untuk menarik fans baru, tapi saat tur reuni kemarin, banyak sekali penonton muda. Kami kira yang akan menonton adalah orang-orang yang mendengarkan musik kami zaman kuliah, dan datang untuk bernostalgia. Tapi ternyata banyak juga anak muda yang saat kami populer mungkin mereka masih berumur 10 atau 12 tahun. Mereka datang untuk menonton kami pertama kalinya. Ini adalah salah satu dampak positif download lagu di internet. Anak muda yang tak sanggup beli album kami bisa tahu lagu kami dari internet.
Noel Hogan, Mike Hogan, dan Fergal Lawler saat berbincang dengan Yahoo! Indonesia OMG. (Foto: Della/Yahoo!)
Band baru apa yang sedang kalian dengarkan saat ini?
Banyak sekali. Yang jadi favorit kami selama dua tahun ini adalah Bon Iver. Sekarang saya masih mendengarkan album pertama mereka, padahal album keduanya sudah keluar. Album pertamanya indah sekali. Kami juga suka Kings of Leon dan The Gorillaz.
Apa rahasia kalian hingga bisa awet setelah puluhan tahun bermusik bersama?
Kami saling kenal sejak sebelum di band. Kami bahkan tumbuh besar bersama. Banyak band zaman sekarang yang dibuat seolah-olah mereka berteman, padahal tidak. Yang kami lakukan sekarang, terutama setelah kami berkumpul lagi, adalah saling terbuka. Kalau kamu tidak suka dengan sesuatu, bilang saja. Dulu waktu kami masih muda, ini tidak kami ungkapkan karena kami takut menyakiti hati orang lain. Tapi ternyata jujur itu lebih baik.

20 Juli 2011

About Superman Is Dead



SID, punk rock pioneers of Bali, were born and bred in Kuta Rock City. The band is three chord attitude-heavy young men, by name : Bobby Kool (lead vocal, guitar, a dog lover and a graphic designer) , Eka Rock (low ridin' family man, beer drinker, laid back bass and backing vocal and a warm smilin' Rock 'N Roll bandman, IT warior) , Jrx (low ridin' beer drinking Rock 'N Roll prince charming, drummer and a hairwax junkie, Bar owner) The name 'Superman is Dead' started its' evolution from Stone Temple Pilot's "Superman Silvergun". The name moved on to "Superman is Dead" cause they like the idea that there's no such thing as a perfect person out there.
SID actually stumbled together in '95, drawn by their common love of Green Day and NOFX. Their influences soon extended to the punk 'n roll genre a la Supersuckers, Living End and Social Distortion, and here they stay. They say what they wanna say, how they wanna say it. In your face, to say it precisely.
SID public image, self described, is "Punk Rock a Bali" (think raw energy of NOFX vs Social Distortion supersonically fueled with beer-soaked Balinese Rockabilly attitude).
History ? SID produced their first three albums independently (the boys worked years of crappy night jobs), with fabulous, small scale indie labels 1997 "Case 15", 1999 "Superman is Dead", 2002 "Bad Bad Bad"(mini album, 6 tracks).
In March 2003, SID finally signed with Sony-BMG Indonesia after extended negotiations regarding their right to sing the majority of their tracks in English and have full artistic rights over their 'image'!! With that decision they single handedly became the first band from Bali to be invited to sign with a major recording label in Indonesia, the first band in their nation (to my knowledge) to be recording majority of songs in English and the first punk band in Indonesia to get the national exposure and promotion that working with a major label in a third world country provides. And so the history of Indonesian Punk Rock begins!
And as for the question that everyone wants to know, the infamous bomb in Bali happened about 75 M from their home, hangout center, punk rock boutique, bar and rehearsal studio that is also Jrx' house, in the heart of Kuta.
After panel beating back the rolling doors of the studio and shifting a little debris, rehearsals continued as usual. Yeah, they saw a lot, it sucked big time, but its' not gonna stop 'em!
And where are they now? At the end of 2002, one of the more respectable music mags here cited SID as "The Next Big Thing" for 2003. With the release of their fourth album "Kuta Rock City" followed by major air play nationally and in some countries overseas, coupled with the instant popularity of their newest film clip.
SID suddenly find themselves touring continuously throughout Indonesia. Last week they were in four major Indonesian cities, on three islands, in 7 days! Sometimes playing for free at underground scene clubs, sometimes at street skate parties or alternative band festivals, at lots of universities and even occasionally at "classy" venues who would have probably denied them entrance years ago!
Which means more beers for all.
In 2003 SID even got a mention in Time Asia.
They also won a few music awards “MTV Awards for The Best New Artist 2003”, “AMI Awards for The Best New Artist 2003” and nominated again in “AMI Awards 2006 for The Best Rock Album”.
October 2007, they did an amazing Australian tour, 8 cities, 16 gigs, 33 days with their strong D.I.Y work ethic.

June – July 2009, Superman Is Dead held An American Tour, 16 Gigs in 16 cities. 11 gigs of them were the ‘ Vans Warped Tour’ and the last 5 gigs were ‘From Bali With Rock’. They did a very hard work to succeed this excited tour, had crossed the big land from westcoast to eastcoast and got back to westcoast.

SID had share stages with international bands such as International Noise Conspiracy, NOFX, MXPX and Hoobastank.
They remain proud, boys from the streets of Kuta with a love of punk rock, beers and a good time. Ready for whatever comes next, excited about the next gig.

30 Mei 2011

Avenged Sevenfold Biography

Years active:   1999 - present
Genre(s):   Metalcore, Hard Rock, Heavy Metal
Label(s):   Warner Brothers Records
Members:   M. Shadows, Synyster Gates, Zacky Vengeance, Johnny Christ, The Rev

HISTORY

The band formed when the members were in high school. Their first album was titled Sounding the Seventh Trumpet, and was recorded when the band members were eighteen years old. Their follow-up album was entitled Waking the Fallen, which received a positive rating in Rolling Stone magazine.

City of Evil, released on June 7, 2005, strays from hardcore/metalcore, and adds a more "metal" sound with obvious influences ranging from Iron Maiden, Pantera and Metallica to Misfits and Guns N' Roses. Although the band has been labeled metal, metalcore and hard rock in many publications, the band themselves claim that they are a metal band and have no musical similarities to metalcore in any way. During the recording of City of Evil, M. Shadows' vocal stylings have changed more to focus on melodic singing than on hardcore screaming, due to a decision by the band to change directions.

The band's name is an alleged reference to the book of Genesis in the Bible and the story of Cain and Abel, where Cain is punished to live in exile, alone and miserable. Anyone who relieved Cain of his misery by killing him would be "avenged sevenfold," or punished in a way that is seven times worse than Cain's punishment. The title of Avenged Sevenfold's song "Chapter Four" references Genesis IV, the chapter of the Bible in which the story of Cain and Abel takes place. The song's subject also appears to be this story. Beast and the Harlot, yet another song derived from the Bible, comes from the book of Revelation and refers to the punishment of Babylon and the destruction of Pagan nations. Although the band's title and members' stage names make obvious reference to religion, Shadows stated in an interview that they are "not really religious at all."

Their song "Blinded in Chains" was used in the soundtrack for the video game Need for Speed: Most Wanted. Another song, "Bat Country," was used in the soundtracks for SSX on Tour, NHL 06 and Madden 06, following in the footsteps of "Chapter Four" which had also been on the soundtrack for both NHL 2004, Madden 2004 and NASCAR Thunder 2004. The song "Beast and the Harlot" was in the soundtrack for Burnout Revenge. All the above games, not coincidentally, are produced by various divisions of Electronic Arts.

Avenged Sevenfold will be touring on Ozzfest in 2006, alongside Ozzy Osbourne, System of a Down, Black Label Society and Disturbed. They will be opening for Guns N' Roses and Metallica this summer along with playing at European festivals such as the Download Festival and Rock am Ring.

History Linkin Park





The band saw its and first beginings in emcee/vocalist Mike Shinoda's small bedroom studio, where he and Brad Delson recorded the band's first material in 1996. The two had attended high school together, where they met the band's drummer, Rob Bourdon. Shinoda hooked up with DJ Joseph Hahn while studying illustration at Art Center College in Pasadena. Meanwhile, attending UCLA, Delson shared an apartment with bassist Phoenix, who left the band after college and returned a year later. At this point, they named themselves Xero and recorded several demo tracks. They never got signed, and the project floundered. Then Shinoda decided to hire a vocalist, and put out an ad. They got Chester Bennington, a transplanted Arizona native who started making records when he was 16. 'When I was two, I used to run around singing Foreigner songs - there's tapes of me doing that... since I learned how to talk I've been telling everybody I was gonna grow up to be a singer.' laughs Bennington.
The band called itself Hybrid Theory after the addition of Bennington (the idea being that they were a hybrid of rock and rap), however, due to a trademark issue with a band called Hybrid, they were forced to change their name. Some discarded ideas (serious or not) were Clear (the band's favorite), Probing Lagers (which they thought was the lamest), Ten PM Stocker (because they would record every night at 10 pm at a place on Stocker Street) and Platinum Lotus Foundation. Eventually, they settled on Lincoln Park, suggested by Bennington because after band practice he would have to drive past there to get home. However the domain 'lincolnpark.com' cost more than the band could afford, so they changed the spelling to Linkin Park. However, it has also been suggested that the name 'Linkin Park' was suggested so that the band would appear right next to Limp Bizkit at record stores.
Working with an independent label, the band recorded the album Hybrid Theory EP, which featured 'Carousel', 'Technique', 'Step Up', 'And One', 'High Voltage', 'Part of Me'.
After being signed to Warner Brothers in 1999 their first album, Hybrid Theory, was released in 2000. It was the top-selling album in the United States and New Zealand in 2001, with the hit singles 'One Step Closer', 'Crawling', 'Papercut', 'In The End' and 'Points of Authority'. The album is notable for its absence of profanity, in contrast to many other nu metal bands' songs.
Linkin Park were part of the Ozzfest in 2001, touring along side Marilyn Manson, Slipknot, Crazy Town, Papa Roach, and Disturbed. Linkin Park have also created their own tour - Projekt: Revolution, and on it have toured with Cypress Hill, Adema, DJ Z-Trip, Xzibit, Mudvayne and Blindside.
In 2002, they released a remix album of their Hybrid Theory album, called Reanimation, as well as releasing a remix version of their song, 'Points Of Authority'.
In 2003 their new studio album was released, titled Meteora, which debuted at #1 in the US and UK, and #2 in Australia. It contained the singles, 'Somewhere I Belong', 'Faint', 'Numb', 'From The Inside' and 'Breaking The Habit'. Later in the year, they joined forces with fellow nu-metal band Limp Bizkit and Metallica for the Summer Sanitarium Tour 2003. From this tour, Linkin Park released a new CD/DVD set called Live in Texas. This set contains tracks from their three previous records, and was filmed on location at their Summer Sanitarium performances in Dallas and Houston, Texas .
In 2004, Linkin Park created the Meteora World Tour. This tour included Linkin Park, P.O.D., Hoobastank, and Story of the Year.
In 2004, Linkin Park was touring with Snoop Dogg, The Used, Korn, and Less Than Jake on the main stage, and No Warning, Ghostface, Funeral For A Friend, M.O.P., and Downset on the second stage as part of Projekt Revolution 2004. They also had a travelling DJ, Z-Trip with them, along with Irvin the Urban Action Figure.
On November 30, 2004, Linkin Park released Collision Course, a collaboration with rapper Jay-Z featuring rap-style remixes ('mash-ups') of songs from Meteora and Hybrid Theory using lyrics from Jay-Z's repertoire. Collision Course debuted at #1 in the US, but only got to # 17 in the UK. In Holland Collision Course made it to a 7th place. Their first Collision Course hit single 'Numb/Encore' reached #1 at the Free Record Shop Download Charts in Holland.