Toyota Nav1 sudah ambil start lebih dulu untuk kembali
meramaikan tren MPV di Indonesia, khususnya di segmen menengah premium.
New Serena pun sebentar lagi akan hadir setelah Nav1.
Keduanya serupa dan sama-sama memiliki senjata untuk menekan angka
konsumsi bahan bakar. Keduanya sama-sama memakai mesin 2.000 cc.
Toyota Nav1 yang dipasarkan mulai dari harga Rp. 378 juta ini
memiliki Valvematic. Teknologi ini menawarkan penyesuaian secara
terus-menerus untuk mengangkat volume dan waktu dalam sistem buka tutup
katup sehingga mengontrol campuran bahan bakar dan udara. Sistem ini
memungkinkan kepala silinder untuk tetap pada ketinggian yang sama.
Pada kesempatan peluncuran Toyota Nav1 lalu, Hideki Mizuma selaku
Chief Engineer ZH Product Planning Group Toyota Motor Corporation
menyebut bahwa teknologi tersebut menyumbang aspek efisiensi bahan bakar
sehingga dalam tes di Jepang menghasilkan konsumsi bahan bakar satu
liter untuk 13,6 kilometer. Kondisi ini tentu berbeda jika Nav1
'berkenalan' dengan ganasnya kemacetan Ibu Kota.
Lalu Serena model baru sendiri seperti sudah disampaikan akan
memiliki fitur idle start-stop. Jika mobil terjebak macet total dan
berhenti atau saat berada di lampu merah, maka mesin akan mati tetapi
dalam kondisi siap sedia atau stand-by.
Fitur ini bolehlah dibilang 'memahami' kondisi jalan kota yang
sebentar-sebentar harus antri gara-gara banjir, antri gara-gara jam
berangkat-pulang kantor, dan antri-antri lainnya. Apakah konsumennya
nanti lebih sering kena macet total atau banyak lampu merah, atau tetap
bisa jalan walau merayap, inilah yang bisa menjadi pertimbangan.
Soal tenaga, mesin Serena mengeluarkan tenaga 147 hp pada 5.600 rpm
dengan torsi 210 Nm pada 4.400 rpm. Sementara itu, Nav1 lebih besar
dengan 154 hp yang memungkinkannya meraih waktu 9,8 detik untuk sampai
kecepatan 100 km/jam dengan kecepatan maks 175 km/jam.