Pasang Iklan Disini!

Tampilkan postingan dengan label Sejarah Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Islam. Tampilkan semua postingan

10 Februari 2012

Sejarah Singkat Riwayat Nabi Muhammad S.A.W



a. Kota Mekah.

Mengenai keagamaan, sejak Qushai berhasil menggulingkan kekuasaan orang-orang Khuza'ah, dialah yang memegang pimpinan agama. Bangsa Arab mengakui bahwa hak pemeliharaan atas Ka’abah dalam kota Mekah itu hanya pada keturunan Nabi lsmail as. Kerana itu tindakan Qushai mengambil alih ke­kuasaan atas Ka’abah dari orang-orang Khuza’ah segera dibenarkan dan (diakui oleh bangsa-bangsa Arab, kerana Qushai adalah keturunan Nabi lsmail as. Dengan demikian hanya dialah yang berhak menjaga, membuka dan menutup pintu Ka'abah serta memimpin upacara keagamaan di rumah suci itu. Setelah Qushai meninggal, pimpinan dilanjutkan oleh keturunannya.

b. Kelahiran Nabi Muhammad saw.

1) di kala umat manusia dalam kegelapan dan kehilangan pegangan hidupnya, lahirlah ke dunia dari keluarga yang sederhana, di kota Mekah, seorang bayi yang kelak membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban dunia. Bayi itu yatim, bapaknya yang bernama Abdullah meninggal 7 bulan sebelum dia lahir. Kehadiran bayi itu disambut oleh datuknya Abdul Muththalib dengan penuh kasih sayang dan kemudian bayi itu dibawanya ke kaki Ka'abah. Di tempat suci inilah bayi itu diberi nama Muhammad, suatu nama yang belum pernah ada sebelum­nya. Menurut penanggalan para ahli, kelahiran Muhammad itu pada tanggal 12 Rabiulawal tahun Gajah atau tanggal 20 April tahun 571 M.

Adapun sebab dinamakan tahun kelahiran Nabi itu dengan tahun Gajah, kerana pada tahun itu, kota Mekah diserang oleh suatu pasukan tentera orang Nasrani yang kuat di bawah pimpinan Abrahah, gabenor dari kerajaan Nasrani Abessinia yang memerintah di Yaman, dan mereka bermaksud menghancurkan Ka'abah. Pada waktu itu Abrahah berkenderaan gajah. Belum lagi maksud mereka tercapai, mereka sudah dihancurkan oleh Allah s.w.t. dengan mengirimkan burung ababil. Oleh kerana pasukan itu mempergunakan gajah, rnaka orang Arab menamakan bala tentera itu pasukan bergajah, sedang tahun terjadinya peristiwa ini disebut Tahun Gajah.

Nabi Muhammad saw. adalah keturunan dari Qushai pahlawan suku Quraisy yang berhasil menggulingkan kekuasaan Khuza’ah atas kota Mekah. Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hashim bin Abdul Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murr’ah dari golongan Arab Bani IsmaiL Ibunya bernama Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah, di sinilah silsilah keturunan ayah dan ibu Nabi Muhammad saw. bertemu. Baik keluarga dari pihak bapak maupun dari ibu keduanya termasuk golongan bangsawan dan terhormat dalam kalangan kabilah-kabilah Arab.

Sudah menjadi kebiasaan pada orang-orang Arab kota Mekah, terutama pada orang-orang yang tergolong bangsawan, menyusukan dan menitipkan bayi-bayi mereka kepada wanita badiyah (dusun di padang pasir) agar bayi-bayi itu dapat menghirup hawa yang bersih, terhindar dari penyakit-penyakit kota dan supaya bayi-bayi itu dapat berbicara dengan bahasa yang murni dan fasih. Demikianlah halnya Nabi Muhammad s.a.w. beliau diserahkan oleh ibunya kepada seorang perempuan yang baik, Halimah Sa’diyah dari Bani Sa’ad kabilah Hawazin, tempatnya tidak jauh dari kota Mekah. Di perkampungan Bani Sa’ad inilah Nabi Muhammad s.a.w. diasuh dan dibesarkan sampai berusia lima tahun.

c. Kematian Ibu dan datuk

Sesudah berusia lima tahun, Muhammad s.a.w. dihantarkannya ke Mekah kembali kepada ibunya, Situ Aminah. Setahun kemudian, iaitu sesudah ia berusia kira-kira enam tahun, beliau dibawa oleh ibunya ke Madinah, bersama-sama dengan Ummu Aiman, sahaya peninggalan ayahnya. Maksud membawa Nabi ke Madinah, pertama untuk memperkenalkannya kepada keluarga neneknya Bani Najjar dan kedua untuk menziarahi makam ayahnya. Maka di situ diperlihatkan kepadanya rumah tempat ayahnya dirawat di waktu sakit sampai meninggal, dan pusara tempat ayahnya dimakamkan. Agaknya mengharukan juga cerita Aminah kepada anaknya tentang ayahnya itu; demlkian terharunya, sehingga sampai sesudah ia diangkat menjadi Rasul dan sesudah Ia berhijrah ke Madinah, peristiwa itu sering disebut-sebutnya. 


Mereka tinggal di situ kira-kira satu bulan, kemudian pulang kembali ke Mekah. Dalam perjalanan mereka pulang, pada suatu tempat, Abwa’ namanya tiba-tiba Aminah jatuh sakit sehingga meninggal dan dimakamkan di situ juga. (Abwa’ ialah nama sebuah desa yang terletak antara Madinah dan Juhfah, kira-­kira sejauh 23 mil di sebelah selatan kota Madinah).

Dapatlah dibayangkan betapa sedih dan bingungnya Muhammad saw. menghadapi bencana kemalangan atas kematian ibunya itu. Baru beberapa hari saja ia mendengar cerita ibunya atas kematian ayahnya yang telah meninggalkannya ketika Muhammad saw. dalam kandungan. Sekarang ibunya telah meninggal pula di hadapan matanya sendiri, sehingga ia sudah tinggal sebatang kara, menjadi seorang yatim-piatu, tiada berayah dan tiada beribu.

Setelah selesai pemakaman ibundanya, Nabi Muhammad s.a.w segera meninggalkan kampung Abwa’ kembali ke Mekah dan tinggal bersama-sama dengan datuknya Abdul Muththalib.

Di sinilah Nabi Muhammad sa.w. diasuh sendiri oleh datuknya dengan penuh kecintaan. Usia Abdul Muththalib pada waktu itu mendekati 80 tahun. Dia adalah seorang pemuka Quraisy yang disegani dan dihormati oleh segenap kaum Quraisy pada umumnya, dan penduduk kota Mekah pada khususnya. Demikian penghormatan bagi kedudukannya yang tinggi dan mulia itu, sampai anak-anak­nya sendiri tidak ada yang berani mendahului menduduki tikar yang disediakan khusus baginya di sisi Ka’abah.

Disebabkan kasih sayang datuknya, Abdul Muththalib, Muhammad s.a.w. dapat hiburan dan dapat melupakan kemalangan nasibnya kerana kematian ibunya. Tetapi, keadaan ini tidak lama berjalan, sebab baru saja berselang dua tahun ia merasa terhibur di bawah asuhan datuknya, orang tua yang baik hati itu meninggal pula, dalam usia delapan puluh tahun. Muhammad sa.w. ketika itu baru berusia delapan tahun.

Meninggalnya Abdul Muththaiib itu, bukan saja merupakan kemalangsn besar bagi Muhammad saw. tetapi juga merupakan kemalangan dan kerugian bagi segenap penduduk Mekah. Dengan meninggalnya Abdul Muththalib itu, penduduk Mekah kehilangan seorang pembesar dan pemimpin yang cerdas, bijaksana, berani dan perwira yang tidak mudah mencari gantinya.

Sesuai dengan wasiat Abdul Muththalib, maka Nabi Muhammad saw. diasuh oleh pak ciknya Abu Thalib. Kesungguhan dia mengasuh Nabi serta kasih sayang yang dicurahkan kepada anak saudaranya ini tidaklah kurang dari apa yang diberikannya kepada anaknya sendiri. Selama dalam asuhan datuk dan pak ciknya, Nabi Muhammad menunjukkan sikap yang terpuji dan selalu membantu meringankan kehidupan mereka.

[b]d. Pengalaman-pengalaman penting Nabi Muhammad s.a. w.

Ketika berumur 12 tahun. Nabi Muhammad saw. mengikuti pak ciknya Abu Thalib membawa barang dagangan ke Syam. Sebelum tiba di kota Syam, baru sampai ke Bushra, bertemulah kafilah Abu Thalib dengan seorang pendeta Nasrani yang alim, “Buhaira” namanya. Pendita itu melihat ada tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad saw. Maka dinasihatilah Abu Thalib agar segera membawa anak saudaranya itu pulang ke Mekah, sebab dia khuatir kalau-kalau Muhammad saw. ditemukan oleh orang Yahudi yang pasti akan menganiayanya. Abu Thalib segera menyelesaikan dagangannya dan kembali ke Mekah.

Nabi Muhammad saw., sebagaimana biasanya pada masa kanak-kanak itu, dia kembali kepekerjaannya mengembala kambing- kambing keluarga dan kambing penduduk Mekah yang lain yang diamanahkan kepadanya. Pekerjaan rnengembala kambing ini membuahkan didikan yang amat baik pada diri Nabi, kerana pekerjaan ini memerlukan keuletan, kesabaran dan ketenangan serta ketrampilan dalam tindakan.

Di waktu Nabi Muhammad saw. berumur 15 tahun terjadilah peristiwa yang bersejarah bagi penduduk Mekah, iaitu kejadian peperangsn antara suku Quraisy dan Kinanah di satu pihak, dengan suku Qais ‘Ailan di lain pihak. Nabi Muhammad s.a.w. ikut aktif dalam peperangan ini memberikan bantuan kepada pak cik-pak ciknya dengan menyediakan keperluan peperangan. 


Peperangan ini terjadi di daerah suci pada bulan-bulan suci pula yaitu pada bulan Zulqaedah. Menurut pandangan bangsa Arab peristiwa itu adalah pelanggaran terhadap kesucian, kerana melanggar kesucian bulan Zulqaedah, sebenarnya dilarang berkelahi, berperang menumpahkan darah oleh kerana demikian perang tersebut dinamakan Harbul Fijar yang artinya perang yang memecahkan kesucian. 

Semenjak wafatnya Abdul Muththalib, kota Mekah mengalami kemerosotan. Ketertiban kota Mekah tidak terjaga. Keamanan harta benda, diri peribadi tidak mendapat jaminan. Orang-orang asing rnenderita segala macam pemerasan terang-terangan. Kadang-kadang mereka dirampok bukan saja barang dan harta bendanya, akan tetapi juga isteri dan anak perempuannya. Perbuatan-perbuatan yang demikian membawa suasana Mekah kacau dan genting. Jika hal itu dibiarkan berlarut-larut akan merugikan penduduk Mekah sendiri (Quraisy). Akhirnya timbullah keinsafan di kalangan pemimpin-pemimpin Quraisy untuk rnemulihkan kembali ketertiban kota Mekah itu. Maka berrkumpullah pemuka­pemuka dari Bani Hasyim, Bani Muththalib. Bani Asad bin 'Uzza, Bani Zuhrah bin Kilab dan Bani Tamim bin Murrah. Dalam pertemuan ini pemimpin-pemimpin Quraisy mengangkat sumpah; bahawa tidak seorang pun yang akan teraniaya lagi di kota Mekah baik oleh penduduknya sendiri ataupun orang lain. Barang siapa yang teraniaya, dia harus dibela bersama-sama. Demikianlah isi dari sumpah itu yang dalam sejarah disebut Halful fuddhul. Nabi Muhammad s.a.w sendiri mengatakan sesudah rnenjadi Rasul bahwa dia menyaksikan pertemuan paman-paman beliau itu di rumah Abdullah bin Juda’an, di waktu berusia belasan tahun. 

Hasil pertemuan pemuka-pemuka Quraisy itu membawa perubahan yang baik bagi kota Mekah hingga kota ini kembali aman dan selanjutnya memegang peranan penting dalam sejarah perkembangan bangsa Arab. 

Meningkat masa dewasa, Nabi Muhammad saw. mulai berusaha sendiri dalam penghidupannya. Kerana dia terkenal orang yang jujur, maka seorang janda kaya bernama Siti Khadijah mempercayai beliau untuk membawa barang dagangan ke Syam. Dalam perjalanan ke Syam beliau ditemani oleh seorang pembantu Siti Khadijah yang bernama Maisarah. Setelah selesai menjual belikan barang dagangan di Syam, dengan memperoleh untung yang banyak, mereka pun kembali ke Mekah. 

atas 

Sesudah Nabi Muhammad Saw. pulang dari perjalanan ke Syam itu, datanglah lamaran dari pihak Siti Khadijah kepada beliau, lalu beliau menyampaikan hal itu kepada pamannya. Setelah tercapai kata sepakat, perniikahan pun dilangsungkan. Pada waktu itu umur Nabi lebih kurang 25 tahun sedang Siti Khadijah lebih kurang 40 tahun. 

Perkahwinan itu telah memberi Muhammad saw. ketenangan dan ketenteraman. Muhammad saw. memperolehi clnta kasih yang tulus dari seorang perempuan yang kemudian hari merupakan orang yang pertama mengakui kerasulannya dan sentiasa siap sedia menyertai dia dalam segala penderitaan dan kesusahan dengan pengorbanan harta sekalipun. 

Nama Nabi Muhammad saw. bertambah popular di kalangan penduduk Mekah, sesudah beliau rnendamaikan pemuka-pemuka Quraisy dalam sengketa mereka memperbarui bentuk Ka’abah. Pada permulaannya mereka nampak bersatu dan bergotong-royong mengerjakan pembaharuan Ka’abah itu. Tetapi ketika sampai kepada peletakan Batu Hitam (Al Hajarul Aswad) ke tempat asalnya, terjadilah perselisihan sengit antara pemuka-pemuka Quraisy. Mereka masing-masing merasa berhak untuk mengembalikan batu suci itu ke tempat asalnya semula. Akhirnya disepakati yang akan menjadi hakim adalah orang yang pertama datang dan pada saat yang kritis ini, datanglah Muhammad saw. yang disambut dan segera disetujui mereka. Maka diambilnyalah sehelai kain, lalu dihamparkannya dan Al Hajarul Aswad diletakkannya di tengah-tengah kain itu. Kemudian disuruhnya tiap-tiap pemuka golongan Quraisy bersama-sama mengangkat tepi kain ke tempat asal Al Hajarul Aswad itu. Ketika sampai ke tempatnya, maka batu hitam itu diletakkan dengan tangannya sendiri ke tempatnya. 

Dengan demikian selesailah persengketaan itu dengan membawa kepuasan pada masing-masing golongan. Pada waktu kejadian ini usia Nabi sudah 35 tahun dan dikenal dengan nama “Al-Amin’ atau yang dipercayai.

05 Agustus 2011

Sejarah Ali Bin Abi Thlaib


‘Ali Bin Abi Thalib (599 – 661)
Beliau salah seorang pemeluk Islam pertama dan juga keluarga dari Nabi Muhammad. Menurut Islam Sunni, ia adalah Khalifah terakhir dari Khulafaur Rasyidin. Sedangkan Syi’ah berpendapat bahwa ia adalah Imam sekaligus Khalifah pertama yang dipilih oleh Rasulullah Muhammad SAW. Uniknya meskipun Sunni tidak mengakui konsep Imamah mereka setuju memanggil Ali dengan sebutan Imam, sehingga Ali menjadi satu-satunya Khalifah yang sekaligus juga Imam. Ali adalah sepupu dari Muhammad, dan setelah menikah dengan Fatimah az-Zahra, ia menjadi menantu Muhammad.
Syi’ah berpendapat bahwa Ali adalah khalifah yang berhak menggantikan Nabi Muhammad, dan sudah ditunjuk oleh Beliau atas perintah Allah di Ghadir Khum. Syi’ah meninggikan kedudukan Ali atas Sahabat Nabi yang lain, seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Syi’ah selalu menambahkan nama Ali bin Abi Thalib dengan Alayhi Salam (AS) atau semoga Allah melimpahkan keselamatan dan kesejahteraan.
Sebagian Sunni yaitu mereka yang menjadi anggota Bani Umayyah dan para pendukungnya memandang Ali sama dengan Sahabat Nabi yang lain.
Sunni menambahkan nama Ali dengan Radhiyallahu Anhu (RA) atau semoga Allah melimpahkan Ridha (ke-suka-an)nya. Tambahan ini sama sebagaimana yang juga diberikan kepada Sahabat Nabi yang lain.
sedangkan, Sufi menambahkan nama Ali bin Abi Thalib dengan Karramallahu Wajhah (KW) atau semoga Allah me-mulia-kan wajahnya. Doa kaum Sufi ini sangat unik, berdasar riwayat bahwa beliau tidak suka menggunakan wajahnya untuk melihat hal-hal buruk bahkan yang kurang sopan sekalipun. Dibuktikan dalam sebagian riwayat bahwa beliau tidak suka memandang ke bawah bila sedang berhubungan intim dengan istri. Sedangkan riwayat-riwayat lain menyebutkan dalam banyak pertempuran (duel-tanding), bila pakaian musuh terbuka bagian bawah terkena sobekan pedang beliau, maka Ali enggan meneruskan duel hingga musuhnya lebih dulu memperbaiki pakaiannya.
Ali bin Abi Thalib dianggap oleh kaum Sufi sebagai Imam dalam ilmu hikmah (divine wisdom) dan futuwwah (spiritual warriorship). Dari beliau bermunculan cabang-cabang tarekat (thoriqoh) atau spiritual-brotherhood. Hampir seluruh pendiri tarekat Sufi, adalah keturunan beliau sesuai dengan catatan nasab yang resmi mereka miliki. Seperti pada tarekat Qadiriyyah dengan pendirinya Syekh Abdul Qadir Jaelani, yang merupakan keturunan langsung dari Ali melalui anaknya Hasan bin Ali seperti yang tercantum dalam kitab manaqib Syekh Abdul Qadir Jilani (karya Syekh Ja’far Barzanji) dan banyak kitab-kitab lainnya.
Sebagai khalifah
Peristiwa pembunuhan terhadap Khalifah Utsman bin Affan mengakibatkan kegentingan di seluruh dunia Islam yang waktu itu sudah membentang sampai ke Persia dan Afrika Utara. Pemberontak yang waktu itu menguasai Madinah tidak mempunyai pilihan lain selain Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah, waktu itu Ali berusaha menolak, tetapi Zubair bin Awwam dan Talhah bin Ubaidillah memaksa beliau, sehingga akhirnya Ali menerima bai’at mereka. Menjadikan Ali satu-satunya Khalifah yang dibai’at secara massal, karena khalifah sebelumnya dipilih melalui cara yang berbeda-beda.
Sebagai Khalifah ke-4 yang memerintah selama sekitar 5 tahun. Masa pemerintahannya mewarisi kekacauan yang terjadi saat masa pemerintah Khalifah sebelumnya, Utsman bin Affan. Untuk pertama kalinya perang saudara antara umat Muslim terjadi saat masa pemerintahannya, Perang Jamal. 20.000 pasukan pimpinan Ali melawan 30.000 pasukan pimpinan Zubair bin Awwam, Talhah bin Ubaidillah, dan Ummul mu’minin Aisyah binti Abu Bakar, janda Rasulullah. Perang tersebut dimenangkan oleh pihak Ali.
Peristiwa pembunuhan Khalifah Utsman bin Affan yang menurut berbagai kalangan waktu itu kurang dapat diselesaikan karena fitnah yang sudah terlanjur meluas dan sudah diisyaratkan (akan terjadi) oleh Nabi Muhammad SAW ketika beliau masih hidup, dan diperparah oleh hasutan-hasutan para pembangkang yang ada sejak zaman Utsman bin Affan, menyebabkan perpecahan di kalangan kaum muslim sehingga menyebabkan perang tersebut. Tidak hanya selesai di situ, konflik berkepanjangan terjadi hingga akhir pemerintahannya. Perang Shiffin yang melemahkan kekhalifannya juga berawal dari masalah tersebut.
Ali bin Abi Thalib, seseorang yang memiliki kecakapan dalam bidang militer dan strategi perang, mengalami kesulitan dalam administrasi negara karena kekacauan luar biasa yang ditinggalkan pemerintahan sebelumya. Beliau meninggal di usia 63 tahun karena pembunuhan oleh Abdrrahman bin Muljam, seseorang yang berasal dari golongan Khawarij (pembangkang) saat mengimami shalat subuh di masjid Kufah, pada tanggal 19 Ramadhan, dan Ali menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 21 Ramadhan tahun 40 Hijriyah. Ali dikuburkan secara rahasia di Najaf, bahkan ada beberapa riwayat yang menyatakan bahwa ia dikubur di tempat lain.
Benteng Haibar yang terkenal begitu kokoh tidak dapat dirobohkan oleh puluhan orang, beliau dengan satu tangan saja merobohkannya. Beliau terkenal dengan pedang Zulfikar yang digunakannya, pedang bermata dua. Dialah singa padang pasir. Malamnya dipenuhi dengan ibadah, siangnya bekerja keras dan berjuang. Beliau membunuh musuh bukan karena nafsu amarah melainkan semata-mata perintah Allah.
Suatu ketika terjadi duel dengan musuh dalam peperangan, lawannya telah terpental dan pedang lawan telah lepas dari tangan, ketika itu Beliau sudah siap memenggal lawan, tapi lawannya meludahi wajah Beliau. Apa yang terjadi?! Beliau tidak jadi memenggal lawannya, malahan Beliau memerintahkan musuh tersebut berdiri dan mengambil ulang pedangnya untuk berduel.
pada zaman ustman bin affan, tumbuh subur orang2 yg berlebihan, kolusi tumbuh pesat dan penarikan bani ummayah ke kota merupakan beberapa penyebab ketidak puasan pada kepemimpinan ustman yg memicu timbulnya pemberontakan.
setelah ustman bin affan wafat karena dibunuh oleh seorang pemberontak, maka Syaidina Ali ditunjuk sebagai Kalifah pengganti.
Pada masa kepemimpinan Ali banyak sekali kekacauan sbg sisa kekacauan dr kalifah sbelumnya. Ali memerangi kaum2 yg berlebihan diantaranya kowarij dll. ada 4 golongan yg diperangi Ali, maaf saya lupa nama golongan2 tsb. salah satunya adalah golongan yg begitu mengagungkan ali (kl ga salah syiah), golongan ini mengibaratkan perkataan Ali seperti suara petir/halilintar, perbuatan Ali seperti cahaya, bahkan ada yg menganggap Ali melebihi Rosul, sehingga ali memerintahkan pasukannya untuk memerangi golongan ini (bakarlah mereka yg mengagungkan diriku, begitulah perkataan ali saat itu)
Pengikut Usman bin affan mendesak Ali untuk menghukum pembunuh Ustman, namun Ali tidak melakukannya.
Karena Ali tidak mau menghukum pembunuh tsb, maka muncul ketidak puasan terhadap kepemimpinan Ali, dan akhirnya Ali pun mati dibunuh dng cara ditusuk dari belakang, beberapa hikayat menyebutkan bahwa pembunuh ali adalah salah satu pengikut dolongan Ustman bin affan.

01 Juli 2011

Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah


01. NABI MUHAMMAD (570 SM - 632 SM)

Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.
Sebagian besar dari orang-orang yang tercantum di dalam buku ini merupakan makhluk beruntung karena lahir dan dibesarkan di pusat-pusat peradaban manusia, berkultur tinggi dan tempat perputaran politik bangsa-bangsa. Muhammad lahir pada tahun 570 M, di kota Mekkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Menjadi yatim-piatu di umur enam tahun, dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Sumber-sumber Islam menyebutkan bahwa Muhamnmad seorang buta huruf. Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun tatkala dia kawin dengan seorang janda berada. Bagaimanapun, sampai mendekati umur empat puluh tahun nyaris tak tampak petunjuk keluarbiasaannya sebagai manusia.
Umumnya, bangsa Arab saat itu tak memeluk agama tertentu kecuali penyembah berhala Di kota Mekkah ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk Agama Yahudi dan Nasrani, dan besar kemungkinan dari merekalah Muhammad untuk pertama kali mendengar perihal adanya satu Tuhan Yang Mahakuasa, yang mengatur seantero alam. Tatkala dia berusia empatpuluh tahun, Muhammad yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa ini menyampaikan sesuatu kepadanya dan memilihnya untuk jadi penyebar kepercayaan yang benar.
Selama tiga tahun Muhammad hanya menyebar agama terbatas pada kawan-kawan dekat dan kerabatnya. Baru tatkala memasuki tahun 613 dia mulai tampil di depan publik. Begitu dia sedikit demi sedikit punya pengikut, penguasa Mekkah memandangnya sebagai orang berbahaya, pembikin onar. Di tahun 622, cemas terhadap keselamatannya, Muhammad hijrah ke Madinah, kota di utara Mekkah berjarak 200 mil. Di kota itu dia ditawari posisi kekuasaan politik yang cukup meyakinkan.
Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik penting bagi kehidupan Nabi. Di Mekkah dia susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di Medinah pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat dia dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut Muhammad bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara Mektah dan Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 dengan kemenangan pada pihak Muhammad, kembali ke Mekkah selaku penakluk. Sisa dua setengah tahun dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luar-biasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk Agama Islam. Dan tatkala Muhammad wafat tahun 632, dia sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif seantero Jazirah Arabia bagian selatan.
Suku Bedewi punya tradisi turun-temurun sebagai prajurit-prajurit yang tangguh dan berani. Tapi, jumlah mereka tidaklah banyak dan senantiasa tergoda perpecahan dan saling melabrak satu sama lain. Itu sebabnya mereka tidak bisa mengungguli tentara dari kerajaan-kerajaan yang mapan di daerah pertanian di belahan utara. Tapi, Muhammadlah orang pertama dalam sejarah, berkat dorongan kuat kepercayaan kepada keesaan Tuhan, pasukan Arab yang kecil itu sanggup melakukan serentetan penaklukan yang mencengangkan dalam sejarah manusia. Di sebelah timurlaut Arab berdiri Kekaisaran Persia Baru Sassanids yang luas. Di baratlaut Arabia berdiri Byzantine atau Kekaisaran Romawi Timur dengan Konstantinopel sebagai pusatnya.
Ditilik dari sudut jumlah dan ukuran, jelas Arab tidak bakal mampu menghadapinya. Namun, di medan pertempuran, pasukan Arab yang membara semangatnya dengan sapuan kilat dapat menaklukkan Mesopotamia, Siria, dan Palestina. Pada tahun 642 Mesir direbut dari genggaman Kekaisaran Byzantine, dan sementara itu balatentara Persia dihajar dalam pertempuran yang amat menentukan di Qadisiya tahun 637 dan di Nehavend tahun 642.
Tapi, penaklukan besar-besaran --di bawah pimpinan sahabat Nabi dan penggantinya Abu Bakr dan Umar ibn al-Khattab-- itu tidak menunjukkan tanda-tanda stop sampai di situ. Pada tahun 711, pasukan Arab telah menyapu habis Afrika Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak kerajaan Visigothic di Spanyol.
   
Peta Kekuasaan Kerajaan Islam sekitar 632-740
Sepintas lalu orang mesti mengira pasukan Muslim akan membabat habis semua Nasrani Eropa. Tapi pada tahun 732, dalam pertempuran yang masyhur dan dahsyat di Tours, satu pasukan Muslimin yang telah maju ke pusat negeri Perancis pada akhirnya dipukul oleh orang-orang Frank. Biarpun begitu, hanya dalam tempo secuwil abad pertempuran, orang-orang Bedewi ini -dijiwai dengan ucapan-ucapan Nabi Muhammad- telah mendirikan sebuah empirium membentang dari perbatasan India hingga pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik, sebuah empirium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia. Dan di mana pun penaklukan dilakukan oleh pasukan Muslim, selalu disusul dengan berbondong-bondongnya pemeluk masuk Agama Islam.Ternyata, tidak semua penaklukan wilayah itu bersifat permanen. Orang-orang Persia, walaupun masih tetap penganut setia Agama Islam, merebut kembali kemerdekaannya dari tangan Arab. Dan di Spanyol, sesudah melalui peperangan tujuh abad lamanya akhirnya berhasil dikuasai kembali oleh orang-orang Nasrani. Sementara itu, Mesopotamia dan Mesir dua tempat kelahiran kebudayaan purba, tetap berada di tangan Arab seperti halnya seantero pantai utara Afrika. Agama Islam, tentu saja, menyebar terus dari satu abad ke abad lain, jauh melangkah dari daerah taklukan. Umumnya jutaan penganut Islam bertebaran di Afrika, Asia Tengah, lebih-lebih Pakistan dan India sebelah utara serta Indonesia. Di Indonesia, Agama Islam yang baru itu merupakan faktor pemersatu. Di anak benua India, nyaris kebalikannya: adanya agama baru itu menjadi sebab utama terjadinya perpecahan.
Apakah pengaruh Nabi Muhammad yang paling mendasar terhadap sejarah ummat manusia? Seperti halnya lain-lain agama juga, Islam punya pengaruh luar biasa besarnya terhadap para penganutnya. Itu sebabnya mengapa penyebar-penyebar agama besar di dunia semua dapat tempat dalam buku ini. Jika diukur dari jumlah, banyaknya pemeluk Agama Nasrani dua kali lipat besarnya dari pemeluk Agama Islam, dengan sendirinya timbul tanda tanya apa alasan menempatkan urutan Nabi Muhammad lebih tinggi dari Nabi Isa dalam daftar. Ada dua alasan pokok yang jadi pegangan saya. Pertama, Muhammad memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan Islam ketimbang peranan Nabi Isa terhadap Agama Nasrani. Biarpun Nabi Isa bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran pokok moral dan etika Kristen (sampai batas tertentu berbeda dengan Yudaisme), St. Paul merupakan tokoh penyebar utama teologi Kristen, tokoh penyebarnya, dan penulis bagian terbesar dari Perjanjian Lama.
Sebaliknya Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya. Tambahan pula dia "pencatat" Kitab Suci Al-Quran, kumpulan wahyu kepada Muhammad yang diyakininya berasal langsung dari Allah. Sebagian terbesar dari wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan selama Muhammad masih hidup dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan tak lama sesudah dia wafat. Al-Quran dengan demikian berkaitan erat dengan pandangan-pandangan Muhammad serta ajaran-ajarannya karena dia bersandar pada wahyu Tuhan. Sebaliknya, tak ada satu pun kumpulan yang begitu terperinci dari ajaran-ajaran Isa yang masih dapat dijumpai di masa sekarang. Karena Al-Quran bagi kaum Muslimin sedikit banyak sama pentingnya dengan Injil bagi kaum Nasrani, pengaruh Muhammad dengan perantaraan Al-Quran teramatlah besarnya. Kemungkinan pengaruh Muhammad dalam Islam lebih besar dari pengaruh Isa dan St. Paul dalam dunia Kristen digabung jadi satu. Diukur dari semata mata sudut agama, tampaknya pengaruh Muhammad setara dengan Isa dalam sejarah kemanusiaan.
Lebih jauh dari itu (berbeda dengan Isa) Muhammad bukan semata pemimpin agama tapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.
Dari pelbagai peristiwa sejarah, orang bisa saja berkata hal itu bisa terjadi tanpa kepemimpinan khusus dari seseorang yang mengepalai mereka. Misalnya, koloni-koloni di Amerika Selatan mungkin saja bisa membebaskan diri dari kolonialisme Spanyol walau Simon Bolivar tak pernah ada di dunia. Tapi, misal ini tidak berlaku pada gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab. Tak ada kejadian serupa sebelum Muhammad dan tak ada alasan untuk menyangkal bahwa penaklukan bisa terjadi dan berhasil tanpa Muhammad. Satu-satunya kemiripan dalam hal penaklukan dalam sejarah manusia di abad ke-13 yang sebagian terpokok berkat pengaruh Jengis Khan. Penaklukan ini, walau lebih luas jangkauannya ketimbang apa yang dilakukan bangsa Arab, tidaklah bisa membuktikan kemapanan, dan kini satu-satunya daerah yang diduduki oleh bangsa Mongol hanyalah wilayah yang sama dengan sebelum masa Jengis Khan
Ini jelas menunjukkan beda besar dengan penaklukan yang dilakukan oleh bangsa Arab. Membentang dari Irak hingga Maroko, terbentang rantai bangsa Arab yang bersatu, bukan semata berkat anutan Agama Islam tapi juga dari jurusan bahasa Arabnya, sejarah dan kebudayaan. Posisi sentral Al-Quran di kalangan kaum Muslimin dan tertulisnya dalam bahasa Arab, besar kemungkinan merupakan sebab mengapa bahasa Arab tidak terpecah-pecah ke dalam dialek-dialek yang berantarakan. Jika tidak, boleh jadi sudah akan terjadi di abad ke l3. Perbedaan dan pembagian Arab ke dalam beberapa negara tentu terjadi -tentu saja- dan nyatanya memang begitu, tapi perpecahan yang bersifat sebagian-sebagian itu jangan lantas membuat kita alpa bahwa persatuan mereka masih berwujud. Tapi, baik Iran maupun Indonesia yang kedua-duanya negeri berpenduduk Muslimin dan keduanya penghasil minyak, tidak ikut bergabung dalam sikap embargo minyak pada musim dingin tahun 1973 - 1974. Sebaliknya bukanlah barang kebetulan jika semua negara Arab, semata-mata negara Arab, yang mengambil langkah embargo minyak.
Jadi, dapatlah kita saksikan, penaklukan yang dilakukan bangsa Arab di abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah ummat manusia hingga saat ini. Dari segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

29 Juni 2011

UMAR BIN KHATTAB


Senin, 10 Mei 2010
Umar bin Khattab ra adalah salah seorang sahabat Rasulullah SAW. Ia dijuluki Al Faruq karena beliau merupakan pemisah antara kebenaran dan kebatilan, juga dijuluki Abu Hafshin (Bapak Singa) karena keberaniannya.

Perawakannya tinggi besar dan tegap dengan otot-otot yang menonjol dari kaki dan tangannya, jenggot yang lebat dan berwajah tampan, kepala bagian depannya botak serta warna kulitnya coklat kemerah-merahan. Itulah gambaran fisik dari Umar bin Khattab ra.

Ia terkenal keras pada masa jahiliyah dan juga setelah masuk islam. Ketika umat islam yang belum begitu banyak berhijrah ke Madinah, iapun turut berhijrah. Dikala para sahabat yang lain berhijrah dengan secara sembunyi-sembunyi beliau justru berhijrah secara terang-terangan. Dengan menyandang pedang dan meletakkan busur di pundaknya serta ditangan terhunus anak panah, beliau mendatangi Ka’bah dimana saat itu para pembesar Quraysi sedang berada di halamannya. Lalu beliau thawaf sebanyak tujuh kali dan mengerjakan shalat dua rakaat di makam Ibrahim AS kemudian beliau mendatangi kumpulan mereka satu persatu, seraya berkata dengan muka seram dan menakutkan, “Sesungguhnya aku berniat hijrah , siapa yang ingin ibunya celaka, anaknya menjadi yatim dan istrinya menjadi janda, maka besok temuilah aku di belakang lembah ini!” Tetapi tak seorang musyrikinpun yang berani menemui dan menghadang beliau.

Bukan hanya manusia syetan juga takut dengan Umar bin Khattab ra. ”Wahai Umar demi Dzat yang menguasai jiwaku (Allah), tidak pernah syaitan itu mau melewati jalan yang biasa engkau lewati, tetapi ia melewati jalan yang biasa dilewati oleh orang selainmu.” (HR Bukhari dari Saad bin Waqqash ra)

Masuknya Umar bin Khattab ra ke dalam Islam atas hidayah dari Allah SWT telah merubah metode dakwah Rasulullah yang awalnya sembunyi-sembunyi menjadi terbuka. Umar bin Khattab ra berkata ”Kalau begitu kenapa kita harus sembunyi-sembunyi? Demi Tuhan yang mengutusmu dengan kebenaran, hendaklah engkau keluar dan kami akan keluar bersamamu.” Umar berubah menjadi kekuatan besar yang memperkokoh barisan pasukan Allah SWT sehingga mencemaskan kaum musyrikin.


Dalam hal ibadah umar juga memberikan contoh yang sangat luar biasa.

Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Umar bin Khattab ra pergi ke kebunnya, ketika pulang ia mendapati orang-orang sudah selesai melaksanak sholat ashar berjamaah. Maka beliau berkata,;”Aku pergi hanya untuk sebuah kebun, aku pulang orang-orang sudah selesai shalat ashar berjamaah! Kini kebunku kusedekahkan untuk orang-orang miskin!”

Kepemimpinan Umar bin Khattab ra, tak seorangpun yang dapat meragukannya. Seorang tokoh besar setelah Rasulullah SAW dan Abu Bakar ra. Pada masa kepemimpinannya kekuasaan islam bertambah luas. Beliau berhasil menaklukkan Persia, Mesir, Syam, Irak, Burqah, Tipoli bagian barat, Azerbaijan, Jurjan, Basrah, Kufah dan Kairo.

Selain pemberani, Umar bin Khattab juga seorang yang cerdas.

Dalam masalah ilmu diriwayatkan oleh Al Hakim dan Thabrani dari Ibnu Mas’ud berkata, ”Seandainya ilmu Umar bin Kattab ra diletakkan pada tepi timbangan yang satu dan ilmu seluruh penghuni bumi diletakkan pada tepi timbangan yang lain, niscaya ilmu Umar bin Khattab ra lebih berat dibandingkan ilmu mereka. Mayoritas sahabatpun berpendapat bahwa Umar bin Khattab ra menguasai 9 dari 10 ilmu. Dengan kecerdasannya beliau menelurkan konsep-konsep baru, seperti menghimpun Al-qur’an dalam bentuk mushaf, menetapkan tahun hijriyah sebagai kalender umat Islam, membentuk kas negara (Baitul Maal), menyatukan orang-orang yang melakukan sholat sunah tarawih dengan satu imam, menciptakan lembaga peradilan, membentuk lembaga perkantoran, membangun balai pengobatan, membangun tempat penginapan, memanfaatkan kapal laut untuk perdagangan, menetapkan hukuman cambuk bagi peminum khamr (minuman keras) sebanyak 80 kali cambuk, mencetak mata uang dirham, audit bagi para pejabat serta pegawai dan juga konsep yang lainnya.

Namun dengan begitu beliau tidaklah menjadi congkak dan tinggi hati. Justru beliau seorang pemimpin yang zuhud lagi wara’. Beliau berusaha untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan rakyatnya.

Dalam satu riwayat, Qatadah berkata; ”Pada suatu hari Umar bin Khattab ra memakai jubah yang terbuat dari bulu domba yang sebagiannnya dipenuhi dengan tambalan dari kulit, padahal waktu itu beliau adalah seorang khalifah, sambil memikul jagung ia lantas berjalan mendatangi pasar untuk menjamu orang-orang.” Abdullah, puteranya berkata, ”Umar bin Khattab ra berkata, ”Seandainya ada anak kambing yang mati di tepian sungai Eufrat, maka umar merasa takut diminta pertanggung jawaban oleh Allah SWT.”

Beliaulah yang lapar duluan dan yang paling terakhir kenyang.

Beliau berjanji tidak akan makan minyak samin dan daging hingga seluruh kaum muslimin kenyang memakannya. Sungguh tauladan yang patut dicontoh oleh umat Islam sekarang ini terlebih bagi yang merasa pemimpin masyarakat.

UMAR BIN KHATTAB RA DAN AL QURAN

Umar bin Khattab ra mempunyai pemikiran yang sangat hebat. Beberapa pendapatnya merupakan sebab turunnya al-Quran. Di antaranya adalah:

1. Kisah tawanan Perang Badar [Ayat 28 Surah Al-Anfal]

"Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar."

2. Ayat Menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat [Ayat 125 Surah Al-Baqarah]

"Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim [1] tempat shalat. dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud.”
3. Ayat Hijab [Ayat 53 Surah Al-Ahzab]

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk Makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya) [2], tetapi jika kamu diundang Maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), Maka mintalah dari belakang tabir. cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri- isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah Amat besar (dosanya) di sisi Allah."

4. Ayat tentang asal-usul kejadian manusia [Ayat 12 Surah Al-Mukminun]

"Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah."

5. Ayat tentang arak [Ayat 219 Surah Al-Baqarah dan Ayat 43 Surah An-Nisa’]

"Mereka bertanya kepadamu tentang khamar [3] dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah:"yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,"

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam Keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam Keadaan junub [4], terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun."

6. Ayat Larangan Mensolati Jenazah Orang Munafiq [Ayat 84 Surah At-Taubah]
"Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam Keadaan fasik."

7. Kisah orang Munafiq [Ayat 6 Surah Al-Munafiqun]
"Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."

8. Ayat tentang pergi berperang [Ayat 5 Surah Al-Anfal]
"Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dan rumahmu dengan kebenaran [5], Padahal Sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,"

9. Ayat tentang dusta [Ayat 16 Surah An-Nur]

"Dan mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha suci Engkau (ya Tuhan kami), ini adalah Dusta yang besar.”

10. Ayat tentang penghalalan jima’ di malam bulan Ramadhan [Ayat 187 Surah Al-Baqarah]

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf [6] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa."

11. Ayat tentang malaikat Jibril dan kitab-kitab Allah [Ayat 97 Surah Al-Baqarah]

"Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, Maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman."

12. [Ayat 65 Surah An-Nisa’]
"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya."

13. [Ayat 13 Surah Al-Waqiah]

"Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, ... "

UMAR BIN KHATTAB RA DAN HADITS
  1. ”Semasa tidur, aku bermimpi bahwa aku berada dalam Syurga. Aku lihat seorang perempuan sedang berwudlu dekat sebuah istana. Aku bertanya untuk siapa istana ini. Katanya: Untuk Umar” Hadist riwayat Shiekhaini (Bukhari dan Muslim).
  2. Sesungguhnya Allah menjadikan lidah dan hati Umar itu di atas kebenaran. (Hadist riwayat At-Tirmizi).
  3. Sekiranya selepas aku ada nabi, sudah pasti Umarlah orangnya. (Hadist riwayat At-Tirmizi).
  4. Sesungguhnya aku lihat syaitan-syaitan dari kalangan jin dan manusia lari terbirit-birit dari Umar. (Hadist riwayat At-Turmizi).
  5. Umar cahaya bagi penduduk Syurga.
  6. Semua malaikat di langit menyayangi Umar dan semua syaitan di dunia melarikan diri dari Umar.
  7. Sesungguhnya ada seseorang di kalangan umat sebelum kamu yang menjadi sebutan ramai (kerana kebaikannya), jika perkara ini terjadi dalam umat Islam, sudah tentu Umarlah orangnya. (Hadist riwayat Bukhari)
  8. Tidak ada sesuatu perkara yang diperkatakan oleh orang ramai dan kemudian diperkatakan oleh Umar, niscaya turunlah al-Quran sebagaimana yang dilafazkan oleh mulut Umar. (Kata-kata Abdullah bin Umar).

Kompilasi Riwayat Para Khalifah Kiriman dari "The Ijank"


[1] Ialah tempat berdiri Nabi Ibrahim a.s. sewaktu membangun Ka’bah.[2] Pada masa Rasulullah s.a.w pernah terjadi orang-orang yang menunggu-nunggu waktu Makan Rasulullah s.a.w. lalu turun ayat ini melarang masuk rumah Rasulullah untuk Makan sambil menunggu-nunggu waktu makannya Rasulullah.[3] Segala minuman yang memabukkan.[4] Menurut sebahagian ahli tafsir dalam ayat ini termuat juga larangan untuk bersembahyang bagi orang junub yang belum mandi.[5] Menurut Al Maraghi: Allah mengatur pembagian harta rampasan perang dengan kebenaran, sebagaimana Allah menyuruhnya pergi dari rumah (di Madinah) untuk berperang ke Badar dengan kebenaran pula. menurut Ath-Thabari: keluar dari rumah dengan maksud berperang.[6] I’tikaf ialah berada dalam mesjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.

Ibnu Khattab.. Pergi Ke Mana Pun Jihad Memanggil


“Ketika seorang Panglima Chechnya terluka, itu berarti ia berjuang bahu-membahu bersama pasukannya.” –ibn Khattab
Pemuda yang menjanjikan
Samir Saleh Abdullah Al-Suwailem lebih dikenal dengan nama Ibn Khatab karena kekagumannya pada sosok khalifah, Umar bin Khattab RA. Ia lahir di Arar, kota perbatasan utara Arab Saudi pada 1969. Ayahnya berasal dari Saudi dan Ibunya berdarah Turki. Khattab memiliki 8 saudara dan dibesarkan dalam keluarga yang cukup berada serta terpelajar, dikenal sebagai pemuda yang berani dan kuat. Di sekolah ia pun termasuk anak yang cerdas.
Khattab pergi ke Amerika pada 1987 saat berumur 17 tahun untuk melanjutkan sekolahnya. Namun beberapa tahun kemudian ia terlihat di antara sukarelawan Arab di Afganistan. Tahun 1987 adalah puncak jihad Afganistan melawan Uni Sovyet, di mana pemuda dari belahan negara muslim dunia berbondong-bondong datang ke Afganistan menyambut seruan jihad dari tokoh Islam seperti Sheikh Abdullah Azzam (dibunuh/ 1989), Sheikh Tamim Adnani (meninggal/  1988) dan Usama bin Ladin.
Prestasi gemilang dan aksi heroik para pejuang Muslim melawan negara-negara adidaya menyulut gelora jihad umat muslim lainnya tak terkecuali Khattab. Ia memutuskan ikut berjihad untuk pertamakalinya ke Afganistan (1987).
Jihad Afganistan
Khattab menuntaskan latihannya di kamp dekat Jalalabad dan berdiri di garis depan. Salah seorang pelatihnya adalah Hassan As-Sarehi, Komandan Operasi Sarang Singa di Jaji, yang terkenal itu. Enam tahun kemudian, Khattab telah menjadi salah satu mujahid yang diperhitungkan dunia. Ia terkenal berani membuka konfrontasi langsung dan pantang menunjukkan rasa sakit saat terluka. Ia muncul di tiap operasi besar di Afganistan (1988-1993) termasuk perebutan Jalalabad, Khost dan kabul.
Khattab kehilangan dua jemari tangan kanannya saat berniat melempar granat rakitan Sejak itu ia tak pernah melepaskan sarung tangannya.
Jihad Tajikistan
Saat Soviet mundur dari Afganistan dan komunis berhasil dikalahkan para Mujahid, Khattab bersama sekelompok kecil teman berangkat ke Tajikistan (1993) setelah mendengar peperangan yang sedang terjadi di sana melawan musuh yang sama. Dua tahun mereka menetap di sana memerangi Rusia di tengah salju di daerah  pegunungan berbekal persenjatan dan amunisi yang sangat terbatas.
Bersama pasukannya, Khattab kembali ke Afganistan di awal 1995. Saat itu perang Chechnya baru dimulai dengan warga yang dihinggapi kebimbangan memposisikan antara  agama dan perang.
Jihad Chechnya

Khattab tergerak ke Chechnya saat menyaksikan siaran televisi yang memperlihatkan sekelompok orang Chechnya memakai ikat kepala bertuliskan syahadat dan meneriakkan takbir. Ia berhasil masuk Chechnya dengan menjadi reporter televisi. Kefasihannya berbahasa Arab, Rusia, Inggris dan Pashtu membantunya mudah berinteraksi. Bersama teman-temannya sesama mujahid Afganistan, kelompok beranggotakan 8 orang ini sampai di Chechnya pada musim semi 1995. Kelompok Khattab tak hanya melatih penduduk Chechnya tapi juga mujahid yang bergabung dari negara lain. Saat itu sedang bergejolak perang Chechnya yang pertama.
Khattab bertemu Shamil Basayev, seorang pemimpin pejuang Chechnya. Bersama Basayev, Khattab yang menyandang posisi Panglima Pasukan Islam Dagestan, memperjuangkan pendirian negara Islam di Chechnya.
Rangkaian Serangan
Satu operasi penyerangan gemilang saat penyergapan di Shatoi pada 16 April 1996 di mana ia memimpin 50 orang mujahidin menghancurkan satu konvoi pasukan berkendara Rusia yang sedang meninggalkan Chechnya. Sumber resmi militer Rusia mengungkapkan 223 tentara Rusia terbunuh termasuk 23 pejabat tingginya dan menghancurkan seluruh kendaraan pasukan. Lima mujahidin mati syahid dalam operasi tersebut. Boris Yeltsin harus membawa kasus penyerangan itu ke parlemen.
Beberapa bulan kemudian, pasukan Khattab menyerang sebuah barak militer Rusia, menghancurkan helikopter-helikopter tempur dengan tank. Satu pasukannya juga bergabung bersama operasi penyerangan Grozny yang dipimpin Basayev pada Agustus 1996.
Khattab muncul pada 22 Desember 1997, menggerakkan satu pasukan berjumlah 100 orang mujahidin Chechnya dan negara lain, masuk ke daerah Rusia dan menyerang markas-markas Brigadir motor tempur militer Rusia. Penyerangan ini mengakibatkan 300 kendaraan hancur dan banyak tentara Rusia yang tewas. Dua mujahidin mati syahid termasuk seorang komando senior Afganistan, Abu Bakar Aqidah.  Seluruh pasukan Rusia mundur dari Chechnya pada musim gugur 1996. Ini adalah sebagian penyerangan dari sejumlah operasi yang berhasil memukul mundur Rusia di Chechnya (Khartashoi, 1995; Shatoi, 1996; Yashmardy, 1996) dan dalam daerah Rusia sendiri (Dagestan, 1997 hingga 1999).
Saat perang Chechnya II, pada 29 Pebruari 2000 Khattab mengutus pasukan di bawah komando Amir Abu al-Walid menyerang pasukan parasut Rusia. Sebanyak 86 prajurit Rusia tewas. Pada 29 Maret 2000, Khattab menghabisi 34 pasukan elite Rusia OMON yang berkonvoi, sebanyak 9 tentara ditawan lalu dieksekusi.
Taktik Media
Khattab pernah mengatakan: “Allah memerintahkan kita memerangi orang kafir dengan apa yang mereka perangi terhadap kita. Mereka memerangi  kita dengan media dan propaganda, jadi kita harus memerangi mereka juga dengan media kita.” Karena itu ia selalu memfilmkan tiap orang dan tiap operasi penyerangannya. Khattab memiliki perpustakaan berisi ratusan video  mulai dari pertempurannya di Afganistan, Tajikistan dan Chechnya. Ia yakin kata-kata saja belum cukup  menjawab tuduhan palsu media-media musuh, juga harus dibuktikan dengan rekaman video. Ia sempat mengabadikan penghancuran pasukan Rusia dalam operasi Dagestan pada Agustus 1999 yang menunjukkan ratusan mayat-mayat tentara Rusia, beberapa kali lipat banyaknya dari jumlah laporan resmi militer Rusia yang hanya menyebutkan 40 tentara tewas.
Pemimpin alami
Khattab sering disebut-sebut sebagai Khalid bin Walid masa kini. Ia yakin sepenuhnya bahwa ajal akan datang menjemput bila sudah waktunya, tidak terlambat atau lebih satu menit pun. Ia berhasil lolos dari beberapa usaha pembunuhan. Yang paling nyaris adalah saat truk besar Rusia yang dikendarainya dibom pasukan Rusia. Truk tersebut hancur berkeping-keping namun Khattab selamat tanpa luka segores pun.
Di balik aksi garangnya di medan jihad, Khattab begitu perhatian pada anak buahnya. Ia juga selalu memastikan penduduk sipil tidak terganggu dan terluka. Tidak seperti sebagian besar tokoh tokoh pejuang Arab yang sarat pengetahuan religius atau kaum intelektual, Khatab hanya seorang pemimpin alami yang mengikuti kata hatinya. Ia memiliki satu tim calon pemimpin yang sangat terlatih dan mampu menggantikannya bila ia terbunuh.
Pembunuhan licik
Kontak terakhir Khattab dengan keluarganya, tiga bulan sebelum wafat 19 Maret 2002. Ia hanya mengunjungi Arab Saudi dua kali sejak jihad Afganistan. Khattab tewas akibat menghirup gas beracun dari surat yang disusupi Rusia’s Federal Security Service. Menurut pakar racun Moskow dan London, amplop surat tersebut kemungkinan telah disemprot neurotoksin yang menyerap ke tubuh melalui kulit dan dengan cepat menyebabkan serangan jantung atau susah bernapas. Orang yang paling dicurigai bertanggung jawab atas pengkhianatan itu adalah Ibrahim Alauri, teman terdekatnya. Khattab disebutkan menikahi seorang wanita Dagestan dan memiliki tiga orang anak.
Media kafir telah menciptakan figur Khattab sebagai seorang teroris. Namun di mata para pejuang Allah dan sebagian besar umat muslim seluruh dunia, ia adalah salah seorang pemimpin yang berani melawan cengkeraman kuku-kuku imperialisme dan inspirasi bagi siapapun yang membela agama Allah.
dari berbagai sumber yang lebih mendukung perjuangan atas ketertindasan umat Islam