Pasang Iklan Disini!

Tampilkan postingan dengan label News Olimpiade London 2012. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News Olimpiade London 2012. Tampilkan semua postingan

17 Agustus 2012

Pahlawan Olahraga Indonesia Dapat Bonus


Atlet Indonesia peraih medali Olimpiade London 2012 yaitu Triyatno dan Eko Yuli menerima bonus dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Bonus bagi peraih medali perak angkat besi yaitu Triyatno dan peraih medali perunggu yaitu Eko Yuli diberikan secara langsung oleh Menpora Andi Mallarangeng di Wisma Kemenpora Jakarta, Kamis.
Triyanto berhak mendapatkan uang tunai sebesar Rp 400 juta, Eko Yuli menerima Rp 200 juta dan pelatih dari kedua atlet angkat besi tersebut memperoleh bonus sebesar Rp 75 juta.
"Bonus Rp 1 miliar hingga saat ini masih tersimpan karena tidak ada atlet yang mendapatkan medali emas pada Olimpiade London," kata Menpora Andi Mallarangeng setelah menyerahkan bonus.
Menurut dia, dari semua kejuaraan multi event yang diikuti oleh Indonesia, hanya Olimpiade London yang mengalami kemunduran terutama dalam hal mengumpulkan medali.
Pada Olimpiade London, Indonesia hanya mampu mengumpulkan satu perak dan satu perunggu. Kondisi ini cukup mengecewakan karena tradisi emas sejak Olimpiade 1992 harus terputus di Inggris.
Cabang bulu tangkis yang selama ini menjadi andalan untuk meraih medali emas gagal total, padahal Indonesia menempatkan di semua nomor yang dipertandingkan yaitu ganda putra putri, tunggal putra putri dan ganda campuran.
Menpora mengakui, turunnya prestasi Indonesia pada Olimpiade London salah satu alasannya adalah hanya tergantung pada satu cabang olahraga saja. Padahal Indonesia mengirimkan atlet lebih dari enam cabang olahraga.
"Ke depan kita tidak boleh terpaku pada satu cabang olahraga saja. Semuanya harus dimaksimalkan," kata Menpora menambahkan.
Peraih medali perak dan perunggu angkat besi Olimpiade London ini sebelumnya telah mendapatkan bonus dari bapak angkatnya yaitu PT KAI berupa uang tunai Rp 500 juta untuk perak dan Rp 250 juta untuk perunggu.

16 Agustus 2012

10 Atlet Terkuat di Olimpiade

Uni Soviet menjadi negara yang paling banyak melahirkan orang terkuat di dunia. Yakni, atlet angkat besi dengan prestasi beban terbesar serta medali emas terbanyak. Berikut ini daftar 10 atlet dengan julukan manusia terkuat di dunia, sepanjang pergelaran Olimpiade.



1.Vasily Alexeev, Uni Soviet

Prestasi: Medali emas pada Olimpiade Munich, Jerman (1972) dan Olimpiade Montreal, Kanada (1976).

Beban terbesar: 640 kilogram untuk tiga angkatan.

Vasily Alexeev yang lahir pada 1942 merupakan atlet angkat besi Olimpiade paling sukses hingga hari ini. Dia menjadi atlet pertama yang mampu menahan beban 600 kilogram pada tiga angkatan dan 400 kilogram untuk dua angkatan. Lifter asal Rusia dengan berat 160 kilogram ini tercatat 80 kali memecahkan rekor dunia. Karirnya berakhir dengan cedera lutut.

2. Gerd Bonk, Jerman

Prestasi: Medali perunggu pada Olimpiade Munich, Jerman (1972) dan medali perak di Olimpiade Montreal, Kanada (1976).

Beban terbesar: 572,5 kilogram untuk tiga kali angkatan.

Gerd Bonk yang lahir pada tahun 1951 memang tidak pernah memenangkan medali emas, baik di Olimpiade maupun kejuaraan dunia. Namun lifter asal Jerman ini menerima beberapa penghargaan sebagai salah satu atlet ternama di kelas berat era 1970-an. Dia dianggap sebagai atlet yang mampu menantang Vasili Alexeev dari Uni Soviet, walaupun tetap kalah. 

3. Leonid Zhabotinsky, Uni Soviet

Prestasi: Medali emas pada Olimpiade Tokyo, Jepang (1964) dan Olimpiade Meksiko (1968).

Beban terbesar: 572,5 kilogram untuk tiga kali angkatan.

Atlet kelahiran Ukraina pada 1938 ini tercatat sebagai orang terkuat di dunia pada kurun waktu 1960-an, setelah memenangkan dua medali emas pada dua Olimpiade Musim Panas. Pada Olimpiade Tokyo, 1964, dia mengalami pertarungan sengit dengan rekan satu negaranya, Yuri Vlasov. Rekor dunia sudah dipecahkan sebanyak 19 kali.

4. Yuri Vlasov, Uni Soviet

Prestasi: Medali emas pada Olimpiade Roma, Italia (1960) dan medali perak di Olimpiade Tokyo, Jepang (1964).

Beban terbesar: 570 kilogram untuk tiga kali angkatan.

Atlet kelahiran 1953 ini tercatat sebagai orang terkuat di dunia pada periode pertengahan 1950-an hingga pertengahan 1960-an. Vlasov merupakan atlet angkat besi pertama Uni Soviet yang mendapatkan medali emas Olimpiade, saat diselenggarakan di Roma, Italia. Pada Olimpiade berikutnya, pemecah rekor dunia 31 kali ini, harus menyerahkan estafet ke rekan senegaranya.

5. Norbert Schemansky, Amerika Serikat

Prestasi: Medali emas pada Olimpiade Helsinki, Finlandia (1952) dan medali perak pada tiga Olimpiade: London, Inggris (1848); Roma, Italia (1960); Tokyo, Jepang (1964).

Beban terbesar: 537 kilogram untuk tiga kali angkatan.

Norbert Schemansky yang dilahirkan pada 1924 merupakan atlet angkat besi terbesar Amerika dalam Olimpiade. Schemansky memutuskan untuk pensiun ketika mengalami cedera pada 1972, setelah 26 tahun ikut angkat besi di berbagai kejuaraan, dengan 13 kali memecahkan rekor dunia.

6. Paul Anderson, Amerika Serikat

Prestasi: Medali emas pada Olimpiade 1956 di Melbourne-Stockholm.

Beban terbesar: 500 kilogram untuk tiga kali angkatan.

Atlet kelahiran 1932 ini mendominasi untuk angkatan super berat pada Olimpiade. Tapi untuk jenis angkatan snatch (angkatan dua tahap) dan cleand-and-jerk (sekali angkat), dia lemah dari sisi teknik. Setelah pensiun, dia mendirikan Paul Anderson Youth Home untuk anak-anak terlantar dan yatim piatu di kampung halamannya, Georgia, Amerika Serikat. Dia juga menulis tiga buku, artikel di koran dan majalah, serta buka kursus angkat berat.

7. Alexander Kurlovich, Uni Soviet

Prestasi: Medali emas pada Olimpiade Seoul, Korea Selatan (1988) untuk kelas super berat dan Olimpiade Barcelona, Spanyol (1992).

Beban terbesar: 462 kilogram untuk tiga kali angkatan.

Atlet kelahiran 1961 ini menyandang status sebagai orang terkuat di dunia pada pertengahan 1980-an hingga awal 1990-an. Dia menjadi atlet muda yang menjanjikan, setelah seniornya, Vasily Alexeev, pensiun. Terutama kemampuannya pada kelas snatch dan clean-and-jerk yang mampu menampilkan teknik sempurna. Dia tercatat 12 kali memecahkan rekor dunia.

8. John Davis, Amerika Serikat

Prestasi: Medali emas pada Olimpiade London, Inggris (1948) dan Olimpiade Helsinki, Finlandia, (2000).

Beban terbesar: 460 kilogram untuk tiga kali angkatan.

Atlet kelahiran 1921 ini sudah 16 kali memacahkan rekor dunia. Davis meraih gelar internasionalnya sebagai juara dunia ketika usianya masih 17 tahun, yaitu pada 1938. Sejak itu hingga 1953, dia tak terkalahkan, baik pada kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Atlet yang juga penyanyi opera ini mengakhiri hayatnya akibat kanker pada 13 Juli 1984.

9. Andry Chemerkin, Rusia

Prestasi: Medali emas pada Olimpiade Atlanta, Amerika Serikat (1994) dan medali perunggu di Olimpiade Sydney, Australia, (2000).

Beban terbesar: 457,5 kilogram untuk tiga kali angkatan.

Pria kelahiran 1972 ini ditetapkan sebagai pria terkuat di dunia pada era 1990-an. Pada usianya yang masih muda, yaitu 19 tahun, dia sudah berhasil meraih gelar dunia untuk kategori junior (1991-1992) dan kategori senior digenggamnya pada 1995, 1997-1999. Olimpiade Atlanta menjadi karir puncaknya ketika Chemerkin meraih medali emas di kelas berat. 

10. Yuri Zakharevich, Uni Soviet

Prestasi: Medali emas pada Olimpiade Seoul, Korea Selatan (1988) untuk kelas berat.

Beban terbesar: 455 kilogram untuk dua kali angkatan.

Sebenarnya pria kelahiran 1963 ini merupakan atlet yang menjanjikan untuk Uni Soviet. Sayangnya, pada usia relatif muda, yaitu 20 tahun (1983), peraih medali emas pada Olimpiade Seoul ini harus mengalami cedera. Tulang sikunya lepas saat mengikuti kejuaraan dunia. Dokter kemudian  menggantinya dengan tulang sintetis.

06 Agustus 2012

Curhat Greysia / Meiliana Setelah Di Diskualifikasi DDi Ajang Olimpiade 2012



Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Meiliana Jauhari, mengaku kecewa dengan keputusan Badminton World Federation yang mendiskualifikasi mereka dari Olimpiade London 2012. Keduanya dianggap sengaja mengalah, saat laga terakhir babak penyisihan Grup C, untuk menghindari bertemu dengan pasangan Cina, Wang Xiaoli/Yu Yang, di perempat final.
"Kami dilatih oleh senior-senior yang mempunyai pengalaman mendunia, kami siap kalah. Namun, kami tidak siap untuk dituduh curang," kata Meiliana, seperti dikutip situs resmi PBSI, Kamis, 2 Agustus 2012.
Perjalanan Greysia/Meiliana menuju Olimpiade London tidaklah mudah. Mereka harus melewati babak kualifikasi. Greysia sempat mengalami cedera bahu akibat terjatuh saat bertanding di Taipei Open Grand Prix Gold 2011. Sejak itu, penampilannya sempat menurun drastis, beberapa kali tersingkir di babak awal. Dalam kondisi itu, Greysia bangkit dan bisa mendapat tiket Olimpiade.
Meski demikian, Greysia mencoba tabah menerima kenyataan ini. "Sebagai pemain, kejadian ini membuat kami terpukul, tapi setidaknya kami sudah berusaha dan menyelesaikan pertandingan," ujarnya. "Tapi, kami mengucap syukur pada Tuhan, buat keadaan ini lebih baik daripada sedih."
Greysia/Meiliana mengaku sempat shock dan tak percaya dengan apa yang telah terjadi. Karena keputusan sudah dijatuhkan, mereka hanya bisa pasrah menerima. "Ya mau bagaimana lagi, mungkin Tuhan punya rencana lebih indah untuk kami. Kecewa itu pasti, namun kami akan fight back dengan prestasi," ujar Meiliana.
Greysia menambahkan, "Saya merasa sedih sewaktu saya tidak bisa bermain bulu tangkis lagi. Saya pernah merasakan itu saat mengalami cedera bahu kanan kemarin. Jadi, sekarang tak ada alasan untuk saya bersedih dan menyerah, karena saya masih bisa bermain bulu tangkis dengan tangan normal."
BWF mendiskualifikasi delapan atlet ganda putri dari Olimpiade London sebab mereka diduga melakukan manipulasi hasil pertandingan, agar mendapat undian yang menguntungkan pada babak sistem gugur.
Peristiwa ini terjadi pada laga Grup C yang berlangsung di Wembley Arena, Selasa, 31 Juli 2012. Pasangan nomor satu dunia asal Cina, Wang Xiaoli/Yu Yang, berupaya untuk kalah saat melawan pasangan Korea Selatan, Jung Kyung-eun/Kim Ha-na, agar tidak menjadi juara grup karena tidak ingin bertemu pasangan asal Cina lainnya, Tian Qing/Zhao Yunlei, di semifinal.

05 Agustus 2012

Indonesia Kembali Gagal Mendapatkan Medali Di Olimpiade


Fernando Lumain Fernando Lumain of Indonesia prepares to compete in the Men's 100m Preliminary Round Heats on Day 8 of the London 2012 Olympic Games at Olympic Stadium on August 4, 2012 in London, England.

Kontingen Indonesia kembali gagal menambah perolehan medali di ajang Olimpiade 2012 London. Ini setelah satu-satunya atletik putra Indonesia di nomor 100 meter, Fernando Lumain, gagal melaju ke semifinal, di lintasan Stadion Olimpiade, Sabtu (4/8).
Langkah Lumain harus terhenti di putaran pertama setelah menempati urutan terakhir. Berada di heat 2, Lumain menjadi yang paling buncit dari tujuh atlet lain yang tergabung. Ia mencatatkan waktu 10,90 detik. Terpaut 0,93 detik dari pelari Amerika Serikat, Justin Gatlin, yang finis terdepan.
Catatan waktu yang ditorehkan Lumain di putaran ini masih kalah dengan catatan yang ia toreh di tahap praeliminasi. Di tahap sebelumnya, ia berhasil finis dengan perolehan waktu 10,80 detik. Ia menempati peringkat dua di bawah pelari asal Suriname, Jurgen Themen, yang membukukan waktu 10,55 detik.
Atas hasil ini, Gatlin yang berada di garda terdepan bakal ditemani sprinter Bahama, Atkins Derrick, dan pelari asal Trinidad-Tobago, Ronder Sorillo yang menempati ururan kedua dan ketiga di heat 2 ini.
Perjuangan Lumain memang terbilang berat bahkan mustahil. Pasalnya, catatan waktu terbaik yang pernah dibukukan Lumain juga masih jauh dari catatan waktu terbaik di Olimpiade dan dunia. Catatan waktu terbaik atlet asal Monado ini adalah 10,57 detik. Sementara itu, rekor dunia 100 meter adalah 9,58 detik dan rekor Olimpiade dengan 9.69 detik yang semua kini dipegang sprinter asal Jamaika, Usain Bolt.
Tapi, di putaran pertama, Bolt juga belum mampu mencapai perolehan terbaiknya. Ia pun harus bekerja ekstra keras dalam babak semifinal nanti. Meski menjadi yang tercepat di heat 4, Bolt hanya menorehkan waktu 10,09 detik. Sedangkan, pesaing utamanya, pelari asal Amerika Serikat, Bailey Ryan, yang bertanding di heat 3, sukses membukukan waktu lebih cepat 9, 88 detik.
Setelah Lumain tersingkir, di cabang atletik Indonesia tinggal menyisakan pelari maraton putri, Triyaningsih. Walaupun di atas kertas peluangnya sangat berat, Triyaningsih diharapkan mampu meraih prestasi tertinggi. Ia akan tampil Ahad (5/8) ini di tempat yang sama. Triyaningsih memiliki catatan waktu terbaik 2 jam 31 menit. Rekor dunia untuk nomor ini tercatat 2 jam 15,25 detik atas nama Paula Radcliffe (Inggris Raya). Sedangkan rekor Olimpiade tercatat 2 jam 23,14 menit atas nama pelari Jepang, Naoko Takahashi.

28 Juli 2012

Jadwal Pertandingan Di Olimpiade London 2012 (RCTI dan TVRI)


TAHUN ini, pemirsa TV di Indonesia bisa menonton gratis pertandingan Olimpiade 2012 di stasiun TV publik TVRI.
Selain itu, beberapa pertandingan cabang sepak bola dan bulu tangkis akan di-relay oleh RCTI. Stasiun TV swasta tertua di Indonesia ini juga menyiarkan upacara pembukaan Olimpiade London 2012.
Berikut jadwal lengkap siaran Olimpiade London 2012 di RCTI:

Opening Olympics Games London 2012: (Live! Sabtu 28 Juli 2012, Pukul 02.45 WIB)

Jadwal Pertandingan di RCTI :

SEPAKBOLA:
Spanyol vs Jepang (Kamis 26 Juli 2012, Pukul 21.30 WIB)
Meksiko vs Korea Selatan (Kamis 26 Juli 2012, Pukul 23.45 WIB)
Brasil vs Mesir (Live! Jumat 27 Juli 2012, Pukul 01.30 WIB)
Inggris vs Senegal (Jumat 27 Juli 2012, Pukul 04.00 WIB)
Brasil vs Belarus (Minggu 29 Juli 2012, Pukul 22.30 WIB)
Spanyol vs Honduras (Live! Senin 30 Juli 2012, Pukul 01.15 WIB)
Inggris vs Uni Emirat Arab (Senin 30 Juli 2012, Pukul 04.00 WIB)

BULUTANGKIS:
Badminton Mixed Doubles Qualification (Live! Sabtu 28 Juli 2012, Pukul 15.00 WIB)
Badminton Mens Doubles Qualification (Live! Minggu 29 Juli 2012, Pukul 01.00 WIB)
Badminton Mixed Doubles Qualification (Live! Minggu 29 Juli 2012, Pukul 15.00 WIB)
Badminton Men's Singles (Senin 30 Juli 2012, Pukul 00.30 WIB)
Badminton Woman Single Qualifiction (Live! Senin 30 Juli 2012, Pukul 15.00 WIB)
Badminton Women / Men Doubles Qualification (Senin 30 Juli 2012, Pukul 23.00 WIB)
Badminton Women / Men Doubles Qualification (Selasa 31 Juli 2012, Pukul 23.00 WIB)
Badminton Mixed Doubles Qualification (Rabu 1 Agustus 2012, Pukul 00.30 WIB)
**
Jadwal Pertandingan Sepakbola Olimpiade London 2012 di TVRI Nasional:
Grup A:
Inggris Raya
Senegal.
Uni Emirat Arab.
Uruguay
Kamis 26 Juli 2012:
UEA vs Uruguay (16.00) Manchester
Inggris Raya vs Senegal (18.45) Manchester
Minggu 29 Juli 2012
Senegal vs Uruguay (16.00) London
Inggris Raya vs UEA (18.45) London
Rabu 1 Agustus 2012
Senegal vs UEA (18.45) Coventry
Inggris Raya vs Uruguay (18.45) Cardiff
Grup B:
Meksiko.
Korea Selatan.
Gabon.
Swiss

Kamis 26 Juli 2012:
Meksiko vs Korea Selatan (13.30) Newcastle
Swiss vs Gabon (13.30) Newcastle
Minggu 29 Juli 2012
Meksiko vs Gabon (16.00) Cardiff:
Korea Selatan vs Swiss (16.15) Coventry
Rabu 1 Agustus
Meksiko vs Swiss (17.00) Cardiff
Korea Selatan vs Gabon (16.00) London
Grup C:
Brazil,
Mesir,
Belarus,
Selandia Baru

Kamis 26 Juli 2012
Belarus vs Selandia Baru (18.45) Coventry
Brasil vs Mesir (18.45). Cardiff
Minggu 29 Juli 2012
Brasil vs Belarus (11.00). Manchester
Mesir vs Selandia Baru (13.45) Manchester
Rabu 1 Agustus
Brasil vs Selandia Baru (13.30) Newcastle
Mesir vs Belarus (13.30) Glasgow
Grup D:
Spanyol.
Jepang.
Honduras.
Maroko

Kamis 26 Juli 2012
Spanyol v Japan (11.00) Glasgow
Honduras v Maroko (13.45) Glasgow
Minggu 29 Juli 2012
Spanyol vs Honduras (19.45) Newcastle
Japan vs Maroko (17.00) Newcastle
Rabu 1 Agustus 2012
Jepang vs Honduras (16.00) Coventry
Spanyol vs Maroko (16.00) Manchester

JADWAL PEREMPAT FINAL SEPAK BOLA OLIMPADE 2012
Sabtu 4 Agustus 2012
Juara A vs Runner up B - Old Trafford, Manchester
Juara B vs Runner up A - Wembley Stadium, London
Juara C vs Runner up D - St James Park, Newcastle
Juara D vs Runner up C - Millennium Stadium, Cardiff

JADWAL SEMIFINAL SEPAK BOLA OLIMPADE 2012
Selasa 7 Agustus
Pemenang I  vs Pemenang II - Wembley Stadium, London:
Pemenang III  vs Pemenang IV - Old Trafford, Manchester:

JADWAL PEREBUTAN TEMPAT KETIGA
Jumat 10 Agustus - Millennium Stadium, Cardiff:
 
JADWAL FINAL OLIMPIADE LONDON 2012
Sabtu 11 Agustus
Pemenang A  vs Pemenang B - Wembley Stadium, London
**
Untuk cabang lain, TVRI Nasional akan menyiarkan total 120 jam pertandingan Olimpiade 2012 dalam slot Antar Gelanggang (28 Juli -12 Agustus, Setiap hari, pukul 15.00 WIB, 21.00 WIB, 01.00 WIB)
TVRI Nasional juga memiliki program Highlight Olimpiade (Setiap hari, pukul 05.30 WIB dan 12.30 WIB)
TVRI Nasional memang belum memiliki Twitter, situs resminya pun tak memuat jadwal pertandingan selain sepakbola secara detail. Untuk mendapatkan informasi mengenai pertandingan yang disiarkan TVRI, Anda bisa follow akun Twitter @TVRI_Jakarta yang cukup aktif memberikan jadwal siaran olimpiade.